kumparan
search-gray
Entertainment21 Mei 2020 18:34

Anya Geraldine soal Cyberbullying: Sekarang Sudah Jadi Budaya

Konten Redaksi kumparan
Anya Geraldine soal Cyberbullying: Sekarang Sudah Jadi Budaya (67105)
Anya Geraldine. Foto: Giovanni/kumparan
Selebgram sekaligus aktris Anya Geraldine mengaku pernah menjadi korban cyberbullying. Kala itu, berbagai hujatan ia dapatkan di akun media sosial pribadinya.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan pengalamannya, Anya menyimpulkan beberapa faktor yang menjadi dasar seseorang melakukan cyberbullying. Mulai dari rasa iri hati pada korban, sekadar ikut-ikutan, sampai ada motif balas dendam.
“Mungkin in real life mereka itu adalah orang-orang yang tertindas, enggak tahu mau membalas orang-orang yang menindas dia itu gimana caranya. Jadi, dia melampiaskan itu dengan salah satu tokoh atau public figure yang mungkin lagi banyak di-bully, nih, sama yang lain. 'Ikutan, ah',” kata Anya Geraldine dalam acara meet and greet cast Pretty Little Liars di kanal YouTube VIU Indonesia, baru-baru ini.
Anya Geraldine soal Cyberbullying: Sekarang Sudah Jadi Budaya (67106)
Anya Geraldine Foto: IG @anyageraldine
Menurut perempuan 24 tahun ini, cyberbullying saat ini seakan menjadi bagian dari budaya. Pendapatnya ini didasari oleh beberapa kejadian yang viral beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Cyberbullying itu sekarang bisa menjadi part of culture. Karena kalau dilihat dari banyak kasus-kasus yang kemaren, beberapa orang banyak yang viral. Dia sampai ketangkep polisi karena viral, karena dia salah,” jelas Anya Geraldine.
“Tapi, budaya kita membiasakan kayak, 'Udah, orang kayak gitu bully aja, cyberbully aja'. Padahal, kita enggak harus ikutan bully juga. Toh, dia juga udah dapet ganjarannya sampai masuk penjara, misalnya begitu,” lanjutnya.
Anya Geraldine soal Cyberbullying: Sekarang Sudah Jadi Budaya (67107)
Selebgram Anya Geraldine saat hadir di pembukaan restoran siap saji di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis, (21/11/2019). Foto: Dok. Ronny
Lebih lanjut, pemain film Yowis Ben 2 ini memberikan kata-kata yang menguatkan para korban cyberbullying bahwa, tidak selamanya mereka akan menjadi korban. Menurutnya, para pelaku juga tidak memiliki kehidupan yang lebih bahagia dari korbannya.
“Makanya dia ngurusin hidup lo. Kalau emang enggak suka banget, mengganggu banget, mendingan langsung di-block sama dihapus aja. Jadi, enggak usah dibawa pusing karena kita juga masih bisa makan, masih bisa napas gratis, masih bisa hidup, jadi santai aja. Dia juga lupa lama-lama entar,” tutup Anya Geraldine.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white