Asal Muasal April Mop

April Fools, April Mop, April Fish. Nama-nama itu hanya sebagian dari begitu banyak sebutan untuk tanggal 1 April yang diperingati tiap tahun sebagai hari penuh lelucon.
Semua orang di seluruh dunia pasti pernah mendengar April Fools atau April Mop. Mungkin anda juga pernah ikut meramaikan April Mop dengan melakukan banyak keisengan kepada teman atau keluarga.
Sejarah April Mop memang tidak begitu jelas. Ada banyak cerita dan versi tentang asal muasal hari lelucon sedunia ini. Salah satu yang sering diceritakan adalah versi kalender Pope Gregory XIII.

Alkisah pada 1582, Pope Gregory XIII memerintahkan untuk membuat kalender baru (kalender Gregorian) untuk menggantikan kalender Julian. Pada kalender baru itu, ia memindahkan perayaan tahun baru dari 1 April ke 1 Januari. Masyarakat Perancis lalu mengikuti pergantian kalender tersebut.
Namun meski sudah diperintahkan untuk mengganti kalender, beberapa orang menolak untuk mengganti kalender mereka dan tetap merayakan 1 April sebagai tahun baru mereka.
Mereka yang masih percaya 1 April sebagai tahun baru dianggap sebagai orang-orang kuno yang tidak mau belajar. Warga kemudian mulai mengolok-olok orang-orang itu. Olok-olok itu misalnya dengan mengirimkan lelucon atau mengelabui mereka yang tidak mengganti kalendernya, agar percaya pada kebohongan yang mereka buat. Akhirnya, praktik lelucon ini menyebar ke seluruh Eropa.
Cerita lain soal April Mop datang dari Joseph Boskin, seorang profesor Boston University. Dilansir bu.edu, ‘sejarah’ April Mop versi profesor Boskin pernah mengelabui media besar. Tahun 1983, Boskin mendapat telepon dari seorang jurnalis untuk menceritakan kisah April Mop. Karena terus didesak, Boskin akhirnya mengarang sebuah cerita.
Ia menjelaskan bahwa pada zaman Constantine Agung, sekelompok pelawak mengungkapkan mereka bisa bekerja lebih baik dari sang Kaisar.
Mendengar hal itu, sang kaisar pun mengizinkan salah satu pelawak bernama Kugel untuk menjadi raja sehari. Kugel kemudian menerbitkan sebuah dekrit yang berbunyi, hari saat ia menjadi raja dijadikan hari absurd nasional dan dirayakan setiap tahun.
Penjelasan Boskin ini ditulis oleh seorang jurnalis dari Associated Press. Associated Press kemudian menyampaikan penjelasan tersebut kepada publik melalui sebuah artikel yang dikutip dan dicetak banyak koran pada masa itu.
Perlu beberapa minggu bagi AP untuk menyadari bahwa mereka sebenarnya sudah menjadi korban April Mop.
“AP selalu melakukan cross check untuk sebuah cerita. Sayangnya mereka tidak melakukan itu pada cerita saya. Itu adalah kesalahan mereka tidak memeriksa cerita itu lebih lanjut. Saya jadi mempermalukan mereka,” ujar Boskin dalam salah satu artikel Boston University.
Hingga saat ini hari April Mop masih terus jadi hari yang patut diwaspadai. Teman atau keluarga anda mungkin saja sedang mempersiapkan ‘kejutan’ spesial di hari iseng sedunia ini.
