Kumparan Logo

5 Berita Populer: Pemanasan Jelang Konser YE; Soal Lukisan Indo B Satria

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Acara Tunnel Vision-An Ode to Ye yang Digelar di underpass kawasan SCBD. Foto: Dok. Raw Vision Collective
zoom-in-whitePerbesar
Acara Tunnel Vision-An Ode to Ye yang Digelar di underpass kawasan SCBD. Foto: Dok. Raw Vision Collective

Acara yang digelar jelang konser YE di Jakarta jadi salah satu berita populer pada Senin (19/10). Selain itu ada mengenai lukisan Indo B Satria. Berikut adalah rangkuman dari 5 berita populer yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.

1. Merangkai Realitas yang Absurd Menjadi Keindahan dalam Lukisan Indo B Satria

Hotel Artotel Wanasaba, Wonosobo, Jawa Tengah. Foto: DN. Mustika Sari/kumparan

Seniman Indo B. Satria menghadirkan sudut pandang unik dalam memandang kenyataan lewat lukisan bertajuk The Window of Serene Absurdity. Bagi Indo, kejanggalan dan absurditas kehidupan sehari-hari bukanlah hal yang perlu dipertanyakan, melainkan potongan komposisi yang bisa dirangkai menjadi sebuah karya visual yang indah dan dapat dinikmati.

Melalui karya yang dipajang di artspace Artotel Wanasaba, Wonosobo, Indo memberikan kebebasan penuh bagi penikmat seni untuk menafsirkan karyanya tanpa terpaku pada makna tunggal. Ia sengaja memadukan latar lanskap serta perpaduan figur dari berbagai era, seperti nuansa Renaisans hingga gaya anak muda skena masa kini, agar karyanya tidak terikat oleh satu periode waktu tertentu.

2. Cerita Matematika Tuhan Berbeda, Arda Hatna dapat Inspirasi Usai Hipnoterapi

Media visit bersama Arda Hatna di kumparan, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Foto: Dzaki Fadilah/kumparan

Musisi independen Arda Hatna kembali menyapa pendengarnya lewat single terbaru bertajuk Matematika Tuhan Berbeda. Lagu ini lahir dari pengalaman personal Arda setelah selesai menjalani sesi hipnoterapi, di mana ia tergerak oleh cerita tentang orang-orang baik yang sering kali disakiti dan dimanipulasi namun tetap memilih untuk berbenah.

Lewat karya anyarnya ini, Arda ingin menyampaikan pesan bahwa perhitungan manusia sering kali berbeda jauh dengan jalan yang ditentukan oleh Sang Pencipta. Mengangkat pertanyaan sederhana tentang alasan untuk tetap menjadi baik, lagu ini menjadi refleksi mendalam yang dibalut dengan diksi puitis dan dekat dengan dinamika kehidupan sehari-hari.

3. Aulia Sarah Ungkap Tantangan Jadi Hantu di Film Pirunduk

Aulia Sarah di Gala Premier Badarawuhi Di Desa Penari, century city AMC Theater, Los Angeles, Kamis (4/4/2024). Foto: Caroline Pramantie/kumparan

Aktris Aulia Sarah kembali memamerkan kebolehannya di genre horor lewat film terbaru produksi Pichouse berjudul Pirunduk. Mengangkat latar budaya Banjar yang kental akan unsur mistis, Aulia berperan sebagai Siti, seorang perempuan yang terjebak dalam pernikahan penuh tekanan sebelum akhirnya berubah menjadi sosok hantu penunggu.

Selama proses syuting di Kalimantan Selatan, Aulia mengaku menghadapi tantangan fisik yang cukup berat akibat cuaca yang sangat panas. Selain harus tampil menggunakan riasan prostetik khusus, ia juga dituntut untuk selalu beradegan dalam kondisi tubuh basah, yang membuatnya kerap mengalami masuk angin di lokasi syuting.

4. Film Lingsir Wengi Sajikan Sisi Lain Lagu Horor Ini dan Realitas Anak Muda

Konferensi Pers Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro di Kawasan Senayan, Jakarta. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Mitos seputar tembang Jawa Lingsir Wengi yang kerap diidentikkan sebagai lagu pemanggil makhluk halus kini diluruskan lewat layar lebar. Diproduksi oleh Lab Pictures, film Lingsir Wengi berusaha meluruskan stigma tersebut dengan menegaskan bahwa tembang legendaris itu sebenarnya diciptakan sebagai ungkapan cinta dan kasih sayang.

Disutradarai oleh Adhe Dharmastriya, film ini mengombinasikan unsur budaya tradisional dengan dinamika kehidupan anak Gen Z masa kini. Tak hanya menyajikan nuansa misteri, alur ceritanya juga menyoroti perjuangan kemandirian, persahabatan, hingga konflik hubungan yang sangat relevan dengan realitas anak muda zaman sekarang.

5. "Tunnel Vision-An Ode to YE": Pemanasan Jelang Konser YE di Jakarta

Acara Tunnel Vision-An Ode to Ye yang Digelar di underpass kawasan SCBD. Foto: Dok. Raw Vision Collective

Euforia menyambut konser YE Live in Jakarta 2026 kian terasa hangat lewat digelarnya pertunjukan eksperimental bertajuk Tunnel Vision: An Ode to YE di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Acara ini memadukan paduan suara kontemporer dan instrumen musik tradisional Indonesia untuk membawakan kembali 15 lagu hits milik YE dengan aransemen yang lebih segar.

Pertunjukan musik unik yang diarahkan langsung oleh produser peraih Grammy, Tony Williams, ini menghadirkan kolaborasi apik antara talenta lokal dan internasional. Langkah kreatif dari promotor Raw Vision Collective ini sukses menjadi sajian pemanasan yang makin memancing antusiasme puluhan ribu penggemar jelang aksi panggung utama YE di Stadion Utama GBK.