Kumparan Logo

Atalarik Syach Geram Banyak Pohon di Rumah Rusak Gegara Konflik Sengketa Lahan

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Artis Atalarik Syach (kiri) didampingi kuasa hukumnya di Pengadilan Negeri Cibinong, Bogor, Senin (2/6/2025).
 Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Artis Atalarik Syach (kiri) didampingi kuasa hukumnya di Pengadilan Negeri Cibinong, Bogor, Senin (2/6/2025). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Atalarik Syach mengaku geram lantaran sejumlah pohon yang telah ia rawat dalam waktu lama harus menjadi korban terkait sengketa lahan yang terjadi di rumahnya.

Menurut Atalarik, seharusnya tak boleh ada tindak perusakan yang dilakukan antara kedua pihak. Mengingat, lahan tersebut masih menjadi sengketa.

"Kan ada undang-undangnya jelas. Cuma eksekusi, tapi kan bukan berarti jadi milik mereka kalau statusnya belum jelas kan, kayak gitu," ujar Atalarik Syach kepada wartawan di Polres Cibinong.

Lokasi rumah Atalarik Syach di Kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

"Terjadi pengerusakan dan itu tanaman-tanaman premium saya semua lagi (rusak). Ada jatinya, ada duriannya yang rusak, pohon kelapa saya puluhan tahun yang kelapanya itu banjir buah, banjir kelapa kayak gitu. Jadi ya, banyak sekali," sambungnya.

Menurut Atalarik, total ada puluhan pohon yang harus ia korbankan. Padahal, pepohonan itu ia yang rawat sendiri selama bertahun-tahun.

"(Ada) Puluhan. Kelapanya aja puluhan. Itu semua pohon di atas 20 tahun. Yang nanem, lahan itu (dari) lahan kosong uang (isinya) pohon besar itu (ya) saya yang tanam," ucapnya.

Artis Atalarik Syach (kiri) didampingi kuasa hukumnya di Pengadilan Negeri Cibinong, Bogor, Senin (2/6/2025). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Baginya, kehilangan pohon yang telah ia rawat adalah kerugian tak ternilai. Apalagi, pohon-pohon itu dapat menghalau panas di sekitar rumahnya.

"Karena saya pecinta alam, saya sayang dengan pohon-pohon besar. Saya pohon orang aja ditebang, bisa saya bisa emosi, apalagi pohon itu pohon ideal, tahu tumbuhnya puluhan tahun dan itu penting. Apalagi pohon-pohon itu adalah untuk menghalau matahari ke arah rumah saya yang sangat panas banget," ungkap Atalarik.

Melihat kejadian itu, tim kuasa hukum Atalarik, Sofyan, menyatakan pihaknya juga tengah mempertimbangkan hal itu ke pihak Dinas terkait. Menurutnya, hal tersebut sudah tergolong pada perusakan alam.

"Jadi nanti itu juga kita pikirkan ya. Kita lagi memikirkan tim kuasa hukum itu untuk melaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup juga. Karena beberapa pohon kan yang ditebang. Kalau satu, dua, tiga mungkin enggak masalah lah. Ini kan karena beberapa pohon, itu juga merusak lingkungan kan," kata Sofyan.