Kumparan Logo

Ariel NOAH-Piyu Padi Datangi Baleg DPR, Dimintai Masukan Soal RUU Hak Cipta

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua AKSI Satriyo Yudi Wahono atau Piyu (kanan) berbincang dengan Ketua VISI Nazril Irham atau Ariel (kiri) saat mengikuti RDPU dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua AKSI Satriyo Yudi Wahono atau Piyu (kanan) berbincang dengan Ketua VISI Nazril Irham atau Ariel (kiri) saat mengikuti RDPU dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Sejumlah musisi, penyanyi, hingga komposer lagu datang ke Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (11/11). Mereka diminta memberikan masukan untuk Revisi Undang-Undang (RUU) Hak Cipta.

Para pemusik itu terbagi ke tiga asosiasi. Yang pertama adalah Vibrasi Suara Indonesia (VISI) yang dipimpin Armand Maulana sebagai Ketua. Ia didampingi oleh Ariel NOAH, Vina Panduwinata, Fadly Padi, dan Judika.

Sementara, para komposer terkumpul di Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI). Ketuanya adalah Piyu Padi. Terakhir, ada Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) yang dipimpin oleh Gumilamg Ramadhan sebagai ketua umum.

Rapat dengar pendapat (RDP) Badan Legislasi (Baleg) DPR RI bersama VISI, AKSI, dan ASIRI terkait RUU Hak Cipta di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (11/11). Foto: Abid Raihan/kumparan

Rapat dimulai pada pukul 13.35 WIB, dipimpin oleh Ketua Baleg, Bob Hasan.

“Untuk memastikan proses pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi tentang RUU Hak Cipta agar berjalan komprehensif dan Implementatif kami memandang perlu untuk mengundang para pemangku kepentingan dalam ekosistemnya, ekosistem hak cipta di Indonesia secara spesifik,” jelas Bob.

“Kehadiran AKSI, VISI, dan ASIRI menjadi sangat penting. Alasan utamanya adalah RUU ini bertujuan memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi pencipta, pemegang hak cipta, dan pemilik hak terkait,” tambahnya.

Suasana pertemuan Vibrasi Suara Indonesia (VISI) dengan Fraksi PDIP di gedung DPR RI, Senayan, Jakpus pada Senin (10/11). Foto: Abid Raihan/kumparan

Bob menjelaskan, kehadiran masing-masing asosiasi mewakili masing-masing pemangku kepentingan, dari pencipta hingga penampil.

“AKSI mewakili para pencipta atau komposer yang memiliki hak moral dan hak ekonomi atas karya ciptanya, sementara VISI mewakili para pelaku pertunjukan yang memiliki hak terkait,” ucap Bob.

“Masukan mereka akan sangat menentukan batasan ideal hak moral dan hak ekonomi dari setiap karya serta durasi dan mekanisme pewarisan pelindungan hak cipta,” tambahnya.

Rapat pun dimulai dengan mendengarkan pemaparan dari masing-masing asosiasi.