Sosis Jadi Barang Bukti Penangkapan Pencuri di Jerman yang Buron 9 Tahun

Kalau biasanya sosis menjadi pilihan makanan siap santap, atau sebagai pelengkap hot dog, kali ini ceritanya berbeda. Makanan olahan ini justru menjadi ‘barbuk’ alias barang bukti dari penangkapan buron di Jerman. Pencuri yang sudah menjadi buronan selama sembilan tahun itu, tertangkap karena jejak bukti bekas gigitannya pada sepotong sosis.
Mengutip Food and Wine, kisah ini bermula ketika seorang pencuri kedapatan memasuki kawasan perumahan di kota Gevelsberg, Jerman pada bulan Maret 2012 silam. Dia membawa hasil curian berupa perhiasan, tas olahraga, dan dokumen penting lainnya; seperti STNK.
Seusai tragedi pencurian itu, tak lama kemudian, warga meminta bantuan kepolisian setempat untuk menangkap sang pelaku tersebut. Pencarian ini memakan waktu selama sembilan tahun lamanya.
Selama itu juga, pencuri berdiam diri di apartemen miliknya guna menghindari kejaran polisi. Nahasnya, polisi menemukan apartemennya dan satu potong sosis yang telah digigit.
Meski tampak sedikit lucu, namun bekas gigitan pada sepotong sosis itu menjadi barang bukti yang kuat untuk kemudian melacak keberadaan pencuri itu.
“Sesaat kami berada di TKP, kami menemukan sepotong sosis yang telah digigit oleh pencuri itu. Bekas gigitan tersebut kami awetkan dan dilacak DNA-nya,” ungkap Sonja Wever, pengawas kepolisian lokal Ennepe-Ruhr.
Berkat gigitan pada sepotong sosis tersebut, identitas pencuri berhasil diidentifikasi oleh kepolisian Jerman yang bekerja sama dengan kepolisian Prancis.
Polisi menyebutkan bahwa pencuri merupakan warga negara Albania yang tinggal di Jerman, berusia 30 tahun. Sebelumnya, ia akan dikenakan undang-undang pembatasan perampokan. Tapi, menurut Associated Press, hukumannya sudah kedaluwarsa.
Sebagai pengganti hukuman, dirinya dipastikan tidak bisa kembali ke Jerman dan akan menunggu hukuman lain atas pelanggaran hukum yang dilakukannya.
Sebenarnya, ini bukan pertama kali dalam sejarah, pencuri berhasil ditangkap melalui bekas makanan. Di bulan Februari lalu, polisi di Tulsa, Oklahoma juga berhasil menemukan bungkus camilan Cheetos, di dekat lokasi pencurian. Ia berpikir bila bubuk Cheetos sangat sulit untuk hilang, saat itu polisi menangkap pelaku sebab giginya memiliki bekas bubuk Cheetos yang berwarna oranye.
Kasus serupa sepertinya dilalui juga oleh pencuri Arran Burton, yang ditangkap oleh polisi Northumbria, Inggris sesaat ia mengonsumsi persik. Dirinya dijatuhkan hukuman lebih dari dua tahun penjara dan denda sebesar USD 250 (Rp 360 ribu).
Wah, rupanya bekas makanan dapat bermanfaat juga, ya untuk membantu penyidikan dalam kasus kejahatan.
Reporter: Balqis Tsabita Azkiya
