Kumparan Logo

Unik! Tradisi Jual Kue Mooncake ala Tiongkok, Harus Beli Kupon di Calo

kumparanFOODverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kue mooncake Foto: Dok.Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kue mooncake Foto: Dok.Shutterstock

Kue bulan atau mooncake mungkin agak asing untuk masyarakat Indonesia, namun tak begitu bagi mereka yang berdarah Tionghoa. Makanan ini bahkan menjadi sajian khusus kala Festival Pertengahan Musim Gugur, yang merupakan hari besar kedua setelah Imlek.

Di balik rasanya yang unik karena menggunakan campuran pasta kacang merah dan kuning telur asin, kue ini juga diselimuti legenda dari kisah cinta sang Dewi Bulan.

Bukan cuma itu, pakar kuliner William Wongso membeberkan kisah yang tak biasa dari tradisi berjualan kue bulan di negara asalnya, Tiongkok.

Laki-laki berusia 73 tahun itu mengisahkan kepada kumparan, bahwa untuk mendapatkan makanan tradisional ini dengan harga spesial (murah) pembeli harus membeli kupon terlebih dahulu kepada seorang calo.

Pakar kuliner Indonesia, William Wongso. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

"Jadi jual mooncake di Shanghai itu ada calo kuponnya. Mereka itu berjualan sambil membawa kupon sampai segepok. Di perdagangkannya di depan toko. Nah, itu harga spesial, untuk mendapatkan mooncake harga spesial harus beli kupon dengan harga calo, lebih murah daripada kue branded umum yang dijual secara komersial. Itulah tradisi mooncake di Tiongkok," ungkapnya saat kami hubungi melalui sambungan telepon, Selasa (29/9).

Om Will begitu sapaan akrabnya, mengaku pernah mencoba membeli kue tanpa membawa kupon. Alhasil ia justru tak bisa mendapatkan mooncake ketika mampir ke sebuah toko kue. Rupanya, mooncake dalam toko tersebut semua sudah dipesan oleh si pemegang kupon.

Mooncake atau kue bulan Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Masyarakat setempat memiliki kebiasaan membeli kupon dalam jumlah banyak, lalu membagikannya ke rekan kerja, keluarga, sahabat, atau relasi lain. Sehingga, para penerima kupon tinggal mengambil saja di toko kue pada saat perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur dimulai.

Enggak kalah menarik, para calo kupon mooncake ini, lanjut Om Will, sudah menjual dari satu tahun sebelumnya. Jika kamu tak membeli kupon, maka Om Will mengatakan siap-siap untuk membayar harga kue bulan yang naik bisa 10 kali lipat pada perayaan tiba.

Hingga kini tradisi menjual dan menikmati mooncake kala perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur pun masih berlangsung, bak warisan tradisi kuliner bagi masyarakat setempat.

JW Marriott Hotel Hadirkan Kue Mooncake Terbaru Foto: Andari Novianti/kumparan

Bahkan untuk semakin mempopulerkan camilan legit ini, masyarakat Tiongkok juga menghadirkan mooncake dengan varian yang unik. Isian hingga bentuk mooncake dimodifikasi agar semakin menarik minat pembeli.

"Sekarang kan (mooncake) sudah menjadi suatu komoditi festival yang hanya ada saat festival berlangsung saja, hari-hari biasa enggak akan ada," tutup Om Will.

embed from external kumparan