Kumparan Logo

7 Artis yang Kehilangan Anggota Keluarga Akibat COVID-19

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Artis Kartika Putri saat hadir untuk mediasi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, (14/4/2021). Foto: Ronny
zoom-in-whitePerbesar
Artis Kartika Putri saat hadir untuk mediasi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, (14/4/2021). Foto: Ronny

Pandemi COVID-19 belum usai. Virus corona masih berjangkitan dan mengambil nyawa sebagian dari kita.

Duka pun kini terasa ada di mana-mana. Sebab, tak sedikit yang telah kehilangan orang-orang terdekat akibat COVID-19.

embed from external kumparan

Tujuh selebriti berikut ini, misalnya. Mereka merasakan betapa sedihnya kehilangan anggota keluarga akibat penyakit menular tersebut.

1. Ify Alyssa

Potret Ify Alyssa (kiri atas) bersama neneknya (kanan bawah), Farida Pasha. Foto: Instagram/ifyalyssa

Ify Alyssa kehilangan neneknya pada 16 Januari lalu. Neneknya itu tak lain adalah artis senior Farida Pasha. Menurut Delaz, pihak media relation Ify dan keluarga, Farida Pasha meninggal dunia karena COVID-19.

embed from external kumparan

Kala itu, Ify Alyssa menyampaikan kabar duka tersebut melalui unggahan Instagram Story. Lewat unggahan yang sama, ia juga mengungkap rasa cinta sekaligus mengenang sosok Farida Pasha.

"Love you Ibu. Selalu enggak mau nyusahin orang sampai perginya saja cepat sekali Bu," tulis Ify Alyssa.

2. Teddy Syach

Aktor Teddy Syah menghadiri pemakaman istrinya, Rina Gunawan di TPU Tanah Kusir. Foto: Ronny
embed from external kumparan

Rina Gunawan meninggal dunia pada 2 Maret lalu. Ia sempat dinyatakan positif COVID-19 dan dirawat di rumah sakit sebelum meninggal dunia. Kepergiannya tentu membuat sang suami, Teddy Syach, berduka.

Kala menghadiri pemakaman Rina Gunawan, Teddy Syach terlihat kuat dan tegar. Siapa sangka, itu sengaja diperlihatkan Teddy lantaran sebelumnya, saat sang istri dirawat di rumah sakit, ia sudah kerap menangis.

"Jadi, tiga hari ini, selama (Rina Gunawan) masuk ke ICU, tuh, intensitas yang berkomunikasi dengan dokter maupun suster itu saya sendiri. Jadi, tidak ada orang lain. Jadi, air mata saya sudah cukup banyak keluar dan untuk menahan semuanya," tutur Teddy Syach dengan suara bergetar menahan tangis.

"Saya enggak mau, di saat-saat terakhir, saya mengantarkan jenazah almarhum, justru saya enggak kuat. Itu saya sudah selesai sebenarnya gitu. Saya cuma tinggal menyemangati, membimbing anak-anak aja," sambungnya.

3. Tompi

Tompi dan mendiang ibunya. Foto: Instagram/dr_tompi

Tompi kehilangan sang ibu untuk selama-lamanya pada 23 April lalu. Ibundanya meninggal dunia karena COVID-19.

Pada Mei lalu, melalui video yang ia unggah ke Instagram, Tompi mengenang kepergian ibundanya. Dikisahkannya, sebelum meninggal, sang ibu—yang sudah bertahun-tahun tinggal bersamanya di Jakarta—ingin pulang ke Medan. Dengan berat hati, dirinya memperbolehkan.

"Tapi, apa yang terjadi? Saya curiga salah satu anggota keluarga kami, mungkin dia sering ekspos di luar karena pekerjaannya gitu, itu yang pertama sakit. Itu ketahuan setelah saya tracing, setelah ibu saya berpulang. Dia baru tahu dia COVID setelah ibu saya meninggal," ujar Tompi.

Ia kemudian mengkritik proses penanganan pasien COVID-19 di Aceh, juga bahwa Satgas COVID-19 di sana tak bekerja dengan cepat. Tompi mengatakan dirinya harus marah-marah terlebih dahulu agar ibunya kala itu segera dapat penanganan.

"Saat pertama kali masuk rumah sakit, mau periksa, itu enggak bisa. Lab-nya enggak support. Poin saya adalah, bukan mau menjelekkan yang bertugas, di daerah terutama luar pulau Jawa, fasilitas kesehatan masih PR besar negara ini. Cukup ibu saya menjadi korban. Negara kita enggak sanggup, kalau ada yang sakit dalam jumlah besar, negara kita enggak sanggup. Jangan sampai kejadian di India, terulang di Indonesia," tutupnya.

4. Joanna Alexandra

Artis Joanna Alexandra saat menemani jenazah suaminya, Raditya Oloan di Rumah Duka RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Jumat, (7/5). Foto: Ronny

Joanna Alexandra kehilangan sang suami, Raditya Oloan, pada 6 Mei lalu. Almarhum, pada 10 April, dikabarkan mengidap COVID-19.

Raditya Oloan kemudian sempat menjalani isolasi mandiri, dirawat di IMCU Wisma Atlet, hingga dirawat di ICU RSUP Persahabatan. Pada 30 April, ia sudah dinyatakan negatif COVID-19.

