Kumparan Logo

Akui Salah dan Minta Maaf, Ed Sheeran: Hatiku Hancur Lihat yang Terjadi di Gaza

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ed Sheeran tampil pada acara iHeartRadio KISS108 Jingle Ball 2025 di TD Garden, Boston, Massachusetts, AS pada 14 Desember 2025, Foto: Paras Griffin/Getty Images/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ed Sheeran tampil pada acara iHeartRadio KISS108 Jingle Ball 2025 di TD Garden, Boston, Massachusetts, AS pada 14 Desember 2025, Foto: Paras Griffin/Getty Images/AFP

Ed Sheeran akhirnya buka suara mengenai kontroversi yang muncul dalam rangkaian konser Loop Tour. Pernyataan tersebut disampaikan Ed saat tampil di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat, pada Sabtu (19/9) waktu setempat.

Dalam kesempatan itu, Ed menyinggung keputusan sulit yang harus diambil di tengah kontroversi tur sekaligus menyampaikan pandangannya mengenai situasi di Gaza.

“Apa yang terjadi di Gaza sangatlah parah dan tidak dapat dibenarkan. Hatiku hancur melihat skala kehancuran yang besar, dan banyak nyawa warga sipil melayang, termasuk anak-anak," kata Ed Sheeran.

Ed Sheeran tampil pada acara iHeartRadio z100's Jingle Ball 2025 di Madison Square Garden, New York City, AS pada 12 Desember 2025, Foto: Mike Coppola/Getty Images/AFP

Pernyataan tersebut disampaikan setelah nama Macklemore dicoret dari jajaran musisi pendukung Loop Tour. Sebelumnya, Macklemore diketahui menyuarakan dukungannya terhadap Palestina saat tampil di atas panggung.

Ed juga mengaku telah membuat sejumlah keputusan sulit selama menghadapi situasi tersebut. Ia bahkan meminta maaf kepada para penonton yang hadir dalam konsernya di Philadelphia.

“Aku harus mengambil dan membuat keputusan yang sulit. Aku membuat kesalahan, jadi aku minta maaf," ujarnya.

instagram embed

Meski demikian, Ed menegaskan bahwa keputusan untuk mengeluarkan Macklemore dari rangkaian Loop Tour bukan berasal darinya. Menurut Ed, keputusan tersebut dibuat oleh pihak promotor setelah sejumlah venue disebut mengancam akan membatalkan pertunjukan jika Macklemore tetap tampil.

Kontroversi tersebut juga berdampak pada musisi pendukung lainnya. Sejumlah nama, termasuk Finneas, Lukas Graham, Aaron Rowe, dan band Beoga, diketahui mundur dari rangkaian tur setelah Macklemore dikeluarkan.