Kumparan Logo

Bahas Permintaan Royalti di Film, Fedi Nuril: Wajar, Asal Dibicarakan di Awal

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Artis Fedi Nuril saat konferensi pers trailer film 1 Imam 2 Makmum di CGV, FX Sudirman, Jakarta, Selasa (26/11/2024). Foto: Agus Apriyanto
zoom-in-whitePerbesar
Artis Fedi Nuril saat konferensi pers trailer film 1 Imam 2 Makmum di CGV, FX Sudirman, Jakarta, Selasa (26/11/2024). Foto: Agus Apriyanto

Aktor Fedi Nuril ikut berkomentar terkait isu royalti dalam dunia perfilman. Hal itu berkaitan dengan pemutaran ulang film bioskop pada OTT (Over The Top) atau TV berbayar.

Menurutnya, permintaan royalti dari para pemain atau kru film sah-sah saja dilakukan. Apalagi jika pada praktiknya, film tersebut terbukti sukses, bahkan bertahan lama di platform tersebut.

"Kalau film itu yakin sukses dan usahanya dirasa dapat imbalan lebih, itu harus diomongin di awal. Kalau di tengah-tengah tidak adil karena nggak ada omongan sebelumnya," ujar Fedi Nuril kepada wartawan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Artis Fedi Nuril saat konferensi pers trailer film 1 Imam 2 Makmum di CGV, FX Sudirman, Jakarta, Selasa (26/11/2024). Foto: Agus Apriyanto

Hanya saja, menurut aktor 42 tahun semua itu kembali lagi pada kesepakatan yang telah disetujui para pihak sejak awal produksi.

"Permintaan royalti ini wajar atau dianggap adil kan film ini ditayangkan di tempat lain bisa dapat bagian juga kembali ke negosiasi bisnis," ucap Fedi Nuril.

Fedi Nuril meminta agar para pelaku industri hiburan tak perlu ragu untuk membuka ruang diskusi sejak tahap awal terkait royalti tersebut.

Pemain Film "Mendadak Kaya" Fedi Nuril saat berkunjung ke kantor kumparan. Foto: Faisal Rahman/kumparan

Karena menurutnya, hitung-hitungan tersebut sah saja untuk dilakukan. Mengingat, ada modal yang harus dikeluarkan dalam sekali pembuatan film.

"Hanya sekadar negosiasi atau mengajukan nggak masalah," ungkap Fedi Nuril.

"Namanya negosiasi, mengajukan dulu gak ada salahnya harusnya terbuka diobrolin. Kalau menolak, alasannya apa? Kalau diterima tinggal diomongin hitung-hitungan yang dirasa adil," lanjut dia.

Fedi pun mencontohkan dirinya yang pernah mencoba hal tersebut di awal kariernya. Tepatnya saat terlibat dalam film berjudul Ayat-ayat Cinta.

"Saya pernah mencoba di awal, hasilnya untuk saya sendiri dulu, dari film Ayat-ayat Cinta sudah diusahakan," pungkasnya.