Kumparan Logo

Andibachtiar Yusuf Bantah Tampar Kru: Saya Yakin, Dorongan yang Saya Lakukan

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sutradara Andibachtiar Yusuf. Foto: Instagram/@andibachtiar
zoom-in-whitePerbesar
Sutradara Andibachtiar Yusuf. Foto: Instagram/@andibachtiar

Sutradara Andibachtiar Yusuf tengah menjadi sorotan publik. Ia disebut telah melakukan kekerasan—yakni menampar, mendorong, dan melontarkan kata-kata kasar—terhadap seorang kru perempuan.

Pria berusia 48 tahun itu menyadari namanya terus diperbincangkan di media sosial terkait hal tersebut. Sempat bungkam, Andibachtiar Yusuf pada akhirnya buka suara melalui unggahan Instagram.

"Saya panjang berdiam bukan karena tak punya respons klarifikasi atau kisah yang ingin disampaikan, saya hanya sedang mengambil posisi melihat situasi lapangan, merenungkan setiap sudutnya sekaligus melihat pergerakan kawan," tulisnya dalam unggahan terbaru di akun Instagram miliknya, Jumat (2/9).

Sutradara film Pariban, Andibachtiar Yusuf, saat berkunjung ke kantor kumparan di Jalan Jati Murni No.1A, Jati Padang, Jakarta Selatan. Foto: Faisal Rahman/kumparan

Andibachtiar Yusuf, dalam unggahan itu, kemudian berkisah tentang yang belum lama ini menyutradarai serial Catatan Akhir Sekolah. Proses produksi berjalan lancar, hingga terjadi situasi yang, menurut ia, seharusnya bisa diantisipasi di masa persiapan.

"Suatu hari kami merasa kekurangan figuran dan saya merasa permintaan akan jumlah serta seperti apa pakaian mereka sudah terdata setidaknya H-2 sebelum produksi. Saya pernah memaksakan shooting dengan jumlah figuran terbatas, hasilnya buruk dan tentu saja nama saya ada dalam tekanan dan catatan. Makanya saya memaksa untuk menggenapi jumlah sesuai dengan kesepakatan," tulisnya.

Adanya masalah dalam proses syuting itu, diakui Andibachtiar Yusuf, membuatnya merasa kesal. Hanya saja, ia meyakini, dirinya tak menampar kru perempuan tersebut, melainkan mendorong.

"Saya kesal dan memaksa talent coordinator (sebut saja 'kru') untuk melengkapi jumlah, saya dorong agar menjauh karena saya sangat kesal. Sebagai orang yang percaya bahwa kekerasan sebaiknya hanya terjadi di film aksi, saya yakin betul bahwa adalah DORONGAN yang saya lakukan, bukan TAMPARAN," tulisnya.

embed from external kumparan

Andibachtiar Yusuf mengaku setelahnya ia langsung kembali melanjutkan syuting. Tiba-tiba, dirinya dihampiri oleh orang tua kru perempuan itu.

"Saya ingat betul saat itu selain tentu menyampaikan maaf, saya juga bilang bahwa, 'Mungkin dorongan saya terlalu keras, saya minta maaf,' si bapak tampaknya tidak terima," tulis Andibachtiar Yusuf.

Menurut Andibachtiar Yusuf, orang tua kru perempuan tersebut terus memaksanya menjawab. Hanya saja, ia merasa hari makin siang dan pekerjaan syuting harus dituntaskan. Alhasil, dirinya mengabaikan orang tua kru perempuan, kemudian memaksa tim kembali bekerja.