5 Fakta Terkait Kepergian Guruh Soekarnoputra

Kepergian seniman Guruh Soekarnoputra meninggalkan duka mendalam di hati keluarga, kerabat, dan para sahabat serta para penggemar.
Putra Presiden pertama Sukarno itu mengembuskan napas terakhirnya di usia 73 tahun setelah berjuang melawan sakit di tubuhnya.
Berikut deretan fakta terkait kepergian Guruh Soekarnoputra
1. Sempat Kritis
Guruh Soekarnoputra sempat menjalani perawatan intensif di RS Siloam Semanggi Jakarta. Kala itu, kondisi Guruh menurun dan dinyatakan kritis.
Namun, sebelumnya Guruh juga sempat menjalani perawatan di RS Medistra Jakarta. Namun, pihak keluarga belum mengungkap penyakit yang sempat diidap Guruh.
2. Meninggal di Usia 73 Tahun
Usai dinyatakan kritis, Guruh akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (26/9) pukul 04.16 WIB di RS Siloam Semanggi.
Guruh lalu disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Sriwijaya Raya, Jakarta Selatan.
3. Dimakamkan di Samping Makam sang Ibu
Guruh dimakamkan di TPU Karet Bivak Jakarta, di samping tempat peristirahatan terakhir sang ibu kandung, Fatmawati.
Liang lahat tempat Guruh disemayamkan tepat berdampingan dengan makam Fatmawati. Tampak juga batu nisan hitam bertuliskan, "Makam Pahlawan Nasional, Hj. Fatmawati" berdiri kokoh di bawah payungan pendopo beratap kayu yang dihiasi bunga-bunga segar.
Suasana haru dan khidmat menyelimuti proses persiapan pemakaman sang budayawan tersebut.
4. Tangis Megawati
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri hadiri pemakaman adik kandungnya, Guruh Soekarnoputra, di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9). Tampak megawati menitikkan air mata saat menyaksikan prosesi pemakaman tersebut.
Beberapa kali Ketua Umum PDIP itu menyeka air mata di pipinya. Usai pemakaman Megawati terlihat ikut manaburkan bunga di tanah kubur Guruh.
5. Duka Para Musisi
Sosok Guruh yang dikenal sebagai seniman besar memiliki kenangan tersendiri untuk para musisi.
Para musisi yang datang melayat ke rumah duka pun mengungkap kesedihan mereka, seperti Addie MS hingga Kris Dayanti.
Addie MS bersama Memes menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian sang maestro.
Addie juga mengenang bagaimana mendiang Guruh pernah mengajak dirinya untuk membuat pagelaran musik.
"Pada tahun 79, saya diajak mas Guruh untuk bikin pagelaran Karya Cinta Guruh Soekarnoputra yang pertama, saya enggak berani. Saya bilang yang lain dulu. Baru Pagelaran yang kedua dan seterusnya saya berani terlibat. Jadi saya terkesan sekali, padahal dulu saya masih SMA," ungkap Addie.
Sementara Memes, mengenang saat dirinya saat masuk Swarra Maharddika.
"Ini masa remaja saya di Sriwijaya 26, angkatan 9. Saya masuk tahun 1980. Saya belajar menari, belajar kebudayaan, belajar organisasi, semua tari-tarian, makeup, semua mas Guruh yang ajarin," kata Memes.
Sedangkan Kris Dayanti juga mengungkap rasa duka mendalamnya atas kepergian Guruh. Sosoknya begitu dekat di hati Krisdayanti.
"Segala bentuk pemikiran dari Bapak Guruh Sukarnoputra begitu mendalam dampaknya untuk tidak saja dunia perpolitikan, tapi juga legacy dalam seni dan budaya,” kata Krisdayanti.
Salah satu karya Guruh yang masih dibawakan Krisdayanti adalah Mahadaya Cinta.
