Angga Dwimas Sasongko Ungkap Alasan Gandeng Chan Man Ching di Film Ratu Malaka
ยทwaktu baca 3 menit

Koreografer aksi dan stunt coordinator legendaris asal Hong Kong, Chan Man Ching, terlibat dalam film Ratu Malaka, yang diproduksi Visinema Pictures dan disutradarai Angga Dwimas Sasongko. Dalam film ini, Chan Man Ching didapuk menjadi pengatur koreografi adegan laga.
Chan Man Ching merupakan sosok penting terkait sejumlah aksi ikonik Jackie Chan. Ia berkolaborasi dengan Reza Hilman untuk mengatur adegan laga dalam film Ratu Malaka.
Angga Dwimas Sasongko mengungkapkan alasan menggandeng Chan Man Ching dalam film Ratu Malaka. "Kami mencari koreografer yang bukan hanya ahli aksi, tapi juga memahami cerita melalui tubuh," kata Angga kepada kumparan, belum lama ini.
Angga Dwimas Sasongko soal Gaet Chan Man Ching dalam Film Ratu Malaka
Ketika Angga mempresentasikan dunia Malaka--dunia kriminal yang beroperasi seperti negara gelap, penuh ritual, dan spiritualitas--Chan Man Ching langsung menangkap visinya. Angga pertama kali membicarakan mengenai proyek film Ratu Malaka kepada Chan Man Ching saat mereka bertemu di Cannes, Prancis.
"Kami ngobrol santai tentang filosofi gerak, ritme kekerasan, hingga elemen mistis, dan ternyata chemistry-nya sangat kuat," tutur Angga.
Akhirnya, Angga mengatakan, Chan Man Ching memutuskan untuk bergabung dalam film Ratu Malaka. "Beliau bergabung karena tertarik mengeksplorasi perpaduan aksi Asia Tenggara dengan spiritualitas lokal Indonesia," ucapnya.
Kehadiran Chan Man Ching yang bekerja sama dengan Reza Hilman dalam mengatur adegan laga di film Ratu Malaka, menurut Angga, tidak hanya menghasilkan fusion martial arts.
"Yang kami lakukan adalah merancang bahasa kekerasan Malaka: gerakannya berakar dari pencak silat dan street combat Indonesia, namun dengan presisi dan ritme khas sinema Hong Kong," ungkapnya.
Angga mengatakan Chan Man Ching sangat menghormati tradisi Indonesia. Mereka bekerja sama untuk membuat aksi yang grounded, brutal, spiritual, dan punya identitas sendiri.
"Hasil akhirnya bukan silat + kungfu, tapi Malaka Fighting Philosophy," ucap Angga.
Di sisi lain, Angga mengungkapkan mengenai dunia Malaka. Menurutnya, dunia Malaka bukan fantasi dalam arti ada sihir atau monster.
"Ini fantasi sosial dan spiritual: sebuah kerajaan kriminal bawah tanah yang punya hukum sendiri, ritual sendiri, dan mitologi yang hidup di kesehariannya," kata Angga.
Dalam dunia Malaka, Angga menggabungkan dunia kriminal urban dengan mistisisme Nusantara, mitos, mitologi, dan simbolisme spiritual yang dibangun dari imajinasinya.
Angga dan tim yang terlibat dalam film Ratu Malaka membangun dunia Malaka sebagai negara bayangan. Ada politiknya, infrastruktur, hukum, dan "agama" versi mereka sendiri.
"Semua terasa fantastik, tapi tetap membumi dan relevan dengan realitas sosial kita," ucap Angga.
Film Ratu Malaka dibintangi oleh Claresta Taufan, Marcella Zalianty, Dion Wiyoko, Lutesha, Ganindra Bimo, Faris Fadjar, Wulan Guritno, dan Jihane Almira.
Proses syuting Ratu Malaka sedang berlangsung. Syuting berjalan lebih dari 50 hari karena banyak sekuens aksi dan set yang kompleks. Film Ratu Malaka dijadwalkan tayang di bioskop pada 2027.
"Untuk rilis, kami menargetkan tayang di bioskop pada 2027 agar proses pascaproduksi--terutama koreografi aksi, sound design, dan world-building--bisa benar-benar maksimal," kata Angga.
