Akulturasi Budaya di Jazz Gunung Ijen 2025
ยทwaktu baca 3 menit

BRI Jazz Gunung Series 3 atau Jazz Gunung Ijen 2025 digelar di Taman Gandrung Terakota, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (9/8).
Jazz Gunung Ijen menghadirkan sebuah akulturasi budaya, karena menampilkan musisi dalam negeri dan internasional.
"Kita ingin ada satu akulturasi budaya. Kita sama-sama saling mengenal. Teman-teman dari luar negeri tahu musik Indonesia seperti apa," kata CEO Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indyatmono, dalam konferensi pers di Hotel Santika Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (8/8).
"Begitu juga sebaliknya, teman-teman dari Indonesia bisa belajar dan tahu mengenal bagaimana musik Jazz dimainkan di sebuah festival," lanjutnya.
Hadirkan Musisi Dalam Negeri dan Mancanegara Bukti Akulturasi di Jazz Gunung Ijen
Jazz Gunung Ijen dimeriahkan oleh Dua Empat, Irsa Destiwi Trio, Kevin Yosua Trio, Suliyana & Glam Orkestra, The Aartsen feat Adam Zagorski, Jazz Patrol Kawitan, dan Surabaya Pahlawan Jazz.
Dengan menghadirkan kolaborasi antara musisi dalam negeri dan internasional membuktikan bahwa jazz merupakan musik global.
"Kita ingin ada nama-nama baru, nama-nama legend, ada juga kolaborasi. Kita coba akulturasi lebih banyak, ini bisa dibilang international festival. Ini memperkuat bahwa jazz itu musik global, musik dunia, dan Indonesia punya peran di sana," tutur Bagas.
Kolaborasi tersebut, menurut Bagas, juga merupakan cara Jazz Gunung menghadirkan sesuatu yang baru.
"Makanya di tahun ini juga kita punya pemain jazz dari Amerika, Polandia, Prancis. Terus ada Suliyana dan Jazz Patrol Kawitan," ucap Bagas.
Sementara itu, salah satu personel Jazz Patrol Kawitan, Eko Rastiko mengungkapkan soal penampilan mereka di Jazz Gunung Ijen.
Dalam penampilannya, Jazz Patrol Kawitan akan membawakan lagu-lagu Banyuwangi di era 60an.
"Kita tetap mempertahankan lagu-lagu Banyuwangi tapi di era 60an. Kalau di kita mungkin alhamdulillah lagu-lagunya familiar. Lagu-lagu itu sering digunakan sama gandrung. Kalau lagu digunakan sama gandrung pasti familiar," kata Eko.
Menurut Eko, musik Jazz Patrol Kawitan bisa diterima oleh para pencinta musik, termasuk mereka yang muda.
"Ternyata masih bisa diterima dengan kita kemas musik jazz, kita collab dengan patrol dan angklung," ucap Eko.
Plt Pimpinan BRI cabang Banyuwangi, Yudhi Romansyah, mengatakan pihaknya mendukung industri musik Tanah Air. Karena itu, BRI ikut serta dalam penyelenggaraan Jazz Gunung.
"Untuk memperkenalkan musik jazz, terutama ke masyarakat Banyuwangi," ungkap Roman.
Dalam penyelenggaraan Jazz Gunung Ijen, Roman mengatakan, BRI mengedepankan pengalaman berbayar yang menggunakan sistem non tunai, yakni lewat BRImo.
"Kami menyediakan sarana untuk transaksi yang mudah dan cepat," kata Roman.
Salah satu hal menarik yang ditawarkan BRI adalah dengan memberikan diskon cukup besar untuk masyarakat yang membeli tiket Jazz Gunung Ijen lewat BRImo.
"Untuk pengunjung yang pembelian tiket menggunakan aplikasi BRImo ada diskon 40 persen," ucap Roman.
