Kumparan Logo

5 Berita Populer: Atalarik Syach Bayar Rp 850 Juta; Kondisi Nikita Mirzani

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Artis Atalarik Syach memberikan keterangan pers di kediamannya di Cibinong, Bogor, Jumat (16/5). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Artis Atalarik Syach memberikan keterangan pers di kediamannya di Cibinong, Bogor, Jumat (16/5). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Atalarik Syach sepakat membayar biaya pembebasan lahan senilai Rp 850 juta menjadi salah satu berita populer pada Jumat (16/5). Selain itu, pengacara ungkap kondisi Nikita Mirzani juga jadi sorotan.

Berikut ini, kumparan telah merangkum sederet berita yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.

  1. Atalarik Syach Sepakat Bayar Uang Pembebasan Lahan Rp 850 Juta, Dicicil 3 Bulan

Atalarik Syach sepakat bayar uang sengketa lahan di kediamannya di Cibinong. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Sengketa tanah yang melibatkan aktor Atalarik Syach dan penggugat bernama Dede Tasno perlahan mulai menemukan titik terang. Atalarik sepakat membayar biaya pembebasan lahan senilai Rp 850 juta untuk tanah sengketa seluas 550 meter persegi.

Pembayaran Rp 850 juta tersebut merupakan syarat pembatalan eksekusi tanah sengketa di kediaman Atalarik itu.

Perwakilan pihak penggugat, Yuri Ramadhan, menyatakan harga itu telah disepakati oleh pihaknya dan pihak Atalarik Syach untuk dibayarkan dalam tempo tiga bulan.

"Tadi kan saya sempat bilang jam 11 kita menunggu ya, transferan. Terus akhirnya barusan sudah, tapi baru Rp 200 juta. Jadi kesanggupan dia bayar Rp 300 juta dulu. Habis itu dia termin, selama tiga bulan," ujar Yuri Ramadhan kepada wartawan di kawasan Cibinong, Bogor, Jumat (16/5).

Awalnya, kesepakatan berjalan alot lantaran Atalarik enggan membayarkan dana yang diminta dalam bentuk uang tunai.

"Negosiasinya tadi (sempat alot), dia (Atalarik) kan sempat nawarin (bayar) pakai BPKB mobil ya. Seperti yang saya sampaikan, gitu. Yang dia bilang mobil tersebut bisa laku sampai Rp 200 juta. Saya nggak terima itu. Jadi kita minta uang aja, gitu loh," ucap Yuri.

Meski pada akhirnya bisa sepakat, Yuri menyesalkan sikap Atalarik yang menurutnya hanya mengulur waktu. Hal itu cukup merugikan pihaknya dan pihak eksekutor dari Pengadilan Negeri Cibinong.

"Cuma saya sesali, kenapa sih harus tunggu saya sampai begini dulu, gitu loh, baru kalian mau selesaikan. Kenapa nggak dari kemarin kalian komunikasikan sehingga ini tidak terjadi, gitu loh. Akui sajalah, gitu loh. Jangan sampai nunggu begini kan, toh Anda juga kalah-kalah juga, gitu maksud saya," ungkap Yuri.

  1. Nikita Mirzani Sudah 2 Bulan Ditahan, Pengacara: Dia dalam Kondisi Sehat

Artis Nikita Mirzani saat mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (11/2/2025). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Kuasa hukum Nikita Mirzani, Fahmi Bachmid, membeberkan kondisi terkini kliennya yang sudah lebih dari dua bulan mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Nikita ditahan atas kasus dugaan pengancaman dan pemerasan terhadap dokter Reza Gladys.

Fachmi menyebut, Nikita berada dalam kondisi yang baik, meski sudah dua bulan mendekam di tahanan.

"Niki dalam keadaan sehat. Saya bertemu kemarin terkait persoalan lain. Kami sempat ngobrol lama, dan saya jelaskan proses hukum penahanannya sampai 1 Juli 2025," ujar Fahmi Bachmid kepada wartawan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan belum lama ini.

Lebih lanjut, Fahmi memastikan bahwa Nikita Mirzani siap menjalani proses hukumnya. Termasuk, jika kasusnya kelak dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

"Ya, Niki kalau (kasusnya) lanjut ke persidangan gulirkan aja, kalau gak siap ya lepaskan. Jangan main-main (sama) proses hukum," ucap Fahmi.

