Tips Mengatur Pola Makan agar Tetap Bahagia

17 Oktober 2019 7:45 WIB
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
ilustrasi wanita makan di restoran Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi wanita makan di restoran Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Suasana hati yang baik tentu akan membuat segala aktivitas terasa menyenangkan dan lebih ringan tuk dijalani. Namun tak jarang, stres yang melanda membuat mood jadi buruk dan kondisi emosional tak stabil.
ADVERTISEMENT
Hanya saja, bila kita merasa sulit untuk bahagia dan terjebak di suasana hati yang buruk, bisa jadi penyebabnya bukan stres semata. Pola makan dan asupan nutrisi yang tidak bagus juga bisa memengaruhinya.
Pasalnya, tubuh kita memerlukan vitamin dan mineral tertentu untuk memproduksi dopamin --hormon pencipta rasa bahagia. Nah, supaya tetap bahagia, coba atur kembali pola makanmu dengan sederet tips berikut ini, yuk!
1. Santap lebih banyak protein
Telur ceplok Foto: Shutterstock
Kandungan asam amino bernama tyrosine dalam protein, memegang peran penting dalam memproduksi dopamin, hormon pencipta rasa bahagia. Tyrosine juga dapat tercipta dari asam amino lain bernama phenylalanine. Kedua senyawa tersebut dapat ditemukan dalam berbagai makanan; mulai dari daging sapi, telur, olahan susu, kedelai, dan kacang legum.
ADVERTISEMENT
Sebuah studi berjudul Tyrosine, phenylalanine, and catecholamine synthesis and function in the brain menemukan, peningkatan kadar tyrosine dan phenylalanine dapat meningkatkan hormon dopamin pada otak. Dengan begitu, kinerja otak untuk berpikir dan memori akan meningkat.
2. Kurangi makan lemak jenuh
Aneka Gorengan Foto: Dok. Eat & Eat
Dilansir healthline, beberapa penelitian yang dilakukan terhadap binatang menyebutkan, makanan yang mengandung lemak jenuh dapat mengganggu sinyal dopamin otak bila dikonsumsi dalam jumlah terlalu banyak.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neuropsychopharmacology pada tahun 2016, misalnya. Tim peneliti menemukan, bahwa tikus yang mendapatkan kalori sebesar 50 persen dari lemak jenuh, telah mendapat sinyal dopamin yang lebih rendah dibandingkan dengan hewan yang mendapat kalori dari lemak tak jenuh.
Beberapa peneliti juga berhipotesis; pola makan yang tinggi lemak jenuh akan meningkatkan inflamasi pada tubuh.
ADVERTISEMENT
3. Konsumsi probiotik
greek yoghurt Foto: Shutter Stock
Tahukah kamu, pencernaan dan otak kita sejatinya terhubung satu sama lain, lho. Bahkan, faktanya, pencernaan kerap dijuluki sebagai otak kedua karena memiliki banyak sel saraf. Sel-sel saraf pada pencernaan tersebut juga memproduksi molekul neurotransmitter, termasuk dopamin.
Itulah mengapa, bakteri baik yang tinggal di pencernaan kita juga berperan memproduksi dopamin, dan bisa memengaruhi suasana hati. Konsumsilah makanan kaya probiotik seperti yoghurt, kefir, atau tempe agar usus senantiasa sehat, dan suasana hati selalu bahagia.
4. Perbanyak vitamin D
Teh kunyit Foto: Shutter Stock
Tubuh kita membutuhkan beberapa vitamin dan mineral; seperti zat besi, folat, vitamin B6, serta vitamin D untuk memproduksi dopamin. Bila tubuh kita kekurangan salah satu nutrisi ini, dampaknya akan mengganggu produksi dopamin, sehingga menyebabkan suasana hati jadi menurun.
ADVERTISEMENT
Maka itu, coba tambahkan beberapa suplemen yang mengandung sederet vitamin dan mineral tersebut. Atau, penuhi dari bahan makanan alami seperti kunyit, ekstrak oregano, dan teh hijau.
5. Makan dengan teratur
Ilustrasi makan siang sehat. Foto: Shutter stock
Melewatkan waktu makan tak hanya akan berdampak buruk bagi kesehatan fisikmu saja, tapi juga suasana hati. Hal ini akan membuat tubuh jadi lebih sulit mencerna makanan, sehingga kandungan nutrisi dan vitaminnya tak akan terserap tubuh dengan baik.
Selain itu, membiarkan perut kosong dalam jangka waktu yang terlalu lama juga akan membuat kita lebih sensitif, dan memperburuk suasana hati.