Kumparan Logo

Animator Pakistan Sebut Karakter Buatannya Dipakai Film Merah Putih Tanpa Izin

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Poster film animasi Merah Putih. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Poster film animasi Merah Putih. Foto: Dok. Istimewa

Animator dan digital artis asal Pakistan, Junaid Miran, menyebut bahwa film animasi Merah Putih One For All telah memakai aset karakter ciptaannya tanpa izin.

Miran menyampaikan hal itu lewat kolom komentar YouTube Dibalik Mindplace.

"Saya seniman yang membuat semua karakter ini. Jadi apakah saya dibayar dan mendapat kredit atau tidak?" kata Miran, Minggu (10/8).

Produksi film Merah Putih One For All. Foto: Instagram/ @totosoegriwo

Animator Asal Pakistan Ungkap Tim Produksi Film Animasi Merah Putih One For All Belum Menghubunginya

Dalam kolom komentar di akun YouTube-nya, Miran menyampaikan terima kasih atas apresiasi dari netizen Indonesia.

Ia mengungkap belum ada tim produksi film animasi Merah Putih One For All yang menghubungi dirinya terkait penggunaan karakter ciptaannya.

"Terima kasih atas apresiasinya, kalian yang berasal dari Indonesia! Untuk menjawab pertanyaan yang paling umum: Tidak, tidak ada seorang pun dari tim produksi yang menghubungi saya atau memberi saya apresiasi atas penggunaan karakter saya sebagai karakter utama dalam film ini. Mereka menggunakan total enam karakter," tulis Miran.

kumparan sudah berusaha menghubungi pihak film Merah Putih One For All terkait hal tersebut. Namun belum ada jawaban.

video youtube embed

Film animasi Merah Putih One For All dijadwalkan tayang di bioskop pada 14 Agustus 2025. Film produksi Perfiki Kreasindo ini menuai polemik karena dianggap tidak memenuhi standar industri animasi Indonesia yang tengah berkembang.

Selain itu, ada netizen yang menyebut biaya produksi mencapai Rp 6,7 miliar. Namun Endiarto, produser eksekutif sekaligus sutradara film animasi Merah Putih One For All, Endiarto, membantah hal tersebut.

"Saya katakan kalau ada biaya seperti itu, saya sangat bersyukur," kata Endiarto ketika dijumpai kumparan di kantornya di Jakarta Selatan, Senin (11/8).

instagram embed

Endiarto juga membantah mengenai kabar bahwa dana untuk membuat film animasi Merah Putih One For All berasal dari pemerintah. Biaya produksi, kata dia, berasal dari patungan tim produksi.

"Jadi kami ini sifatnya gotong royong mandiri, urunan. Urunan juga bukan berarti urunan duit. Tapi urunan tenaga, pikiran, dan waktu. Jadi (biaya Rp 6,7 miliar) bukan enggak benar, itu enggak nyata," ucap Endiarto.