Arifin Putra Gugup Saat Menikah di Film ‘Mantan Manten’

1 April 2019 21:02 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Artis Arifin Putra saat hadir di acara Rangkaian Lingkar Alumni Indie Movie 2019 di Grand Indonesia Jakarta Selasa (26/02). Foto: Ronny/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Artis Arifin Putra saat hadir di acara Rangkaian Lingkar Alumni Indie Movie 2019 di Grand Indonesia Jakarta Selasa (26/02). Foto: Ronny/kumparan
ADVERTISEMENT
Aktor Arifin Putra menjadi salah satu pemeran di film ‘Mantan Manten’. Di film karya Farisha Latjuba itu, ia memerankan karakter bernama Surya, tunangan dari Yasnina (Atiqah Hasiholan).
ADVERTISEMENT
Pada film produksi Visinema Pictures itu, pria berumur 31 tahun ini harus melakukan adegan menikah. Saat melakukan adegan tersebut, Arifin mengaku merasa gugup.
“Ya iyalah deg-degan. Di sini kan kita juga ada adegan pernikahan adat Jawa yang sampai harus injek telur segala,” ujar Arifin saat ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (1/4).
Arifin Putra di preskon film ‘Mantan Manten’. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan
“Ya, itu sih seru. Tapi, juga tentunya bikin deg-degan. Jadi, buat aku menarik ya, belajar soal adat ,” lanjutnya.
Sebelum mulai syuting, pria berdarah Jerman ini melakukan workshop, salah satunya adalah untuk mempelajari adat Jawa. Maka dari itu, dia mendapat ilmu mengenai adat tersebut.
“Intinya, ya gue jadi mengerti dan menghormati proses adat Jawa. Buat gue jadi pembelajaran baru. Jadi, kalau suatu saat nanti memang calon (istri)nya ada (darah) Jawanya kan sudah tahu,” ucap Arifin Putra.
Arifin Putra saat di kumparan. Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan
Pria kelahiran Jakarta ini mengaku memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah dia memainkan karakter yang berbeda dari biasanya.
ADVERTISEMENT
“Biasanya aku karakternya selalu yang marah-marah, bacok-bacok orang gitu kan, sempat dibilang psychopat-lah. Lalu, di sini justru karakter yang nrimo (terima) banget, nurut, pokoknya, apa kata orang tua diikutin deh,” tutur Arifin.
Cara Arifin membangun chemistry dengan para lawan mainnya, yakni saat proses reading. “Yang utama, paham sama karakter dan ceritanya. Di sini, hubungan kita unik dan chemistry itu dibangun secara unik,” pungkas Arifin Putra.