Andien Anggap Single Jendela Waktu sebagai Karyanya yang Paling Rapuh

4 April 2020 10:12 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Andien Aisyah. Dok: Andien Aisyah
zoom-in-whitePerbesar
Andien Aisyah. Dok: Andien Aisyah
ADVERTISEMENT
Penyanyi Andien Aisyah baru saja merilis single baru bertajuk Jendela Waktu. Lagu itu ia ciptakan bersama Yovie Widianto, semnetara aransemennya digarap oleh Andi Rianto.
ADVERTISEMENT
Beberapa saat setelah lagu itu rilis, Andien menggelar video conference guna memperkenalkannya pada banyak orang. Ia pun menceritakan apa beda Jendela Waktu dari karyanya yang lain.
Andien Aisyah. Dok: Andien Aisyah
"Sejak beberapa tahun terakhir, aku sedang terus menggali diriku lebih dalam lagi dan aku sampai ke konklusi, kenapa kalau aku punya lagu sedih atau patah hati, selalu aku bungkus dengan semangat," kata Andien ketika menggelar video conference, Jumat (3/4).
"Kadang saat merasakan sakit hati dan perpisahan, apakah harus selalu ada solusinya? Apakah harus selalu berpikir positif? Enggak juga, kan?" sambungnya.
Hal itu pun selaras dengan kondisi dunia yang saat ini sedang menghadapi pandemi virus corona. Ya, semua orang, mau tidak mau, harus bersedih karena adanya perpisahan dari berbagai hal, mulai dari pekerjaan hingga kekasih, akibat social distancing.
ADVERTISEMENT
"Akhirnya, kemarin aku sempat bikin sesi sama psikoterapis dan bertanya tentang perpisahan. Ternyata, saat kita sakit hati dan menerima perasaan itu, apparently, rasanya itu justru mengantar diri kita ke diri kita yang sebenarnya, yang pure. Karena ternyata kita malah bisa terhubung sama diri sendiri secara lebih," tuturnya.
Andien pun mengerti bahwa perpisahan bukan hal yang mudah untuk dilalui. Di masa-masa penyakit COVID-19 merajalela, semua terasa terbatasi oleh jarak dan waktu yang entah sampai kapan akan berlalu.
Lantas, ia berharap, lagu Jendela Waktu bisa menemani kesedihan dalam diri banyak orang. Bukan demi memberi penghiburan, melainkan mengingatkan kembali kepada orang-orang untuk menerima keadaan tidak menyenangkan.
Penyanyi Andien saat hadir di diskusi musik di Cilandak Town Square, Jakarta, Senin (1/4). Foto: Ronny
"Rasa itu (sedih dan sakit hati) harus di-embrace, dipeluk, dan aku bisa bilang, ini adalah lagu sedihku yang paling rapuh. Karena enggak ada konklusi sama sekali di lagu ini. Aku mau ajak orang-orang untuk justru menyelami rasa sedihnya," kata Andien.
ADVERTISEMENT
Dari proses penggarapan lagu, Andien bersama Yovie Widianto dan Andi Rianto tidak merasa kesulitan. Semua ide mengalir begitu saja dan proses penggarapan single pun berjalan sangat cepat.
Andien Aisyah. Foto: Alexander Vito/kumparan
"Bikin lagunya Mas Yovie itu, ya, 10 sampai 15 menit. Mas Andi mengaransemennya juga enggak sampai sejam. Total waktu untuk bikin lagunya itu sebentar sekali. Kalau energinya sudah satu dan sudah direstui sama yang di atas, pasti enggak akan pakai lama. Pasti inspirasinya datang cukup lancar," tutupnya.
Nantinya, lagu Jendela Waktu akan masuk di album baru Andien yang siap rilis dalam beberapa bulan ke depan. Album itu juga menandakan 20 tahun kariernya di industri musik Indonesia.