Kumparan Logo

Ariana Grande Disergap Pria saat Hadiri Premiere Wicked: For Good di Singapura

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ariana Grande (kiri) dan Cynthia Erivo menghadiri gala premiere WICKED: For Good di Singapura, Kamis (13/11/2025).
 Foto: Instagram/ @universalpicsid
zoom-in-whitePerbesar
Ariana Grande (kiri) dan Cynthia Erivo menghadiri gala premiere WICKED: For Good di Singapura, Kamis (13/11/2025). Foto: Instagram/ @universalpicsid

Aktris dan penyanyi, Ariana Grande, mengalami insiden tak menyenangkan saat menghadiri acara premier film Wicked: For Good di Singapura beberapa waktu lalu.

Acara premier film Wicked: For Good digelar di Resorts World Sentosa, Kamis (13/11). Dalam salah satu sesi, para pemain Wicked: For Good berjalan di atas yellow carpet.

Mereka tampak menyapa para penggemar yang memadati area kanan dan kiri yellow carpet tersebut. Tiba-tiba dari sisi depan Ariana terlihat seorang oknum penggemar menerobos barikade.

X post embed

Oknum penggemar bernama Johnson Wen itu berlari ke arah Ariana Grande. Dalam kesempatan itu, Wen bahkan sempat merangkul paksa Ariana yang tengah berjalan di yellow carpet.

Dalam video yang beredar, terlihat pula Cynthia Erivo menarik pria itu agar menjauh dari Ariana Grande. Sementara, Michelle Yeoh tampak membantu menarik pelantun lagu We Can't be Friends itu agar menjauh dari Wen.

Staf pengamanan langsung menarik Wen dan berusaha melindungi Ariana Grande. Ariana Grande tampak sangat terkejut usai mengalami kejadian itu.

Namun, Ariana Grande tetap melanjutkan sesi media dan acara premiere berlangsung sesuai jadwal yang telah ditentukan.

instagram embed

Dakwaan untuk Pria yang Ganggu Ariana Grande

Di sisi lain, kejadian tersebut lantas mengubah suasana premiere kala itu. Dilansir BBC, insiden tersebut juga berujung pada proses hukum terhadap Wen di pengadilan Singapura.

Johnson Wen telah didakwa sebagai pengganggu publik. Tindakan pria asal Australia itu, menimbulkan kemarahan besar publik Singapura.

Apalagi, rupanya ini bukan kali pertama Johnson Wen merangsek barikade di sebuah event. Dia pernah melakukan tindakan serupa dalam konser Katy Perry di Sydney pada bulan Juni tahun ini.

Saat ini, Wen harus berhadapan dengan proses peradilan. Jika terbukti bersalah, Johnson Wen dapat didenda hingga 2000 Dollar Singapura.

Sejumlah fans Ariana Grande juga mengecam tindakan Johnson Wen. Mereka menilai tindakan Wen dapat mengulang trauma Ariana Grande.

Sebelumnya Ariana mengalami gangguan stres pascatrauma setelah serangan bom bunuh diri di akhir konsernya pada bulan Mei 2017 lalu di Manchester. Insiden tersebut menewaskan 22 orang dan melukai ratusan orang.