5 Berita Populer: Uya Kuya Luka Mendalam; Animator Pakistan Berdamai
ยทwaktu baca 4 menit

Uya Kuya ungkap luka mendalam usai rumahnya dijarah massa jadi salah satu berita populer pada Jumat (5/9).
Selain itu, ada mengenai animator Pakistan berdamai dengan kreator film Merah Putih One For All. Berikut ini kumparan merangkum 5 berita yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.
1. Uya Kuya Ungkap Luka Mendalam Usai Rumahnya Dijarah Massa
Uya Kuya mengaku belum berani untuk bertemu banyak orang usai insiden penjarahan yang terjadi di kediamannya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.
Ia mengaku saat ini sedang tinggal di rumah aman (safe house). Saking takutnya, Uya sampai sembunyi-sembunyi ketika hendak keluar rumah.
"Kalau yang lain saya nggak tahu karena ini baru pertama lagi saya keluar dan bertemu orang ramai. Kemarin keluar saja diam-diam, baru sekarang berani keluar," ujar Uya Kuya kepada wartawan di kawasan Matraman, Jakarta Timur.
Uya Kuya pun tak memungkiri kalau kejadian ini memberikan luka yang cukup mendalam baginya dan anak-anak. Ia pun mengaku baru berani melihat video penjarahan rumahnya tiga hari setelah kejadian.
"Anak-anak nangis, di sana kan ada barang-barang, foto-foto kita yang gede-gede. Foto anak-anak masih kecil, foto nikah, sama kucing. Ya itu aja," kata Uya Kuya.
"Saya baru lihat video penjarahan itu baru kemarin atau baru dua hari ini lah. Saya baru liat Instagram setelah beberapa hari," pungkasnya.
2. Pengacara soal Besar Nafkah yang Diminta Istri Eza Gionino: Tergantung Kemampuan
Rumah tangga Eza Gionino dan Meiza Aulia Coritha tengah berada di ujung tanduk. Meiza telah melayangkan gugatan cerai terhadap sang suami di Pengadilan Agama Cibinong.
Selain gugatan cerai, Meiza juga menuntut hak asuh anak. Kuasa hukum Meiza, Rendi Rumapea, menekankan bahwa gugatan tersebut juga mengatur soal nafkah anak.
"Sesuai gugatan kita, hak asuh anak pasti bergabungan dengan nafkah anak juga ya," ungkap Rendi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Rendi tak menyebutkan secara detail mengenai besaran nafkah yang dicantumkan. Namun, menurutnya besaran nominal tersebut tetap memperhatikan kemampuan finansial Eza.
"Nanti tergantung kemampuan dari suami saja. Memang poin itu ada kita masukkan," ungkap Eza.
"Cuma, untuk saat ini belum saya bisa sampaikan," tambahnya.
3. Iwan Fals dan Ebiet G. Ade Bawa Nostalgia ke Pestapora 2025
Dua penyanyi legendaris Indonesia, Iwan Fals dan Ebiet G. Ade berkolaborasi di satu panggung Pestapora 2025 hari pertama, Jumat (5/9).
Keduanya berdiri di panggung utama Pestapora Stage dan sukses memikat ribuan penonton yang memadati area JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.
"Alhamdulillah kita bisa berkumpul di bawah matahari yang sejuk. Kita doakan semuanya sehat, lahir batin. Saya apresiasi pada saudara-saudara kita yang masih berdemo," kata Iwan Fals, membuka penampilannya.
Iwan membawakan Elegi Esok Pagi, yang langsung disambut riuh penonton. Usai penampilan solonya, dia mengajak Ebiet naik ke panggung untuk berduet. Lagu legendaris milik Iwan, Ibu, menjadi sajian duet pertama mereka.
"(Harusnya) aku yang nyanyi ini," celetuk Iwan sambil tertawa saat melihat Ebiet mengambil bagian vokalnya.
Momen nostalgia berlanjut ketika mereka melantunkan Titip Rindu Buat Ayah, hingga Berita Kepada Kawan milik Ebiet G. Ade.
Suara vokal khas dua musisi legendaris itu bertaut apik, merdu, dan membuat banyak penonton bernyanyi bersama.
4. Rhoma Irama dan Maliq & D'Essentials Sukses Bikin Heboh Pestapora 2025
Mirasantika, lagu Rhoma Irama yang dirilis pada 1996 silam, menjadi karya legendaris yang menyita perhatian di perhelatan Pestapora 2025 hari pertama, Jumat (5/9).
Lagu ini dibawakan oleh Soneta Group, Rhoma Irama, dan Maliq & D'Essentials. Para musisi lintas generasi itu membawa nostalgia dan kebahagiaan bagi penonton Pestapora hari pertama.
Aransemen yang padu dan mengentak ala Ilman, Lale dan kawan-kawan, sangat padu dengan Soneta Group yang dipimpin oleh Rhoma Irama. Sebuah kolaborasi langka yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Rhoma Irama lalu naik ke atas panggung. Sang Raja Dangdut itu terlihat bersemangat dan sangat percaya diri. Dari gitar hitam di tangannya, melodi terdengar beralun indah. Kemampuannya tak lapuk dimakan usia.
Rhoma membawakan lagu hits Maliq berjudul Kumpul Bocah, Kita Bikin Romantis, dan Senja Teduh Pelita.
5. Animator Pakistan Berdamai dengan Kreator Film Merah Putih One For All
Animator asal Pakistan, Junaid Miran, batal menuntut kreator film animasi Merah Putih One For All.
Junaid telah berkomunikasi dengan Bintang Takari, animator yang terlibat dalam film Merah Putih One For All.
"Kita telah memenangkan pertarungan ini. Pencipta filmnya, Pak Bintang Takari menghubungi Junaid secara langsung," kata Junaid dalam YouTube Junaid Miran.
Junaid batal menuntut karena kredit atas karyanya sudah dimunculkan dan diakui, sehingga tak perlu melanjutkan rencana untuk menuntut film Merah Putih One For All.
Junaid mengatakan perdamaian tersebut dilakukan tanpa pengacara. Hanya dua seniman yang berbicara secara terbuka.
