Kumparan Logo

22 Ledakan dan 8 Kontak Senjata Hadir di Film Laga Terbesar Indonesia, Believe

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemeran film Believe Zidni Hakim (kanan), Ajil Ditto (kedua kanan), Tubagus Ali (kedua kiri), dan Haydar Salishz (kiri) saat media visit ke kumparan, Rabu (16/7/2025). Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pemeran film Believe Zidni Hakim (kanan), Ajil Ditto (kedua kanan), Tubagus Ali (kedua kiri), dan Haydar Salishz (kiri) saat media visit ke kumparan, Rabu (16/7/2025). Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Film laga Indonesia, Believe - Takdir, Mimpi, Keberanian yang digarap dengan skala produksi besar akan tayang pada 24 Juli 2025. Believe, film laga perang yang terinspirasi dari kisah nyata perjuangan prajurit dalam Operasi Seroja, datang sebagai gebrakan segar di tengah dominasi film ber-genre horor dan komedi.

Film ini bukan hanya mengandalkan drama dan narasi kuat, tapi juga menampilkan aksi laga yang realistis dan penuh adrenalin. Di balik layar, ada kerja luar biasa dari tim produksi yang ingin menghadirkan visual terbaik yang memacu adrenalin.

Selama proses syuting, ada 1 truk militer Unimog diledakkan demi visual otentik, 2 truk terguling dan terbakar dalam adegan pengejaran, 1 facade bangunan Kantor Gubernur dibangun sebagai lokasi kontak senjata, 22 titik ledakan selama film berlangsung, dengan 13 di antaranya merupakan ledakan besar, dan kontak senjata 8 kali, mulai dari skala kecil hingga perang terbuka.

Suasana di lokasi syuting film Believe. Foto: Istimewa

Tak hanya itu, 2 kampung dibangun dari nol, masing-masing berisi 10 rumah, lalu dibakar untuk kebutuhan scene, serta 4 perkelahian besar dan lebih dari 10 aksi fisik menegangkan.

Lokasinya sendiri tersebar di 13 area berbeda, termasuk hutan, kampung, dan bangunan bersejarah.

"Beberapa adegan tidak bisa kita ulang karena set-nya harus kita ledakkan sampai hancur, jadi enggak mungkin kita bangun lagi untuk take ulang," ungkap Arwin Tri Wardhana selaku sutradara Believe.

Sejak awal Arwin pun sadar bahwa mengarahkan produksi film perang dalam skala sebesar ini memang bukan hal yang mudah. Hal ini tentu juga menjadi beban bagi para aktor karena dituntut harus mampu menyelesaikan adegan yang berat, tanpa diberi kesempatan untuk mengulang.

Sutradara Arwin Tri Wardhana saat media visit ke kumparan, Rabu (16/7/2025). Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Aktor pemeran Serka Dedi, Wafda Saifan mengakui hal ini menjadi salah satu tantangan terberatnya selama shooting film Believe.

"Ada satu adegan dimana pengambilan gambar itu dilakukan secara tidak terputus, dan saya harus berlari di antara ledakan di kiri dan kanan saya" ungkap Wafda dalam keterangan resminya.

"Jadi saya tidak boleh salah, bukan hanya karena pengambilannya hanya bisa satu kali, tapi saya juga tidak boleh lupa harus lari kemana, kalau salah arah, bisa-bisa malah kena efek ledakannya," tambahnya.

Tim produksi Rumah Produksi Bahagia Tanpa Drama memastikan seluruh adegan peperangan dan laga dilakukan dengan perhitungan matang.

Dukungan tim teknis selalu mengutamakan keselamatan seluruh pemeran dan kru. Tim medis juga selalu mendampingi setiap pengambilan gambar, terutama adegan-adegan beresiko tinggi.

Suasana di lokasi syuting film Believe. Foto: Istimewa

Believe – Takdir, Mimpi, Keberanian bukan sekadar film perang. Ia adalah pembuktian bahwa perfilman Indonesia bisa tampil megah, serius, dan tak main-main dalam menyajikan kualitas produksi.

Film Believe – Takdir, Mimpi, Keberanian adalah debut perdana rumah produksi Bahagia Tanpa Drama, diproduseri oleh Celerina Judisari, Sutradara: Rahabi Mandra dan Arwin Tri Wardhana. Dibintangi oleh: Ajil Ditto, Adinda Thomas, Wafda Saifan, Maudy Koesnaedi dan Marthino Lio.