Kumparan Logo

Aurelie Bikin Playlist Buat Memoar Back To Me, Ada John Mayer-Taylor Swift

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aurelie Moeremans di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aurelie Moeremans di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Aurelie Moeremans resmi merilis buku memoar keduanya berjudul 'Back To Me', Sabtu (8/8). Back To Me dirilis bersamaan dengan hari ulang tahun Aurelie.

Sama seperti memoar pertamanya, Broken Strings, buku itu juga dirilis secara gratis. Link untuk mengunduh buku tersebut juga sudah tersedia di bio Instagram Aurelie.

Di halaman awal buku tersebut, Aurelie menyematkan sebuah link playlist Spotify untuk para pembaca. Ia sengaja membuat playlist itu untuk menemani para pembaca menyusuri halaman-halaman di buku tersebut.

Playlist tersebut berisikan beberapa lagu yang sudah dikurasi oleh Aurelie. Durasi keseluruhan lagu dalam playlist itu mencapai 1 jam 28 menit. Lagu-lagu dari musisi dunia seperti Taylor Swift, Coldplay, hingga John Mayer bertengger di playlist itu.

Aurelie: Back To Me Cerita Tentang Hidup Kembali

Aurelie Moeremans dan kekasihnya. Foto: Instagram/@aurelie

Dalam salah satu unggahan di akun Instagram pribadinya, Aurelie membocorkan sedikit cerita soal Back To Me. Katanya, kalau Broken Strings adalah tentang bertahan hidup, Back to Me adalah tentang hidup kembali.

"Tentang sembuh. Tentang melepaskan. Tentang menemukan diriku lagi," tutur Aurelie.

Aurelie juga menekankan bahwa buku itu tidak akan seberat Broken Strings. Tak hanya itu, menurut Aurelie, memoar keduanya ini berisikan cerita saat dirinya menemukan kebahagiaan dalam hidupnya.

"Dan yes… ada cerita tentang bagaimana aku bertemu dr. Tyler," tukasnya.

Sebelumnya, Aurelie sempat mencuri perhatian lewat memoar pertamanya yang berjudul Broken Strings. Para pembaca bahkan menghubungkan sederet karakter dengan beberapa orang yang pernah hadir dalam perjalanan hidup Aurelie selama ini.

Buku itu makin jadi sorotan lantaran Aurelie membagikan pengalamannya menjadi korban grooming saat usia 15 tahun dalam buku Broken Strings. Grooming merupakan istilah yang merujuk pada kondisi ketika seorang anak berada di bawah manipulasi orang yang lebih dewasa.