Kumparan Logo

Tips Berbisnis Kuliner di Instagram untuk Para UMKM

kumparanFOODverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Ilustrasi pesan makanan online Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi pesan makanan online Foto: Shutterstock

Berbisnis kuliner online menjadi salah satu langkah yang dinilai paling tepat di tengah wabah virus corona sekarang ini. Adanya larangan untuk contactless membuat semua kegiatan dan interaksi hanya bisa dilakukan secara daring.

Hal ini sudah dibuktikan oleh YouGov, lembaga survei online yang melibatkan 2.500 responden di Indonesia. Menurut data yang ditemukan, 20 persen masyarakat Indonesia lebih suka berbelanja online dalam waktu dua minggu terakhir. Sementara 14 persen di antara para responden tersebut, mengaku lebih sering memesan makanan melalui jasa pesan antar.

Untuk itulah kini Instagram mengeluarkan sejumlah fitur yang bisa dimanfaatkan para UMKM untuk mempromosikan produknya. Hal ini bahkan juga dimanfaatkan oleh Arnold Poernomo, chef yang juga menjadi Founder & CEO Mangkokku.

Sebagai pebisnis kuliner, ia juga tak luput dalam memanfaatkan fitur di platform digital guna meningkatkan penjualan makanan. "Jualan di Instagram itu yang penting gambar menggiurkan dan caption menarik," ucapnya saat menjadi narasumber dalam diskusi eksklusif yang diadakan Instagram via Zoom (12/5).

Tak hanya itu, Chef Arnold juga membagikan tips berbisnis kuliner online lainnya yang bisa dipraktikkan oleh para UMKM untuk meningkatkan pendapatan mereka. Berikut ulasan selengkapnya:

1. Promosikan produk dengan caption dan foto yang menarik

com-Upload foto makanan sehat. Foto: Shutterstock

Seperti yang sudah dijelaskan Chef Arlond bila kamu mau berjualan di Instagram, pastikan foto produk makanan dan minumanmu menarik.

Selain itu, isi caption juga enggak kalah penting. Buatlah caption mengenai isian, manfaat, atau kampanye dari produk tersebut.

2. Bangun interaksi dengan calon pelanggan

Fitur Direct Message (DM) Instagram di desktop. Foto: Instagram

Ada beberapa fitur yang bisa kamu manfaatkan untuk membangun interaksi dengan calon pelanggan. Misalnya, ajak mereka untuk meninggalkan komentar di kolom comment, atau adakan kuis. Kamu juga bisa memanfaatkan IG Live untuk bertukar pikiran atau mendemokan tutorial penyajian makanan.

Ditambahkan Aldo Rambie, vertical lead Facebook Companies, fitur direct message juga penting untuk diperhatikan. Aktiflah dalam menjawab DM yang masuk untuk menjawab kekhawatiran pelanggan terutama di tengah pandemi saat ini.

Kamu juga bisa memanfaatkan fitur polling atau QnA pada Instagram. Melalui fitur ini kamu bisa mengumpulkan masukkan apabila ingin meluncurkan produk atau menu baru.

3. Manfaatkan data insight yang diberikan Instagram

Ilustrasi perempuan berbisnis di rumah Foto: Shutterstock

Seperti yang sudah diketahui, Instagram kerap memberikan insight mengenai data optimalisasi dari akun kita.

Kamu bisa melihat waktu hingga jenis postingan makanan seperti apa yang paling diminati. Ada juga data mengenai jumlah likes yang bisa kita gunakan untuk mengoptimalkan isi produk sehingga penjualan pun ikut meningkat.

4. Gunakan hastag dan stiker

Fitur Stiker di Instagram Foto: Instagram

Aldo mengungkapkan ada beberapa hastag yang saat ini ramai dipakai oleh user Instagram; yakni dirumahaja, stayathome, socialdistancing, dirumahajadulu, dan workfromhome.

Selain itu, lengkapi juga dengan stiker 'dukung bisnis kecil,' 'gift card,' dan 'dirumahaja' guna lebih meningkatkan promosi produkmu di stories.

5. Bangun komunitas dari produkmu sendiri

Ilustrasi delivery makanan Foto: Shutter Stock

Menurut Chef Arnold, di kondisi seperti sekarang ini kita harus kembali menerapkan dasar bisnis F&B, yakni interaksi langsung. Meski tak bisa berinteraksi laiknya di restoran, setidaknya kamu bisa memanfaatkan fitur interaktif yang ada. Melalui interaksi tersebut akan terbangun komunitas dari bisnis kamu.

"Saat ini bukan saatnya menjadikan followers atau pelanggan kita hanya untuk sekadar mencari keuntungan. Tapi, justru sekarang ini kita bisa membangun komunitas sendiri yang nantinya bisa menguatkan bisnis kita di masa depan," tutupnya.

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.