Kumparan Logo

Ari Lasso Kenang Awal Bersolo Karier: Ditertawakan hingga Jarang Manggung

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Musisi Ari Lasso saat hadir di konferensi pers Indonesian Idol di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Senin, (16/7/2019). Foto: Ronny
zoom-in-whitePerbesar
Musisi Ari Lasso saat hadir di konferensi pers Indonesian Idol di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Senin, (16/7/2019). Foto: Ronny

Ari Lasso dikenal sebagai salah satu penyanyi solo kondang Tanah Air. Setelah sekitar 20 tahun berlalu sejak berkiprah di kancah musik sebagai solois, hingga kini ia masih eksis, namanya tak lantas meredup.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Luna Maya, Senin (6/7), Ari Lasso mengatakan bahwa salah satu yang membuatnya bertahan lama di industri musik adalah konsistensi dalam hal penampilan di panggung.

Musisi Ari Lasso saat hadir di konferensi pers Indonesian Idol di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Senin, (16/7). Foto: Ronny

Sejak hengkang dari Dewa 19 dan mengawali karier sebagai penyanyi solo, Ari Lasso sudah punya standar yang tinggi terkait aksi panggung yang ingin ditampilkan.

"Tahun 1999—2000, Ari Lasso masih 'merangkak-rangkak'. Itu aku sudah maunya, kalau nyanyi, bikin band sendiri, yang mana aku ambil band termahal di Jakarta," ungkapnya.

Idealisme tersebut memang cukup menyulitkan Ari Lasso pada masa itu. Bagaimana tidak, meski sudah terkenal melalui Dewa 19, kala itu ia bisa dibilang belum bisa membuktikan sepak terjangnya sebagai solois.

"Jadi, misal budget manggungnya Ari Lasso Rp 8 juta waktu itu—waktu aku solo pertama, sebelum album keluar dan meledak—Rp 4 jutanya sudah hilang buat band. Lalu untuk kru, manajemen. Aku, tuh, kalau pulang, (bawa sisa pendapatan manggung) Rp 1,2 juta, Rp 800 ribu," tutur Ari Lasso.

video youtube embed

Perjuangan lelaki berusia 27 tahun itu ketika memulai karier solo pun penuh penderitaan. Sudah hanya mendapat penghasilan yang tak seberapa dari tiap manggung, ia pun kadang-kadang menganggur di rentang waktu yang tak sebentar.

"Aku anak band yang tidak bisa diiringi dengan organ tunggal ataupun minus one. Itu juga ditertawakan awal-awalnya, 'Eh, penyanyi solo, kok, bawa band, sih?' Makanya, aku jarang manggung saat itu, suffering-lah aku. Sebulan, tuh, kayak dua sampai tiga kali (manggung). Kadang, tiga bulan nganggur, benar-benar nganggur," bebernya.

Pada akhirnya, perjalanan Ari Lasso sebagai solois mulai mulus setelah album perdananya laris manis di pasaran.

"Kemudian, meledaklah album pertamaku. Itu mulai dipercaya, tapi juga sebulan cuma dua sampai tiga kali doang," pungkas Ari Lasso.