Kumparan Logo

5 Berita Populer: Keponakan Chika Jessica; Pestapora Digelar Lebih Pagi

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Chika Jessica. Foto: Instagram/@chikajessica88
zoom-in-whitePerbesar
Chika Jessica. Foto: Instagram/@chikajessica88

Keponakan Chika Jessica jadi korban salah pukul polisi saat demo menjadi berita populer pada Rabu (3/9).

Pestapora digelar lebih pagi juga menjadi sorotan sepanjang hari kemarin.

Berikut 5 berita populer hari Rabu yang telah dirangkum kumparan.

1. Chika Jessica Ungkap Keponakannya Jadi Korban Salah Pukul Polisi Saat Ada Demo

Artis Chika Jessica memberikan bunga kepada salah satu aparat keamanan di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (1/10/2019). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Artis Chika Jessica mengungkapkan bahwa keponakannya menjadi korban pemukulan dari oknum anggota kepolisian di Bandung.

Pemukulan terhadap keponakannya, menurut Chika Jessica, terjadi ketika anggota kepolisian tengah mengejar para pendemo.

"Semalam di Bandung keponakan saya menjadi korban pemukulan oleh polisi di Bandung yang di mana polisinya sedang mengejar pendemo berlarian sambil memukul secara random," tulis Chika di Instagram Story, Selasa (2/9).

Chika Jessica heran mengapa polisi asal menghujani pukulan kepada keponakannya. Apalagi saat itu, menurut Chika, sang keponakan tengah membeli jajanan di salah satu penjaja makanan di pinggir jalan.

"Posisi keponakan saya baru pulang kerja dan sedang jajan di gerobak tahu bulat dan sedang diam. Tapi tiba-tiba diseret dan dipukul kepalanya oleh polisi," tulis Chika.

"Bahkan teman-temannya pun sudah teriak, 'ini mah karyawan pak, baru pulang kerja.' Tapi temannya malah ikut kena hantaman pentungan polisi juga," sambungnya.

Chika menyayangkan masih ada tindakan tak bertanggung jawab seperti itu. Menurutnya, aparat tak bisa semena-mena melakukan tindak kekerasan.

"Dalam keadaan yang sedang tidak kondusif seperti ini pasti banyak juga oknum yang mengatasnamakan pendemo padahal dia perusuh. Tapi tolong pak polisi jangan salah sasaran dong. Nyawa enggak bisa diganti. Kami tidak pantas mendapat perlakuan kasar seperti ini," tulis Chika.

2. Dapat Lagu dari Musisi Jalanan, Razman Nasution: Saya Meneteskan Air Mata

Pembacaan pleidoi pengacara Razman Arif Nasution di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (29/7/2025). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Razman Arif Nasution menghampiri sejumlah massa yang memberinya dukungan dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terhadap Hotman Paris Hutapea, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (2/9).

Dalam kesempatan itu, Razman dibuat haru oleh Komunitas Musisi Jalanan (Komjal) yang menciptakan lagu khusus untuknya. Razman terharu lantaran dia tak pernah mengenal orang-orang tersebut sebelumnya.

"Iya, benar saya meneteskan air mata karena saya tidak menduga ada komunitas musik jalanan yang saya tidak kenal, mereka mengirimkan lagu," ungkap Razman.

Razman juga tak menyangka kasusnya menjadi perhatian para musisi jalanan. Dia mengaku terkejut melihat antusias mereka dalam menyuarakan dukungan agar dirinya bisa divonis bebas dalam perkara itu.

"Ternyata para musisi jalanan ini memantau sosok seorang Razman dan kasus yang sedang di jalani, kemudian cara saya membela klien," ungkap Razman.

"Lalu kemudian mereka kirim lagu buat saya. Lalu kemudian mereka bilang bergabung di sini. Ya, saya enggak bisa halangi," tambahnya.

3. Ramai Pembatalan Festival Musik dan Konser, Pengamat: Utamakan Penonton Selamat

Kondisi persiapan konser Peterpan The Journey Continues yang ditunda di Eldorado Dome Bandung, Minggu (31/8/2025). Foto: Syawal Darisman/kumparan

Sederet konser di berbagai penjuru Tanah Air harus dibatalkan atau ditunda, mempertimbangkan kondisi sosial politik saat ini terjadi.

