5 Berita Populer: Irianti Erningpraja Meninggal; Adegan Panas Ali Fikry
ยทwaktu baca 5 menit

Irianti Erningpraja meninggal karena kanker menjadi berita populer di hari Rabu (28/5).
Ali Fikry minta izin sang ibu untuk beradegan panas di film Gowok juga menjadi sorotan.
Berikut 5 berita populer di hari Rabu yang telah dirangkum kumparan.
1. Irianti Erningpraja Meninggal karena Kanker, Rasakan Gejala sejak Tahun Lalu
Irianti Erningpraja meninggal dunia usai berjuang melawan kanker. Gejala kanker dirasakan Irianti sejak tahun 2024 lalu.
Hal tersebut disampaikan suami Irianti, Peco Seno. Seno bilang kanker mulai terdeteksi menggerogoti tubuh sang istri sejak setahun belakangan.
"Kalau dari gejala pertama sih, atau gejala yang terdeteksi pertengahan 2024 tuh berarti sudah setahun lebih, 1,5 tahun lah. 1 tahun lah," kata Seno di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (28/5).
Kala itu, Irianti melakukan berbagai pengecekan guna mendeteksi kanker. Hingga akhirnya dia menjalani sejumlah penanganan medis.
"Medical itu sejak September, biopsi dan sebagainya, berarti sampai sekarang berapa lama, 8 bulanan lah totalnya," ungkap Seno.
Sejak Oktober 2024, Irianti fokus berjuang melawan penyakitnya. Namun, dalam perjalanannya, upaya pengobatan menemukan kendala.
"Sempat ada yang salah-salah sedikit lah kayak begitu, pindah pindah rumah sakit, jadi, ya ini," tuturnya.
2. Masih di Bawah Umur, Ali Fikry Izin ke Ibu untuk Beradegan Panas di Film Gowok
Aktor muda Ali Fikry didapuk sebagai pemeran Bagas dalam film MVP Pictures terbaru berjudul Gowok: Kamasutra Jawa.
Meski masih di bawah 18 tahun, Ali Fikry harus menjalani beberapa adegan seperti stimulasi seks hingga melihat visual tubuh perempuan dalam Gowok.
Oleh karenanya, ketika ditawari, Ali Fikry minta izin dari ibunya untuk berperan dalam film arahan Hanung Bramantyo tersebut
"Waktu pertama kali ditawari, aduh ini filmnya berani banget. Aku juga sempat ngobrol sama mama, minta restu sama mama buat main di film ini. Akhirnya setelah ngobrol kita sepakat bahwa umur enggak bisa berhentiin aku buat ikut bergabung dalam film yang penting ini. Jadi aku merasa bersyukur banget," kata Ali Fikry dalam konferensi pers di Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (26/5).
Didampingi Runny Rudiyanti yang jadi pemeran sekaligus intimacy coordinator, Ali Fikry berhasil membawakan seluruh adegannya dengan baik. Di lokasi set, ibu Ali Fikry juga setia mendampingi.
3. Bunga Zainal Sulit Ikhlaskan Kerugian Miliaran Rupiah akibat Investasi Bodong
Kuasa hukum aktris Bunga Zainal, Muhammad Zaky Rabbani, menyebut bahwa kliennya masih belum bisa mengikhlaskan kerugian yang diterima akibat kasus dugaan investasi bodong. Bunga kehilangan miliaran rupiah karena kasus tersebut.
"Sebagai manusia pada umumnya, uang sebesar itu tentu tidak ikhlas ya, itu nilai yang sangat besar, pemulihan kerugiannya sangat besar, apalagi kalau kita bicara potensi keuntungan jika uang tersebut diinvestasikan dengan benar, itu ada potensi keuntungan yang hilang," ujar Muhammad Zaky Rabbani kepada wartawan di kawasan Slipi, Jakarta Barat.
Lebih lanjut, Zaky mengatakan walau proses hukum masih berjalan, pihaknya tetap berharap ada pengembalian dana dari para pelaku terhadap Bunga.
"Kami masih berharap ada upaya pengembalian. Tapi semua itu bergantung pada proses yang sedang berlangsung. Kami ikuti secara bertahap," ucap Zaky.
Zaky kemudian mengatakan, hubungan Bunga dan sang suami, Sukhdev Singh, tak goyah meskipun ia menghadapi kerugian besar. Keduanya justru saling menguatkan satu sama lain.
4. Curhat Hanung Bramantyo Susah Dapat Izin Zaskia Adya Mecca Buat Garap Film Gowok
Sutradara Hanung Bramantyo kembali menyutradarai film terbaru berjudul Gowok: Kamasutra Jawa. Film kolaborasi Dapur Films dan MVP Pictures ini mengangkat kisah gowok di mana banyak adegan sensual di dalamnya.
Saat awal menggarap film ini, Hanung mengaku sulit mendapat izin dari istrinya, Zaskia Addya Mecca.
"Untuk membuat film ini, saya izin sama Zaskia itu luar biasa sulit. Saya harus menjelaskan bahwa film ini, enggak gini dan enggak gitu," kata Hanung Bramantyo dalam konferensi pers di Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (26/5).
Lewat Gowok, Hanung hanya ingin mengatakan bahwa di era sebelum 1930, pendidikan hak orgasme soal perempuan itu sudah ada.
"Tujuan saya bukan soal seksual, eksplisit segala macem, tapi pertanyaan saya gimana cara saya menyampaikan agar enggak disuguhkan documentary," jelas Hanung.
Hanung paham alasan Zaskia sulit memberinya izin. Menurutnya, Gowok adalah film karyanya yang paling vulgar.
"Saya pikir yang berhubungan banget sama seksualitas hanya ini, film Gowok: Kamasutra Jawa. Ipar Adalah Maut hanya perselingkuhan saja, penampilan adegan seksual juga bukan persoalan," ujar Hanung.
5. Sidang Gugatan Keenan Nasution Terhadap Vidi Aldiano Ditunda hingga 11 Juni
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menggelar sidang perdana gugatan hak cipta yang dilayangkan Keenan Nasution dan Rudi Pekerti terhadap Vidi Aldiano, Rabu (28/5).
Pihak Keenan Nasution dan Rudi Pekerti selaku penggugat diwakili oleh kuasa hukum mereka Minola Sebayang. Sementara pihak Vidi Aldiano selaku tergugat tampak tak hadir ke persidangan.
"Ini sidang pertama, sidang tadi sudah dimulai dan ternyata pada sidang hari ini tergugat tidak hadir," kata Minola Sebayang usai sidang.
Minola mengatakan bahwa pihak pengadilan akan melayangkan panggilan kedua untuk pihak tergugat. Sidang perkara tersebut ditunda hingga 3 minggu ke depan.
"Oleh karena itu akan diberikan surat panggilan kedua dan sidangnya akan diagendakan tiga minggu lagi dari tanggal hari ini, yaitu 11 Juni," tutur Minola.
"Nah, kita harapkan pada 11 Juni, Vidi atau kuasa hukumnya hadir sehingga perkara ini bisa berjalan dengan baik, bisa diperiksa dengan baik, dan ada keputusan yang baik bagi kedua belah pihak," tambahnya.