Hanya saja, kondisi Raditya Oloan setelahnya drop hingga harus menggunakan ventilator. Ia, yang mengalami mengalami badai sitokin, lalu dibuat tertidur atau tak sadarkan diri dan dipasangi ventilator. Tak cuma itu, sebelum meninggal, almarhum juga mengalami gangguan ginjal dan harus menjalani CVVH (Continuous Veno-Venous Hemofiltration).

Duka Joanna Alexandra tampak, salah satunya, dalam ibadah tutup peti dan pelepasan jenazah. Sempat tampak tegar, ia pada akhirnya tak kuasa menahan tangis ketika pendeta berkhotbah dan menceritakan semua dedikasi Raditya Oloan untuk gereja dan Tuhan.

5. Imam Darto

Imam Darto. Foto: Instagram/imamdarto

Presenter Imam Darto kehilangan kakak tercintanya pada 3 Juli lalu. Sang kakak meninggal tak lama setelah dinyatakan positif COVID-19.

Saat jadi bintang tamu di acara Mata Najwa yang dipandu Najwa Shihab, Imam Darto menceritakan perjuangan sang kakak di detik-detik terakhir hidupnya. Pria berusia 38 tahun tersebut mengatakan bahwa kakaknya memang memiliki penyakit bawaan atau komorbid.

Kendati demikian, awalnya, kakak Imam Darto tak menunjukkan gejala infeksi saluran pernapasan (ISPA), seperti demam atau batuk. Saat itu, dokter yang memantau masih menganggap kakak Imam Darto mengidap penyakit stroke.

"Enggak ada suspect ini COVID-19 sama sekali. Begitu tiba-tiba napas tersengal-sengal, mau diinfus enggak bisa, darah mengental, langsung dibawa ke rumah sakit. Cuma, empat rumah sakit itu menolak. Aku dihubungi anaknya, 'Om, aku sudah ke empat rumah sakit, enggak ada yang bisa, semuanya penuh,'" tutur Imam Darto, mengenang percakapannya dengan sang keponakan.

Imam Darto akhirnya berusaha menghubungi semua kenalan dokternya. Ia pun mendapat bantuan dari adik sepupunya yang merupakan seorang dokter.

Sesampainya di rumah sakit, baru diketahui kalau kakak Imam Darto ternyata positif COVID-19. Sang kakak pun langsung menjalani pemeriksaan thorax.

Menurut Imam Darto, keponakannya sempat kesal karena dokter tak melakukan upaya lagi untuk menyelamatkan ayahnya. Namun, kemudian, ia sadar bahwa di rumah sakit itu masih banyak orang yang berjuang, dan para tenaga kesehatan tak bisa berbuat banyak.

"Ya sudah, akhirnya di IGD itu kakak saya mengembuskan napas terakhir," tutup Imam Darto.

6. Irwansyah

Irwansyah dan mendiang ayahnya. Foto: Instagram/irwansyah_15

Duka dirasakan betul oleh Irwansyah kala ayahnya, H. Ummar Effendy, meninggal dunia pada 8 Juli lalu. Almarhum—menurut Mark Sungkar, mertua Irwansyah—memiliki penyakit paru-paru dan mengidap COVID-19.

Melalui unggahan Instagram, Irwansyah menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf terhadap sang ayah. Ia juga mengenang momen kebersamaan mereka dan mengungkap rasa rindu.

"Sambil menulis ini Irwan sambil bayangin kita selalu ngobrol dan bercanda dulu, ya, Allah Irwan pengin peluk Papa," tulis Irwansyah sebagai caption unggahan.

7. Kartika Putri

Kartika Putri dan ibunya. Foto: Instagram/kartikaputriworld

Kartika Putri dilanda duka pada 10 Juli lalu. Di hari itu, ia kehilangan sang ibunda, Masayu Puspita Diana Putri, untuk selama-lamanya.

Sebelumnya, sejak 30 Juni lalu, almarhumah berjuang melawan COVID-19. Sebelum meninggal, ibunda Kartika Putri dirawat di rumah sakit, kondisinya terus menurun hingga harus bernapas dengan bantuan ventilator dan diintubasi.

Ya, COVID-19 hanya butuh kurang dari dua pekan untuk merenggut nyawa sang ibunda. Kini, Kartika Putri pun mengaku trauma.

Bagi dirinya dan keluarga, COVID-19 bagaikan momok. Untuk berhadapan dengan awak media demi menyampaikan hal-hal terkait meninggalnya sang ibunda saja, Kartika Putri mengaku merasa takut.

"Tolong, semuanya waspada, jaga kesehatan. COVID-19 ini adalah momok yang sangat menyeramkan untuk keluarga kami. Trauma, sangat. Bahkan bisa dibilang saya fobia," tutur Kartika Putri di kediamannya di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

"Saya untuk berdiri di sini aja saya takut, saya takut sekali. Karena prosesnya sangat cepat. Mama tanggal 28 masih bisa tersenyum, masih bisa tertawa sama kami. Tanggal 29 bahkan (masih). Tapi, setelah terpapar, kami kehilangan mama," sambungnya.