5 Berita Populer: Awan Feast Amuk Oknum Aparat; Suami Kenang Kepergian Mpok Alpa
·waktu baca 6 menit

Awan .Feast semprot oknum aparat di konser menjadi berita populer di hari Minggu, (17/8).
Selain itu, suami kenang kepergian Mpok Alpa juga menjadi sorotan.
Berikut 5 berita populer di hari Minggu yang telah dirangkum kumparan.
1. Awan .Feast Amuk Oknum Aparat yang Diduga Pukul Penonton Bawa Bendera One Piece
Pemain bass band .Feast, Fadli Fikriawan alias Awan ramai dibicarakan di media sosial usai meluapkan amarahnya kepada oknum aparat kepolisian di tengah konser. Momen ini tersaji di hari pertama panggung RI Fest 2025, yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Semula, aksi panggung berjalan lancar. Namun .Feast mendadak berhenti sejenak saat Awan menegur keras tindakan dugaan represif yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap penonton.
Di beberapa video yang viral di media sosial, para penonton awalnya terlihat sedang moshing menikmati penampilan .Feast. Salah satu di antara mereka ada yang membawa bendera hitam bergambar simbol dari serial anime populer, One Piece.
"Saya lihat dari ujung mata saya, orang moshing biasa saja bawa bendera One Piece, itu enggak usah dipukulin kali, Pak," seru Awan dari atas panggung.
Saat itu, Awan menyayangkan tindakan aparat yang dinilainya berlebihan. Menurutnya, aksi penonton adalah sebuah ekspresi kegembiraan yang tidak seharusnya ditanggapi dengan kekerasan.
"Biasa aja dong, lo dibayar juga pakai duit duit mereka (masyarakat sipil). Orang moshing biasa saja. Lo yang loreng-loreng juga sama. Biasa saja. Tenang saja, pak. Ente masih muda, tahu ane," seru Awan.
"Enggak usah dipukulin, lo juga dibayar pakai duit mereka, orang moshing biasa aja," lanjut Awan.
2. Suami Mpok Alpa Kenang Momen Kepergian Istrinya: Sempat Ucap Kalimat Syahadat
Presenter Nina Carolina atau yang akrab disapa Mpok Alpa (38) meninggal dunia pada Jumat (15/8) karena kanker payudara.
Suami Mpok Alpa, Ajie Darmaji, sempat membagikan momen-momen terakhir sang istri sebelum mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit kanker Dharmais.
Kondisi Mpok Alpa diceritakan mulai menurun drastis setelah waktu subuh pada hari kepergiannya. Ajie, yang setia mendampingi juga merasakan fisik istrinya semakin dingin.
"Saat saya usap, kok sudah dingin, kok dingin ini, ya, makin ke sini makin ke kaki dinginnya. Jamnya abis subuh, jadi ke kaki tuh mulai dingin," kenang Ajie Darmaji saat ditemui di rumah duka kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan.
Seiring dengan suhu tubuh yang terus menurun, Mpok Alpa mulai menunjukkan kegelisahan. Menurut Ajie, istrinya terus memintanya berada di dekatnya. Mpok Alpa juga tak bisa banyak bicara karena kondisi pernapasannya memburuk.
Di momen kritis itu, Ajie memeluk erat sang istri. Dalam dekapan terakhir itu, Mpok Alpa mengucap kalimat yang menandakan kepasrahan.
"Dia bilang 'Pak, ini sudah enggak kuat. Peluk'," ucap Ajie lagi.
Ajie Darmaji lalu membimbing sang istri untuk mengucapkan kalimat syahadat. Ia menuntun Mpok Alpa hingga akhir hayatnya.
"Saya peluk, saya bilang 'ya sudah, ikuti ya'. sampai Laillahaillallah, sampai Allah, begitu merem (menutup mata). (Napasnya) Sudah habis," ungkap Ajie.
3. Gaya Verrell Bramasta Pakai Baju Adat NTT di HUT ke-80 RI
Verrell Bramasta menjadi salah satu selebriti sekaligus anggota dewan yang menghadiri HUT ke-80 RI di Istana Negara pada Minggu (17/8).
Dalam kesempatan itu, Verrell tampil keren dengan mengenakan baju adat Rote, NTT. Ia mengenakan kain tenun bermotif dan dilengkapi ikat kepala khas NTT.