Sebagai kuasa hukum, Fahmi mengaku heran dengan penanganan kasus Nikita. Ia meminta agar Nikita dibebaskan dari tahanan jika kasus ini tak cukup kuat untuk dilanjutkan ke persidangan.

  1. Sudah 4 Kali Kecelakaan, Larasati Nugroho: Aku Harus Introspeksi Diri

Larasati Nugroho. Foto: Instagram/ @larasati.nugroho

Artis Larasati Nugroho sudah empat kali mengalami kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir. Kecelakaan itu terjadi dalam situasi yang berbeda-beda.

Larasati Nugroho sempat mempertanyakan mengapa dirinya sering mengalami kecelakaan. Namun, ia belum memperoleh jawabannya hingga saat ini.

“Mungkin ya, aku harus introspeksi, ‘Aku kenapa kecelakaan terus?’ Misalkan orang kan problem-nya banyak. Aku kontinuitasnya kecelakaan. Harus lebih memperbaiki diri,” kata Larasati.

Larasati merasakan trauma usai mengalami kecelakaan. Menurutnya, hal itu merupakan sesuatu yang wajar. Meski begitu, Larasati bersyukur karena kecelakaan yang sering ia alami tidak berpengaruh pada mentalnya.

“Untuk mental sendiri, enggak ada yang gimana. Karena aku habis kecelakaan langsung minta tolong pacar aku, ‘Kita lewati jalan itu lagi dong.’ Aku pengin lihat kejadiannya, kenapa bisa gini,” kata Larasati.

  1. Polisikan Ahmad Dhani Dianggap Pansos, Rayen Pono: Saya Sejajar dengan Beliau

Rayen Pono hadiri agenda pemeriksaan atas laporannya terhadap Ahmad Dhani di Polda Metro Jaya, Kamis (15/5/2025). Foto: Giovanni/kumparan

Musisi Rayen Pono menanggapi mengenai dirinya yang dianggap panjat sosial (pansos) karena melaporkan Ahmad Dhani ke polisi. Rayen mengatakan ia dan Dhani berada dalam posisi sejajar.

“Kalau kalian bilang pansos, itu salah. Saya ada di posisi sejajar dengan Ahmad Dhani,” kata Rayen di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/5).

Rayen Pono melaporkan Ahmad Dhani ke polisi atas dugaan penghinaan terhadap suku, ras, dan etnis, serta pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Laporan ini terkait Dhani yang diduga menyebut nama Rayen Pono menjadi “Rayen Porno” dalam sebuah debat publik terkait hak cipta.

Rayen Pono mengungkapkan posisinya sejajar dengan Ahmad Dhani karena pentolan band Dewa 19 itu yang mengundang dirinya untuk ikut debat. “Artinya, pikiran saya, argumentasi saya sudah cukup mengganggu pikirannya. Sehingga saya jadi sejajar dengan beliau,” tuturnya.

Rayen mengatakan ada cara lain yang lebih elegan untuk pansos. Bukan dengan cara melaporkan Dhani. Menurut Rayen, alasannya membuat laporan polisi karena untuk membela kehormatan keluarga.

  1. Produser Yulia Evina Bhara Jadi Juri di Cannes Film Festival 2025

Produser asal Indonesia yang jadi juri utama project market BIFAN 2024, Yulia Evina Bhara dalam acara pembukaan BIFAN+. Foto: Poplicist/Arman Febryan

Produser film asal Indonesia, Yulia Evina Bhara, menjadi anggota juri dalam kompetisi Semaine de la Critique di ajang Cannes Film Festival 2025.

Yulia hadir bersama juri dari beberapa negara, yaitu, Daniel Kaluuya (Inggris), Jihane Bougrine (Perancis-Maroko), Josée Deshaies (Kanada-Perancis), dan ketua juri, Rodrigo Sorogoyen (Spanyol).

"Secara personal, saya (merasa) macam-macam, takut, senang pasti, dan bangga. Kita dipilih mungkin karena panitia melihat ada suatu hal dari Indonesia,” kata Yulia Evina Bhara dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.

Semaine de la Critique dimulai pada 14 hingga 22 Mei 2025, sementara Festival Film Cannes digelar selama 13 hingga 24 Mei 2025.

Semaine de la Critique diadakan untuk film debut pertama dan kedua. Ada tujuh film panjang dan 10 film pendek yang ikut serta di sesi ini.