Balinale 2026 Hadirkan 6 Film Hong Kong, dari Thriller hingga Komedi
·waktu baca 3 menit

Asian Film Awards Academy (AFAA) kembali memperkuat eksistensi perfilman Hong Kong di ajang Bali International Film Festival (Balinale) 2026. Tahun ini, sebanyak enam film Hong Kong hadir dalam program Hong Kong Film Gala Presentation yang berlangsung pada 1-7 Juni 2026 di The Icon XXI, Sanur, Bali.
Kehadiran enam film tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan karya-karya sineas Hong Kong kepada penonton internasional lewat genre yang beragam. Mulai dari action thriller, drama keluarga, kisah Gen Z, komedi, hingga sci-fi fantasi.
Tak hanya menghadirkan screening film, salah satu aktor Road to Vendetta, Jeffrey Ngai, juga dijadwalkan hadir dalam Bali Film Forum pada 3 Juni mendatang untuk berbicara mengenai proses produksi filmnya.
Berikut enam film Hong Kong yang tayang di Balinale 2026:
Road to Vendetta (2025)
Film garapan Albert Njo Kui-Ying ini menghadirkan nuansa action thriller ala Hong Kong era 1990-an. Road to Vendetta mengikuti kisah balas dendam penuh aksi brutal, lengkap dengan emosi para karakternya.
Film produksi Hong Kong-Jepang tersebut dibintangi Jeffrey Ngai, Sara Minami, Chu Pak-Him, hingga Takumi Saitoh. Road to Vendetta disebut menjadi salah satu film aksi Asia yang sukses membangkitkan nostalgia penonton terhadap film-film laga klasik Hong Kong.
Night King (2026)
Night King mempertemukan Dayo Wong dan Sammi Cheng dalam drama komedi penuh dinamika cinta-benci. Film karya sutradara Ng Wai-lun ini menghadirkan kisah kehidupan pahit-manis dengan sentuhan humor dan drama emosional.
Selain chemistry para pemain, Night King juga menawarkan visual mewah dan alur cerita yang menghibur sekaligus menyentuh.
Golden Boy (2025)
Golden Boy menceritakan Cheung Lek, petinju muda berbakat yang dijuluki “Golden Boy”. Namun hidupnya berubah usai sebuah insiden tragis membuatnya dipenjara.
Sepuluh tahun kemudian, ia bertemu dengan putranya yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Demi mendapatkan warisan keluarga, Cheung harus belajar menjadi ayah sekaligus menghadapi penyesalan masa lalunya.
Film ini dibintangi Louis Cheung, Eric Tsang, hingga Rosa Maria Velasco.
Gamer Girls (2025)
Film karya Sophie Yang dan Veronica Bassetto ini mengangkat dunia e-sport perempuan. Gamer Girls mengikuti perjuangan tim gamer perempuan Hong Kong yang mencoba bangkit menghadapi stereotipe dan konflik internal dunia game.
Di tengah ancaman kehilangan akun pemain Hong Kong menjelang seleksi besar, mereka harus berjuang melawan otoritas game sekaligus mempertahankan mimpi mereka.
Visual penuh warna dan efek CGI menjadi daya tarik utama film bertema Gen Z tersebut.
Ciao UFO (2019)
Ciao UFO membawa penonton ke peristiwa misterius di kawasan Wah Fu, Aberdeen, pada era 1980-an. Saat itu, warga melihat UFO raksasa melayang di langit selama lima menit.
Fenomena aneh tersebut kemudian menjadi titik balik kehidupan tiga anak muda yang tinggal di kompleks tersebut. Film ini menggabungkan drama coming-of-age dengan misteri sci-fi yang unik.
Back to the Past (2025)
Film fantasi sci-fi ini mengikuti kisah Hong Siu-lung, penjelajah waktu dari Dinasti Qin yang hidup dalam pengasingan selama 20 tahun.
Situasi berubah ketika Kaisar Qin diserang kelompok misterius dengan teknologi modern yang berasal dari masa depan. Pertemuan kembali Hong dan sang kaisar memaksa keduanya menghadapi konflik lama yang belum selesai.
Back to the Past dibintangi Louis Koo, Raymond Lam, Bai Baihe, hingga Jessica Hsuan.
Lewat enam film tersebut, AFAA ingin menunjukkan bahwa perfilman Hong Kong masih terus berkembang dan mampu bersaing di tengah industri film global. Ragam genre dan tema yang dihadirkan juga diharapkan bisa menjangkau penonton muda hingga pecinta film festival internasional.
