5 Berita Populer: KPAI soal 'Aku Harus Mati'; Erika Carlina Bela Rachel Vennya
·waktu baca 3 menit

KPAI merespons soal polemik billboard film Aku Harus Mati menjadi berita populer di hari Minggu (5/4).
Selain itu, Erika Carlina bela Rachel Vennya juga menjadi sorotan.
Berikut adalah rangkuman dari 5 berita populer yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.
1. KPAI: Penurunan Billboard ‘Aku Harus Mati’ Sudah Tepat, Namun Terlambat
Billboard film ‘Aku Harus Mati’ yang sempat bikin heboh karena dianggap meresahkan, terutama buat anak-anak, kini sudah diturunkan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun ikut bersuara, bilang kalau langkah penurunan ini memang sudah tepat. Tapi sayangnya, KPAI menilai produser film ini telat banget responnya.
Menurut Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, polemik yang terlanjur meluas itu nunjukkin kurangnya sensitivitas dalam promosi di ruang publik. Diyah bahkan bilang, “Memang terlambat. Kalau kami melihat, ini sedikit ceroboh karena terlalu berorientasi bisnis tanpa mempertimbangkan nilai moral.”
Meski begitu, KPAI tetap kasih apresiasi atas penurunannya, sambil mengingatkan biar kejadian serupa tidak terulang lagi ke depannya. Mereka juga dorong pengawasan lintas lembaga biar kasus kayak gini bisa dicegah sejak awal.
2. Erika Carlina Bela Rachel Vennya soal Rumah untuk Xabiru Diduga Dijual Okin
Drama Rachel Vennya dan Okin soal rumah buat Xabiru lagi jadi sorotan. Sahabat Rachel, Erika Carlina, akhirnya ikut nimbrung membela. Erika bilang kalau Rachel itu tipe yang suka memendam masalah.
Polemik ini bermula dari curhatan Rachel di broadcast channel Instagramnya, dia kecewa karena rumah yang seharusnya buat Xabiru malah diduga mau dijual Okin tanpa komunikasi.
Padahal, rumah itu bentuk tanggung jawab Okin buat anak mereka. Erika Carlina ikut geram.
"Ada orang di dalam rumah itu, keluarganya Rachel yang harus dilindungi. Itu jatuhnya kayak teror, jadi nggak nyaman," ungkapnya.
3. Produser Pastikan Judul Aku Harus Mati dan Semua Materi Promosi Sudah Lolos LSF
Di tengah pro dan kontra soal materi promosi film ‘Aku Harus Mati’, produser Iwet Ramadhan langsung klarifikasi. Ia menegaskan kalau semua konten promosi, termasuk judul film, sudah melewati prosedur dan lolos sensor dari Lembaga Sensor Film (LSF) serta Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Iwet mengaku tak ada satu pun materi yang naik tanpa izin pihak berwenang. Bahkan, LSF disebut-sebut kasih persetujuan tanpa revisi pada materi promosi itu.
Soal judul ‘Aku Harus Mati’ yang dianggap sensitif, Iwet juga menjelaskan kalau frasa itu diambil langsung dari dialog di naskah film.
4. Dijodoh-jodohkan dengan Reza Arap, Ini Kata Fuji soal Isu Furab
Fujianti Utami Putri alias Fuji, akhirnya buka suara soal isu perjodohan dirinya dengan Reza Arap yang lagi viral. Warganet udah heboh banget nge-ship mereka sampai muncul istilah “Furab” atau Fuji-Arap di media sosial.
Meski ramai banget dijodoh-jodohkan, Fuji santai aja menanggapinya. Ia bahkan bilang nggak masalah sama anggapan netizen, asalkan nggak di-tag langsung ke akunnya.
“Ya udah nggak apa-apa, kalau aku nggak apa-apa, tapi jangan nge-tag ke aku ya,” ujarnya sambil santai.
5. Tuai Kontroversi, Produser Pastikan Billboard 'Aku Harus Mati' Sudah Diturunkan
Film ‘Aku Harus Mati’ memang sukses bikin geger dengan billboard promosi provokatifnya yang tersebar di berbagai daerah. Judulnya yang dianggap bisa jadi “trigger” langsung bikin warganet dan masyarakat resah. Tapi tenang saja, produser Iwet Ramadhan sudah memastikan kalau billboard tersebut sudah diturunkan.
Iwet menjelaskan, pemasangan billboard itu memang bagian dari strategi pemasaran fase pertama yang durasinya sampai tanggal 5 April. “Jadi per malam ini kami turunkan materinya. Supaya tanggal 5 April selesai, karena kami akan lanjut masuk ke fase berikutnya untuk promosinya,” jelasnya. Meski sempat menuai pro dan kontra di berbagai kota, Iwet menegaskan kalau penurunan ini sesuai jadwal, bukan karena ditarik paksa. Jadi, memang sudah waktunya ganti fase promosi guys!
