Kumparan Logo

Acha Septriasa Ungkap Alasannya Tertarik Main di Film Munafik

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Arya Saloka dan Acha Septriasa bintangi film Munafik: Melawan Iblis. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Arya Saloka dan Acha Septriasa bintangi film Munafik: Melawan Iblis. Foto: Dok. Istimewa

Aktris Acha Septriasa mengungkap alasan di balik keputusannya bergabung dalam film Munafik versi Indonesia. Ia mengaku langsung penasaran ketika mendapat tawaran untuk bermain dalam film hasil kerja sama Unlimited Production dengan Skop Productions Malaysia.

Saat tawaran datang, Acha mengaku dirinya tengah disibukkan dengan promosi dan proses syuting film lain. Ia juga masih harus bolak-balik Indonesia-Australia karena keluarganya berada di sana.

Meski begitu, nama besar film Munafik langsung menarik perhatiannya. Acha sudah mengetahui euforia film tersebut sejak masa kuliahnya di Malaysia.

“Pas ditawarin ke aku tuh aku sangat-sangat penasaran sama skripnya,” ujar Acha Septriasa.

Acha mengetahui Munafik sebagai salah satu film horor Malaysia yang sukses besar di Malaysia. Film tersebut diproduksi Skop Production dan disutradarai oleh Syamsul Yusof.

Ia pun mengaku pernah menyaksikan film tersebut ketika menempuh pendidikan di Malaysia. Saat itu, Acha mengambil jurusan film dan komunikasi sehingga banyak diperkenalkan dengan karya-karya sinema Malaysia, termasuk Munafik.

“Aku jujur aja pernah nonton filmnya sebenarnya dulu. Aku kan kuliahnya jurusan film on communication, jadi aku disuruh nonton film Malaysia yang legendaris banyak lah,” ucap Acha.

“Nah, salah satunya film Munafik ini. Tapi ini yang versi horornya,” sambungnya.

Ketertarikan Acha semakin besar setelah membaca naskah versi Indonesia. Ia melihat adanya perubahan latar budaya yang membuat cerita tersebut memiliki pendekatan berbeda.

“Ternyata skripnya itu background-nya diubah menjadi culture yang berbeda ala Indonesia,” beber dia.

Arya Saloka dan Acha Septriasa bintangi film Munafik: Melawan Iblis. Foto: Dok. Istimewa

Acha pun merasa tertantang menghadirkan versi Indonesia dari karakter yang sebelumnya telah dikenal dalam film Munafik. Beberapa adegan yang lebih intens, termasuk unsur kesurupan, menjadi tantangan tersendiri baginya.

“Itu membuat aku tertantang untuk bisa menghadirkan versi Indonesianya dalam karakter Munafik Indonesia ini,” ungkap Acha.

Acha memang sempat membintangi film Qodrat 2 yang juga memiliki unsur karakter kesurupan. Pengalaman tersebut membuatnya ingin mengeksplorasi kemampuan aktingnya lebih jauh di Munafik.

“Karena kemarin tuh sudah bisa dicoba dengan karakter yang seperti itu, aku pengin ada keinginan untuk, seandainya karakter yang kemarin di film sebelumnya aku main ini bisa aku eksplor lagi di dalam karakter film Munafik yang versi Indonesia ini,” kata Acha.

Menurutnya, film Munafik menjadi kesempatan untuk menggali karakter dengan adegan yang lebih menantang dan eksploratif.

“Itu sebetulnya ada kesempatan untuk melakukan adegan yang lebih eksploratif lagi,” pungkasnya.

Munafik merupakan remake atau adaptasi resmi Indonesia dari film horor religi legendaris asal Malaysia, Munafik (2016), yang ditulis dan disutradarai oleh Syamsul Yusof.

Sederet nama besar turut membintangi film ini. Nama besar itu antara lain Arya Saloka, Acha Septriasa, Dimas Aditya, Donny Damara, Nova Eliza, Faqih Alaydrus, Widi Dwinanda, Annisa Hertami, Izabel Jahja, dan Oce Permatasari.

Film karya sutradara Guntur Soeharjanto berjudul "Munafik: Melawan Iblis” ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 3 September 2026.