5 Berita Populer: Setlist Avenged Sevenfold; Film AI Incar Nominasi Oscar

Promotor soal setlist Avenged Sevenfold di Indonesia menjadi berita populer pada Kamis (8/10).
Selain itu, film AI 'Gods Don't Give Gifts' incar nominasi Best Animated Feature Oscar juga menjadi sorotan. Berikut ini 5 berita populer sepanjang hari kemarin.
1. Promotor: Setlist Konser Avenged Sevenfold di Indonesia Siap Bikin Iri
Konser Avenged Sevenfold di JIS pada 10 Oktober 2026 dipastikan jadi panggung paling istimewa. Jakarta dijadikan destinasi dengan perlakuan eksklusif yang tidak didapatkan oleh negara-negara tetangga.
Chief Buzz Officer Ravel Entertainment, Bella Kanigara, menyebut JIS jadi titik dengan daya tampung penonton terbesar dibandingkan destinasi tur Avenged Sevenfold lainnya di Asia. Perkiraan saat ini bisa mencapai 45.000 penonton saat terisi penuh (full house).
Terkait susunan setlist yang sempat memicu perdebatan pascakonser di Malaysia, pihak promotor menyatakan kerahasiaan daftar lagu tersebut dijaga sangat ketat oleh band.
Meski demikian, pihak promotor yakin panggung Jakarta akan diganjar setlist spesial mengingat Indonesia jadi salah satu fanbase terbesar Avenged Sevenfold di dunia.
2. Film AI 'Gods Don't Give Gifts' Incar Nominasi Best Animated Feature Oscar
Film AI 'Gods Don't Give Gifts' karya YouTuber Gossip Goblin atau Zack London dan Studio AI Fable dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat pada Desember mendatang. Jelang penayangannya, para kreator dikabarkan berencana mengajukan karya tersebut sebagai nominasi Best Animated Feature Oscar.
Dilansir Variety, Fable memang sengaja menempatkan proyek ini lebih dekat dengan musim kampanye Oscar yang konvensional. Langkah ini sekaligus menjadi ujian untuk melihat bagaimana sikap Academy terhadap film yang secara terbuka menggunakan teknologi AI.
Tak hanya itu, para kreator juga ingin memastikan apakah proyek buatan AI mampu bersanding dengan film-film yang dianggap sebagai karya sinema terbaik tahun ini. CEO Fable, Edward Saatchi, mengatakan bahwa ini menjadi momen bersejarah dan penting dalam dunia animasi.
Menurut London, dalam proses kreatif, teknologi AI memberikan kemampuan untuk menuangkan cerita ke layar. Menurut London, AI mampu mewujudkan apa yang ada dalam imajinasinya dengan tingkat akurasi yang luar biasa.
3. Konser Perdana 30 Tahun, Ungu Akan Bawakan 30 Lagu dan Kejutan Lintas Generasi
Band Ungu siap memasuki usia 30 tahun berkarya di industri musik Tanah Air. Pasha, Makki, Enda, Oncy, dan Rowman akan menggelar konser tunggal perdana di Indonesia bertajuk “Antam Presents Ungu: Waktu yang Dinanti-The Final Chapter” yang akan digelar pada 30 Oktober mendatang di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Setelah sukses menggelar konser di luar negeri seperti Singapura, Malaysia, hingga Hong Kong, tidak menutup kemungkinan bahwa menggelar konser di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.
“Kami justru lebih merasa tertantang di konser 30 tahun ini, di konser tiga dekade di Indonesia. Konser ini yang paling dinantikan oleh Cliquers di seantero Nusantara," jelas sang vokalis, Pasha.
Dalam perayaan konser ini, Ungu telah menyiapkan sekitar 30 lagu dari 15 album yang ada selama mereka berkarier selama 30 tahun.
4. Betrand Peto Hadiri Pemeriksaan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual
Betrand Peto memenuhi panggilan sebagai terlapor dalam kasus dugaan kekerasan seksual. Ia diperiksa atas laporan dari terduga ANW yang mengaku sebagai korbannya.
Betrand tiba di lokasi pemeriksaan pada Kamis (8/10) sekitar pukul 13.10 WIB. Saat ditemui wartawan, ia belum banyak memberikan keterangan terkait kasus yang tengah dihadapinya.
“Ya maksudnya ini kita masuk dulu, nanti biar bisa (menyampaikan pernyataan ke kalian) nanti kita bisa ceritakan apa hasilnya, gitu ya,” ujar Betrand Peto.
Ketika ditanya mengenai statusnya dalam pemeriksaan tersebut, Betrand membenarkan bahwa dirinya datang sebagai terlapor atas laporan ANW.
5. Kris Dayanti Jadi Special Perfomance di Konser A Tribute to Teresa Teng
Kris Dayanti bakal menjadi salah satu special performer dalam konser A Tribute to Teresa Teng yang digelar di The Ballroom at Plaza Senayan, Jakarta, pada 28 Oktober 2026. Ia akan tampil bersama Putri Ayu untuk mengiringi penampilan utama Flora Liu, penyanyi asal Shanghai yang dikenal memiliki suara mirip mendiang Teresa Teng.
Bagi Kris Dayanti, keterlibatannya dalam konser tersebut bukan sekadar kesempatan membawakan lagu-lagu Mandarin. Pelantun “Menghitung Hari” itu mengaku sudah cukup akrab dengan lagu-lagu Teresa Teng, terutama karena selama hampir 30 tahun berkarier sebagai penyanyi, ia kerap diminta membawakan lagu Mandarin dalam berbagai acara.
“Dan lagu yang menurut saya secara resonansi vokal, resonansi musik dan juga lagu, kayaknya pop Mandarin enggak ada lain selain lagu-lagunya Teresa Teng,” ujar Kris Dayanti saat konferensi pers A Tribute to Teresa Teng di Jakarta Pusat.
Menurut KD, lagu-lagu Teresa Teng memiliki daya tarik yang mampu menjangkau berbagai generasi. Bahkan dalam acara sederhana maupun pertunjukan besar, lagu-lagu tersebut tetap mudah dinikmati dan dinyanyikan bersama.
