ADA Band Hadirkan Love, Hope & Reality, Album Perdana Usai Gonta Ganti Personel
ยทwaktu baca 3 menit

Setelah penantian yang panjang, grup legendaris ADA Band kembali menyapa para penggemarnya dengan merilis album terbaru bertajuk Love, Hope & Reality. Album ini resmi diperkenalkan dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Senopati, Jakarta Selatan, pada Kamis (28/8).
Dika (bass), Naga (vokal), Adhy (drum), dan Marshal (gitar), menyajikan Love, Hope & Reality sebagai album perdana sejak 2020, sejak Naga jadi vokalis usai hengkang dari Lyla.
Pemain bass ADA Band, Dika, menjelaskan bahwa album ini merefleksikan kehidupan manusia secara universal.
"Sebenarnya bicara cinta sejati, itu Tuhan, ibu yang melahirkan juga, sebagai manusia kita punya harapan. Terus reality, dalam hidup kita merasakan hal pahit, dan jadi hal biasa," ujar Dika.
"Jadi album ini sebenarnya menceritakan kehidupan kita pada umumnya, seluruh manusia begitu," lanjutnya.
Album ini menghadirkam sepuluh lagu yang siap memanjakan telinga para penikmat musik Indonesia, yaitu Kenalan Dulu Aja, Rahasia Jakarta, HeyaHeya, Berharap Cinta, dan Dustalah. Ada juga lagu Tak Semudah Itu, Luruh, Hening, Tak Lagi Cinta, dan Selalu Ada.
Masing-masing lagu menawarkan nuansa yang berbeda, namun tetap menjaga benang merah yang diceritakan ADA Band.
Focus Track, Tak Semudah Itu
Lagu Tak Semudah Itu disorot dan menjadi focus track dalam album Love, Hope & Reality. Dika mengungkapkan alasan di balik pemilihan lagu ini.
"Kalau menurut kami sebenarnya mengeluarkan satu produk, pasti ada siasat, trik, segala macam. Kami berharap begitu keluar, musik itu kan sesuai zamannya," ujarnya.
Dika melihat bahwa lagu itu punya potensi besar dan akan relate dengan kehidupan banyak orang.
"Lagunya potensial banget. Mungkin yang dengarin fresh, orang yang dengarin belum tentu ngeh itu Ada Band. Menurut kami juga lagu itu relate banget dengan kehidupan kita," ujar Dika.
Naga, selaku vokalis, juga membeberkan cerita menarik di balik proses terciptanya lagu Tak Semudah Itu. Lagu ini memiliki peran vital dalam merampungkan keseluruhan album.
"Itu bulan April, gue share ke Mas Adhy. Ternyata dia respons oke, kerjain musik, briefnya, jadi tuh lagu," tutur Naga.
Lagu tersebut bahkan memicu semangat para personel lain untuk segera merampungkan setoran lagu mereka.
"Lagu itu membuat teman-teman setoran lagu juga. Akhirnya kami sama-sama yakin, Tak Semudah Itu jadi focus track," ujar Naga.
Kebaruan Gaya Bermusik ADA Band
Album Love, Hope & Reality menandai pergeseran gaya bermusik ADA Band yang cukup signifikan. Naga mengakui adanya beberapa bagian yang tidak mengikuti pakem ADA Band seperti biasa. Perubahan ini terlihat jelas pada elemen musik yang lebih halus.
"Di album ini enggak ada gitar dengan distorsi kasar, lebih halus, terus soul drum-nya itu lebih pop," jelas Naga.
"Album ini bisa saya sebut album paling pop dari ADA Band, menghilangkan sisi rock ADA Band sebenarnya," tutup Naga.
Perubahan ini diharapkan dapat memberikan warna baru. ADA Band berharap album Love, Hope & Reality dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
