kumparan
Food & Travel5 Maret 2020 16:51

Selain Kaya Vitamin C, Studi Ungkap Jus Jeruk Melawan Obesitas dan Diabetes

Konten Redaksi kumparan
Jus jeruk
Jus jeruk Foto: Thinkstock
Salah satu cara makan buah paling mudah adalah dalam bentuk jus. Ketika dibuat jadi jus, buah hanya diambil sarinya sehingga kita tinggal menenggaknya saja.
ADVERTISEMENT
Ada satu temuan menarik soal jus, terutama yang dibuat dari jeruk. Selain kaya vitamin C, sebuah penelitian mengungkap bahwa minum dua setengah gelas jus jeruk setiap hari dapat mengurangi obesitas, meningkatkan kesehatan jantung, dan mencegah diabetes.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Lipid Research, para peneliti mempelajari molekul nobiletin pada jeruk manis dan jeruk keprok. Mereka menemukan nobiletin punya khasiat baik untuk obesitas. Bahkan, dalam penelitian tersebut tertulis bahwa jus jeruk bisa reverse obesity.
"Kami telah menunjukkan bahwa pada tikus yang sudah memiliki semua gejala negatif obesitas. Kita dapat menggunakan nobiletin untuk membalikkan gejala-gejala tersebut, dan bahkan mulai mundur dari penumpukan plak di arteri, yang dikenal sebagai aterosklerosis," kata peneliti studi Murray Huff dari Western University di Kanada, dilansir Times of India.
ADVERTISEMENT
Tim ilmuwan juga memberikan tikus makanan tinggi lemak selama beberapa saat sehingga kolesterol mereka juga tinggi. Nobiletin pada jus jeruk kemudian membuat tikus lebih ramping
Efek pemberian nobiletin juga mengurangi tingkat resistensi insulin dan lemak darah, dibanding tikus yang tidak mendapatkannya. Kendati demikian, peneliti masih belum dapat menentukan dengan tepat bagaimana nobiletin bekerja.
Awalnya, para peneliti berhipotesis bahwa molekul itu kemungkinan bekerja' di jalur yang mengatur bagaimana lemak ditangani dalam tubuh. Dinamakan AMP Kinase, regulator ini 'menyalakan mesin dalam tubuh' yang membakar lemak untuk menghasilkan energi. Itu juga menghalangi pembuatan lemak.
Namun, ketika para peneliti mempelajari efek nobiletin pada tikus yang telah dimodifikasi secara genetik untuk menghilangkan AMP Kinase, efeknya sama.
ADVERTISEMENT
"Hasil ini memberi tahu kita bahwa nobiletin tidak bekerja pada AMP Kinase, dan mengabaikan regulator utama soal bagaimana lemak digunakan dalam tubuh. Apa yang masih tersisa adalah pertanyaan: bagaimana nobiletin melakukan ini?," ungkap Huff.
Sesuai penelitian, hasil ini secara klinis sangat penting karena menunjukkan bahwa nobiletin tidak akan mengganggu obat lain yang bekerja pada sistem AMP Kinase. Misalnya saja, terapi untuk diabetes seperti metformin yang bekerja melalui jalur ini.
Terakhir, para peneliti juga menekankan bahwa studi tersebut harus dicoba pada manusia untuk menentukan apakah nobiletin memiliki efek positif yang sama dalam percobaan manusia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan