Anggia Novita Garap OST Film Juminten Edan di Tengah Recovery Sakit Stroke

Di tengah proses pemulihan pascastroke yang masih dijalaninya, Anggia Novita memilih untuk tetap produktif dan berkarya. Mantan istri aktor Ferry Irawan itu baru saja merilis original soundtrack (OST) untuk film Juminten Edan, yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 23 Juli mendatang.
Perilisan OST tersebut menjadi langkah baru dalam perjalanan karier Anggia Novita. Ini merupakan kali pertama perempuan yang akrab disapa Anggi itu terlibat sebagai produser soundtrack film.
Lagu tema Juminten Edan diciptakan oleh musisi Kukuh Kudamai dengan proses pengerjaan yang berlangsung sekitar dua bulan. Untuk menghidupkan lagu tersebut, Anggi mempercayakan vokalnya kepada penyanyi asal Yogyakarta, Tania Dewi Astarina.
Menurut Anggi, pemilihan Tania bukan tanpa alasan. Ia menilai karakter vokal penyanyi tersebut sangat sesuai dengan nuansa tradisional yang ingin dihadirkan dalam soundtrack film.
"Sebagai penyanyi yang sering menang lomba lagu daerah, karakter vokalnya cukup potensial membawakan lagu OST. Karena memang konsepnya tradisional dan sesuai dengan mood filmnya," ujar Anggi.
Selain memiliki karakter suara yang kuat, Tania juga dikenal cukup populer di Yogyakarta. Faktor kedekatan lokasi turut mempermudah proses produksi, mengingat arranger Dindin Hugo Agoesto, pencipta lagu Kukuh Kudamai, dan Tania sama-sama berdomisili di Kota Pelajar tersebut. Hal itu selaras dengan film Juminten Edan yang sebagian besar proses syutingnya juga dilakukan di Yogyakarta.
Meski menjadi pengalaman pertamanya sebagai produser soundtrack film, Anggi mengaku tidak menemui kendala berarti selama proses pengerjaan. Tantangan terbesar justru terletak pada upaya menyelaraskan karakter lagu dengan cerita yang diangkat dalam film.
Ia mengungkapkan bahwa berbagai diskusi dilakukan bersama pencipta lagu, komposer, hingga tim produksi agar soundtrack mampu merepresentasikan sosok Juminten sebagai karakter utama.
Dalam prosesnya, Anggi juga mendapat dukungan dari Trinity Optima Production yang telah lama berkecimpung di industri musik Indonesia. Melalui rumah produksinya, Digital Frame Production, ia bahkan menghadirkan soundtrack dalam dua versi genre, yakni pop dan keroncong.
"Di tengah proses pembuatan OST ada aku kasih masukan sedikit. Ini biar film jadi lebih bernyawa. Karakter lagu sama dengan filmnya. Orang yang tuna wicara, putus asa. Apa yang ada dalam hatinya diceritakan dalam lagu ini," jelasnya.
Bagi Anggi, perilisan soundtrack lebih awal menjadi strategi untuk memperkenalkan film kepada publik sebelum tayang di bioskop. Ia berharap masyarakat dapat lebih mengenal kisah dan nuansa Juminten Edan melalui lagu yang lebih dulu hadir.
Di balik proyek tersebut, tersimpan pula semangat pribadi Anggi untuk terus bergerak maju di tengah masa pemulihan. Kecintaannya pada dunia musik menjadi salah satu alasan yang mendorongnya kembali aktif berkarya. Sebelum ini, Anggi memang memiliki pengalaman panjang di industri hiburan, termasuk saat menjadi event organizer dan menangani perjalanan karier grup band Ungu pada periode 2003 hingga 2008.
"Dalam proses penyembuhan stroke, saya memberanikan diri mengerjakan sesuatu karena memang saya menyukai musik," tutup Anggia Novita.
Lewat proyek perdana ini, Anggia tidak hanya menandai langkah barunya sebagai produser soundtrack, tetapi juga menunjukkan bahwa proses pemulihan tidak menghalanginya untuk tetap berkarya dan mengejar hal yang dicintainya.
