Amanda Caesa Rilis Single Trouble, Angkat Kisah Cinta Toxic dan Obsesi
·waktu baca 2 menit

Penyanyi sekaligus penulis lagu Amanda Caesa baru saja merilis single terbarunya berjudul Trouble pada 26 September 2025. Lagu ini mengangkat kisah tentang seseorang yang terjebak dalam hubungan toxic berbentuk obsesi satu arah, sulit dilepaskan meski logika ingin berhenti.
"Inspirasi Trouble berasal dari diriku sendiri dan juga lingkungan sekitar. Aku pernah berada di fase itu dan yakin banyak orang lain juga pernah merasakan," kata Amanda Caesa dalam keterangan resminya.
Proses Kreatif Bareng Syahravi Dewanda
Amanda menulis Trouble bersama musisi Syahravi Dewanda dalam satu hari workshop yang dimulai dari sesi jamming santai. Genre bossa nova dipilih karena dinilai cocok dengan karakter vokalnya.
“Pas banget, saat itu aku sedang suka lagu-lagu Laufey. Aku kagum bagaimana dia bisa menyampaikan emosi lewat lirik sederhana tapi dalam. Itu membuatku ingin mencoba sesuatu yang lebih eksperimental, tapi tetap personal,” jelas Amanda.
Berbeda dari rilisan sebelumnya, Amanda mengeksplorasi perpaduan bossa nova, jazz, dan pop untuk menghadirkan nuansa lebih rapuh dan personal. Ia juga mengaku masih membuka peluang untuk menjajal genre lain di masa depan.
“Kalau ternyata genre ini diterima dengan baik, aku akan tekuni. Tapi rasa ingin tahuku besar, jadi aku tetap ingin bereksperimen,” tambahnya.
Bergabung dengan Sony Music Indonesia
Trouble juga menjadi langkah baru Amanda setelah resmi bergabung dengan Sony Music Indonesia. Dukungan dari tim profesional membuatnya semakin optimistis menapaki perjalanan musik.
“Bisa dibilang ini langkah baru yang sangat berarti. Aku bisa lebih produktif, memperluas jangkauan pendengar, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan musisi lain,” ungkap Amanda yang juga piawai bermain gitar dan piano.
Lewat single ini, Amanda berharap pendengar bisa merasakan keterkaitan emosional sekaligus tersadar bahwa hubungan yang menyakiti adalah masalah besar.
“Menurutku, Trouble adalah teaser untuk rilisanku ke depan. Aku ingin mengumpulkan orang-orang yang pernah ada di fase ini untuk mendengarkan laguku dan sama-sama sadar kalau sesuatu yang menyakiti kita itu sebenarnya masalah,” tutup Amanda.
