Angga Puradiredja Baru Paham Makna Lagu Sendiri Lewat Musikal Senja Teduh Pelita
·waktu baca 3 menit

Vokalis Maliq & D'Essentials, Angga Puradiredja, mengaku baru memahami makna mendalam dari sejumlah lagu yang pernah ia bawakan setelah karya-karya tersebut diadaptasi menjadi pertunjukan musikal Senja Teduh Pelita.
Angga mengatakan pengalaman itu terjadi saat menyaksikan lagu-lagu dari album ketujuh Maliq & D'Essentials, Senandung Senandika, diterjemahkan ke dalam naskah teater musikal garapan sutradara Nuya Susantono.
"Gue enggak ngerti nih sama lagu-lagu album ketujuh ini. Hah, ini kan lagu tentang kehidupan. Gue kan ngertinya cuma cinta doang," ujar Angga dalam konferensi pers di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.
Menurut Angga, butuh waktu hampir satu dekade hingga akhirnya ia bisa memahami pesan yang terkandung dalam lagu-lagu tersebut.
"Dan 10 tahun kemudian sejak album yang gue enggak ngerti itu, inspirasi drama musikal ini ternyata banyak dari lagu-lagu yang gue enggak ngerti itu. Dan gue baru ngerti makna lagu itu gara-gara Nuya buat drama musikal ini," lanjutnya.
Angga mengaku tak menyangka lagu-lagu yang selama ini ia nyanyikan justru menemukan makna baru ketika diterjemahkan ke medium yang berbeda.
"Bayangin yang nyiptain aja enggak bisa ngejelasin ke gue makna lagunya. Nuya sama teman-teman Jakarta Movin bisa," katanya sambil tertawa.
Bagi Angga dan Maliq & D'Essentials, kolaborasi tersebut bukan sekadar mengadaptasi lagu ke atas panggung, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat karya mereka hidup dalam bentuk yang berbeda.
"Bagi Maliq & D'Essentials, kolaborasi ini bukan sekadar adaptasi lagu ke medium yang berbeda, tetapi juga sebuah kesempatan untuk melihat musik kami hidup, bergerak, dan menemukan makna baru di hadapan penonton," tutup Angga.
Latar Belakang Musikal Senja Teduh Pelita
Musikal Senja Teduh Pelita merupakan pertunjukan musikal science fiction futuristik yang diadaptasi dari lagu-lagu grup musik Maliq & D’Essentials.
Tak kurang dari 20 lagu Maliq & D’Essentials dipilih untuk dirangkai dan diadaptasi ke pertunjukan ini, seperti Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang, hingga lagu dari album baru Begini Begitu.
Menggabungkan kekuatan musik, teater, dan pesan reflektif tentang masa depan bumi, musikal ini menghadirkan kisah emosional tentang keberanian, harapan, dan perjuangan generasi muda di tengah dunia yang berada di ambang kehancuran.
Kisah ini membawa penonton ke masa depan ketika dunia porak-poranda akibat perubahan iklim, pengelolaan energi dan pembangunan yang tidak berkelanjutan, pandemi, hingga peperangan antarbangsa.
Pertunjukan Musikal Senja Teduh Pelita yang semula digelar 3-5 Juli 2026, diperpanjang menjadi 3-12 Juli 2026, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Tiket normal untuk kategori Emas dibanderol seharga Rp849.000, kategori Perak seharga Rp749.000, dan kategori Perunggu seharga Rp649.000. Sedangkan untuk kategori Balkon Depan dijual seharga Rp449.000, serta kategori Balkon Belakang seharga Rp349.000.