Banyak zona merah di berbagai daerah di Indonesia yang kerap menjadi titik demo atau penyampaian aspirasi yang tak sedikit berujung ricuh.

Beberapa konser atau festival musik yang batal atau ditunda di antaranya adalah konser Peterpan di Bandung, EPIK HIGH di Kelapa Gading, SAMFEST 2025 Bekasi, hingga Localfest di Bandung.

Menurut pengamat musik Wendi Putranto, pembatalan festival musik di berbagai daerah pastinya berdasarkan analisa situasi dan kondisi objektif dari promotor.

"Objektif dan analisa cermat dari pihak promotor maupun kepolisian, sesuai dengan wilayah penyelenggaraan masing-masing. Biasanya yang menjadi pertimbangan dan prioritas adalah keselamatan, keamanan, dan kenyamanan para penonton dan artis-artis penampil," kata Wendi kepada kumparan, Selasa (2/9).

Menurut Wendi, apabila diselenggarakan sesuai prosedur, promotor harus bisa memperkuat manajemen keamanan.

"Mitigasinya misalnya dengan memperkuat manajemen sekuriti dan crowd control di seluruh akses masuk dan keluar, serta backstage. Mendapat dukungan dari tim Gegana, K9, dan sebagainya," ungkap Wendi.

Manajer band Seringai itu menyebut contoh konser tunggal Yuni Shara di Istora Senayan pada Sabtu (30/8) lalu.

"Konser itu berjalan aman dan lancar, padahal jarak dengan lokasi demo tidak sampai 1 kilometer," jelasnya.

4. Kunto Aji Apresiasi Warga Bekasi, Gaungkan Warga Jaga Warga

Kunto Aji hadir dalam acara panggung terbuka Seni Lawan Tirani-Jaga Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin (1/9/2025). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Penyanyi Kunto Aji menyerukan agar warga bisa saling menjaga keamanan satu sama lain di tengah kondisi yang tengah bergejolak.

Aji mengapresiasi warga Kota Bekasi yang kompak menghalau oknum tidak dikenal yang berpotensi melakukan penjarahan pada Minggu (31/8) di seputar Kota Bekasi.

"Walau menyedihkan, ya, tapi tetap warga bantu warga. Warga jaga warga lagi. Dan saya apresiasi banget apa yang terjadi di Bekasi tadi malam gitu. Warga berhasil menghalau massa yang tidak dikenal," ujar Kunto Aji saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (1/9).

Menurut Aji, kekompakan warga mampu menghadirkan kedamaian dan keamanan bersama di tiap wilayah.

"Sekarang justru jadi tugas kita adalah untuk mempertahankan kota kita dari massa yang kita tidak tahu asalnya dari mana. Kalau menyayangkan atau tidak, jelas sangat menyayangkan," tuturnya.

5. Pestapora Digelar Pukul 8 Pagi hingga 8 Malam demi Alasan Keamanan

Penyanyi Naura Ayu tampil saat Festival Musik PestaPora 2024 di JIexpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/9/2024). Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin

Festival musik Pestapora 2025 siap digelar pada 5, 6, dan 7 September 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Bedanya, festival yang dipromotori BOSS Creator itu digelar dengan penyesuaian jam baru, yaitu pukul 08.00-20.00 WIB.

Informasi ini diungkap oleh Festival Director Pestapora, Kiki Ucup, lewat video yang diunggah di akun Instagram Pestapora.

"Kabar yang bisa kami berikan adalah Pestapora akan terlaksana di tanggal 5, 6,dan 7 September 2025. Tetapi dengan penyesuaian jam pelaksanaannya. Yang tadinya Pestapora selalu dilaksanakan mulai jam 2 siang hingga 1 malam, kali ini kami akan melaksanakan Pestapora dimulai dari pukul 8 pagi sampai dengan 8 malam," kata Ucup.

Ucup berharap keputusan ini bisa memberi rasa aman bagi para penonton, di tengah situasi demo dan konflik yang masih terlihat di beberapa titik di Jakarta.

"Harapannya, ini bisa memberikan rasa aman dan rasa nyaman untuk kalian tetap bisa hadir di Pestapora," tutur Ucup.