Dalam postingan terbarunya di Instagram, Verrell pun mengaku bangga bisa mengenakan pakaian adat tersebut.
"Sebuah kebanggaan saya bisa menjadi bagian dari sebuah negara bernama Indonesia. Kaya dalam budaya, sumber daya alam dan tentunya adat istiadat yang berwarna. Nusa terindah, surga yang tersembunyi di Timur Indonesia," tulis Verrell Bramasta sebagai caption foto.
Pria yang dikabarkan menjalin kedekatan dengan Fuji ini juga mengatakan bahwa semangatnya sebagai generasi muda Indonesia tak akan pernah padam sampai kapan pun.
"80 tahun Indonesia merdeka, 17 Agustus adalah bukti semangat anak muda tak pernah padam. Dirgahayu Republik Indonesia ke-80!🇮🇩," pungkasnya.
4. Suami Mpok Alpa Ungkap Alasan sang Istri Rahasiakan Penyakitnya
Suami dari presenter sekaligus komedian Nina Carolina alias Mpok Alpa, Ajie Darmaji, mengungkap alasan kenapa mendiang istrinya enggan mengungkap soal penyakitnya ke orang-orang.
Pria yang akrab disapa Idung itu mengakui bahwa tak banyak yang tahu soal penyakit Mpok Alpa. Sang istri memang hanya cerita ke beberapa orang, yaitu Raffi Ahmad dan Irfan Hakim.
"Katanya punya penyakit jangan dimanja. Mau kasih tahu ke orang juga enggak mau, 'Sudah biarin, kalau kita masih bisa sendiri, ya, sendiri', gitu orangnya. ," ujar Ajie Darmaji kepada wartawan di rumah duka kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (16/8).
"Sampai beberapa teman yang lain juga, ya sudah, itu diumumin aja. Jadi insyaallah teman ada yang bantu, dia tetap enggak mau," sambungnya.
Sebagai suami, Ajie menerima dan menghormati alasan istrinya yang tak mau penyakitnya diketahui oleh banyak orang. Menurut Ajie, istrinya tak mau kabar dirinya sakit tersebar lantaran ia takut merepotkan banyak orang.
5. Tanda Tangan Petisi Kemanusiaan, Inara Rusli Singgung Beratnya Jadi Ibu di Gaza
Inara Rusli dan sederet influencer Indonesia lainnya seperti Bella Fawzi, Rebecca Reijman, hingga Michelle Santoso menyatakan sikap untuk mendukung Kemerdekaan Palestina dan menghentikan tindakan genosida yang terjadi di sana.
Inara Rusli, yang kini dikenal juga sebagai Duta Rumah Sakit Ibu dan Anak di Gaza, mengungkap soal penderitaan para perempuan dan ibu-ibu di Palestina yang hidup di bawah ancaman bom dan blokade.
"Saya merasakan betapa beratnya menjadi ibu di Gaza. Mereka kehilangan anak-anak, rumah, dan harapan. Mereka tetap bertahan meski dunia sering kali memilih diam," ujar Inara Rusli dalam jumpa pers 'Para Influencer Indonesia Bersatu Untuk Akhiri Genosida di Gaza', di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Walau tak mudah untuk melakukannya, sebagai figur publik, Inara diberikan kemudahan yang bisa ia manfaatkan. Salah satunya dengan terus menyuarakan kemerdekaan bagi rakyat di Palestina melalui sosial media miliknya.
"Tapi keheningan kita bukan berati kita tak bisa melakukan apapun, kita bisa menggunakan sosial media sebagai ladang berjihad untuk menyuarakan kemerdekaan bagi Palestina," ucap Inara Rusli.
Sebagai seorang perempuan dan ibu, Inara tak lagi menginginkan ada anak-anak atau perempuan yang menjadi korban di Palrstina. Karena itu ia menyerukan kemerdekaan bagi Palestina bisa segera diwujudkan.
"Hari ini saya menegaskan dukungan kita untuk rakyat Palestina dan dukungan tanpa syarat karena ini bukan isu politik, ini isu kemanusiaan. Kita berkumpul karena nurani kita menolak untuk diam melihat ketidakadilan," tegasnya.
