5 Berita Populer: Yuni Shara Temani Anak Nonton Film Porno; KPI soal 42 Lagu

28 Juni 2021 7:01
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
5 Berita Populer: Yuni Shara Temani Anak Nonton Film Porno; KPI soal 42 Lagu (65715)
searchPerbesar
Seakan ingin mengenalkan kekayaan Indonesia di mata dunia, Yuni tak lupa memakai lurik saat menghadiri salah satu acara mode paling bergengsi di dunia, New York Fashion Week. Foto: Instagram @yunishara36
Yuni Shara mengaku temani anaknya nonton film porno menjadi salah satu berita yang menyita perhatian pada Minggu (27/6). Selain itu, alasan KPI larang 42 lagu diputar di radio sebelum pukul 10 malam juga menjadi berita populer.
ADVERTISEMENT
Berikut ini kumparan merangkum lima kabar dari dunia artis yang menjadi sorotan sepanjang hari kemarin.

1. Akui Temani Anaknya Nonton Film Porno, Yuni Shara: Buat Sex Education

5 Berita Populer: Yuni Shara Temani Anak Nonton Film Porno; KPI soal 42 Lagu (65716)
searchPerbesar
Yuni Shara dan anak-anaknya. Foto: Instagram/yunishara36
Lewat konten YouTube yang tayang di Venna Melinda Channel, Yuni Shara mengungkap caranya mendidik anak-anak sebagai single parent hingga pendidikan seks yang ia terapkan ke anak-anak. Kakak Krisdayanti ini mengaku tak mau menjadi orang tua yang kolot. Bahkan, ia tak keberatan untuk menemani kedua anaknya, Cavin Obrient Salomo Siahaan dan Cello Obient Siahaan, menonton film porno.
"Anak-anakku kebetulan anak-anak yang terbuka. Enggak mungkinlah, ya, anak-anak kita enggak nonton, ya, film porno maksudnya. Mau yang jenis anime atau jenis apa pun segala macam, akan ada," ungkap Yuni Shara dengan santai.
ADVERTISEMENT
Yuni pun akhirnya memilih untuk menjadi teman bagi Cavin dan Cello saat menemani mereka menonton film dewasa tersebut. Tak jarang, obrolan di antara mereka bertiga pun sangat bebas.
"Jadi mendingan, dari pada gini-gini, mending kita jadi teman saja, 'Gimana nonton kayak gini, asyik, ya?' 'Bunda jangan gini-gini.' 'Aduh, biasa aja, Bro,' aku gitu," katanya diselingi tawa.
Dalam kesempatan itu, Yuni mengatakan bahwa dirinya memang kerap memberikan nasihat kepada kedua anak laki-lakinya tentang arti tanggung jawab dan kerja keras. Tak hanya itu, Yuni juga selalu mengajarkan mereka untuk berhati-hati dalam pergaulan. Karena itulah Yuni tak segan-segan untuk menjadi teman bagi kedua anaknya itu.
"Jadi, selain itu, tanggung jawab dan kerja keras, untuk pergaulan, kalian mesti tahu, karena panjang urusannya. Jadi, ini buat sex education, aku pelajari juga. Karena pembekalan itu, kadang orang itu, kan, merasa anaknya oke-oke saja. Tapi, kan, enggak tahu anak-anak di luaran. Kita enggak bisa handle mereka 24 jam," pungkasnya.
ADVERTISEMENT

2. Ungkap Sudah Pecat Pengasuh yang Kasar ke Anak, Askara: Nindy Minta Dia Kembali

5 Berita Populer: Yuni Shara Temani Anak Nonton Film Porno; KPI soal 42 Lagu (65717)
searchPerbesar
Nindy Ayunda. Foto: Instagram/@nindyparasadyharsono
Askara Parasady Harsono, mantan suami Nindy Ayunda, angkat bicara soal beredarnya video berupa rekaman CCTV yang menampilkan babysitter bernama Lia Karyati diduga melakukan kekerasan atau bersikap kasar terhadap anak keduanya. Ia memberi tanggapan lewat surat pernyataan.
Mantan suami Nindy Ayunda itu tak menyangkal adanya peristiwa yang terjadi pada Juli 2020 tersebut. Askara Parasady Harsono kemudian mengungkap bahwa Lia Karyati langsung dipecat olehnya setelah ia mengetahui anaknya mengalami kekerasan.
"Bahwa saya sudah menghukum Lia dengan kebijakan dan konsekuensi atas kejadian tersebut dengan mengeluarkan Lia Karyati sebagai babysitter pada saat itu juga, yakni tepatnya pada tanggal 26 Juli tahun 2020," ujar Fahmi Bachmid, kuasa hukum Lia Karyati, membacakan surat pernyataan Askara Parasady Harsono di kawasan Condet, Jakarta Timur, Minggu (27/6).
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, menurut Askara Parasady Harsono, Nindy Ayunda kemudian justru meminta Lia Karyati untuk kembali bekerja di kediaman mereka.
"Bahwa saya mengakui, setelah tiga bulan Lia diberhentikan, atau tepatnya November 2020, Ibu Anindia Yandirest Ayunda meminta Lia Karyati untuk bekerja kembali mengurus anak saya dan saya saat itu sebagai kepala rumah tangga mengizinkannya sehingga keluarga memutuskan memanggil Lia kembali untuk bekerja mengurus anak dan tidak mempermasalahkan lagi kejadian bulan Juli 2020," tutur Fahmi Bachmid membacakan surat pernyataan Askara Parasady Harsono.
Bagi Askara Parasady Harsono, apa yang sebelumnya dilakukan Lia Karyati terhadap sang anak sudah termaafkan. Dengan kembalinya babysitter tersebut ke rumahnya, ia menganggap permasalahan telah selesai.

3. Beredar Surat Panggilan kepada Nikita Mirzani sebagai Tersangka, Ini Kata Polisi

5 Berita Populer: Yuni Shara Temani Anak Nonton Film Porno; KPI soal 42 Lagu (65718)
searchPerbesar
Nikita Mirzani saat ditemui dikawasan Tendean, Jakarta, Rabu, (4/11). Foto: Ronny
Nikita Mirzani dikabarkan mendapat panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka terkait perkara dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik dan atau akses ilegal. Hal itu diketahui dari adanya surat panggilan yang beredar baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
Dalam surat panggilan tersebut, tertera bahwa Nikita Mirzani dipanggil untuk datang ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (21/6) lalu.
Tertulis pula bahwa perkara itu bermula dari laporan polisi dengan nomor LP/1892/III/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Laporan tersebut dimasukkan oleh pengacara Indra Tarigan pada 27 Maret 2019 lalu.
Terkait panggilan yang ditujukan kepada Nikita Mirzani sebagai tersangka tersebut, pihak kepolisian belum bersedia memberikan tanggapan.
"Senin saya akan berikan penjelasan terkait foto surat itu," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Achmad Akbar, Minggu (27/6).

4. Suami Ceritakan Betapa Bahagia Tata Janeeta saat Peluk Bayinya Usai Melahirkan

5 Berita Populer: Yuni Shara Temani Anak Nonton Film Porno; KPI soal 42 Lagu (65719)
searchPerbesar
Tata Janeeta dan bayinya. Foto: Instagram/tatajaneetaofficial
Tata Janeeta baru saja dikaruniai seorang anak laki-laki, buah cintanya dengan Raden Brotoseno. Penyanyi berusia 38 tahun tersebut melahirkan lewat operasi caesar pada Jumat (25/6) malam.
ADVERTISEMENT
Raden Brotoseno menceritakan betapa bahagianya Tata Janeeta usai melahirkan, terlebih ketika bisa memeluk sang buah hati.
"Alhamdulillah, Tata sangat bahagia sekali. Kami keluarga sangat bahagia, melihat ini juga cucu dari orang tua kami, kemudian juga anak kami juga. Setelah lahir kemudian bisa peluk bayinya, bisa menyapih, ya, di situlah kebahagiaan Tata, yang sudah sekian lama," tuturnya di kawasan BSD, Tangerang.
Selama di kandungan, menurut Raden Brotoseno, bayi mereka tak pernah mau memperlihatkan wajahnya secara jelas. Itulah mengapa Tata Janeeta begitu bahagia saat pada akhirnya bisa bertemu dan menatap sang buah hati secara langsung.
"Karena selama di-USG itu si Erlangga ini memang enggak pernah mau memperlihatkan mukanya, hanya sedikit aja. Dia hanya tutupi (muka) pakai tangan," ucap Raden Brotoseno.
ADVERTISEMENT

5. KPI Larang 42 Lagu Diputar di Radio Sebelum Pukul 10 Malam, Ini Alasannya

5 Berita Populer: Yuni Shara Temani Anak Nonton Film Porno; KPI soal 42 Lagu (65720)
searchPerbesar
Radio, salah satu teknologi media massa. Foto: Pixabay
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengeluarkan surat edaran terkait pelarangan pemutaran 42 lagu di radio sebelum pukul 22.00 WIB. Larangan tersebut lantaran lagu-lagu itu dinilai bermuatan asusila.
Komisioner KPI Pusat, Mimah Susanti, mengatakan bahwa surat edaran tersebut dikeluarkan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSNI). Hal itu berangkat dari pengaduan masyarakat terkait beberapa lagu yang dinilai bermuatan asusila.
"Karena berdasarkan pemantauan kita dan juga ada pengaduan masyarakat juga. Ada beberapa lagu yang memang dengan muatan-muatan yang kasarlah diperdengarkan," ungkap Mimah Susanti saat dihubungi kumparan, Sabtu (26/6).
Menurut Mimah Susanti, radio masih bisa memutar versi dari lagu yang sudah melalui proses editing. Namun, ada beberapa lagu yang benar-benar tidak bisa diedit.
ADVERTISEMENT
Mimah Susanti menyadari bahwa Radio memiliki primetime-nya sendiri. Inilah yang menjadi alasan mengapa KPI menetapkan pukul 22.00 sebagai batas awal pemutaran lagu tersebut.
"Primetime radio, kan, beda sama TV, ya. Pagi saat antar anak sekolah atau malam saat pulang. Karena perbedaan ini, mungkin aja lagu-lagu yang tadi itu munculnya di pagi hari," kata Mimah Susanti.
Proses kurasi 42 lagu itu melibatkan pihak lembaga penyiaran radio. Menurut Mimah Susanti, lagu-lagu tersebut dinilai mampu membawa dampak buruk jika diputar di jam primetime radio.
"Aturannya ada dan kita ingin anak-anak di saat jam primetime menikmati itu, juga tidak akhirnya menganggap itu sesuatu yang biasalah, sesuatu yang lumrah diucapkan terus. Jadi, sudah jadi suatu kebiasaan. Nah, kita ingin radio punya peran menjaga, melindungi anak-anak kita dari lirik-lirik lagu dengan muatan yang melanggar," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020