Kumparan Logo

Bangkitkan Nostalgia, Ello Bawakan Lagu Mendiang Ibunya, Benci Tapi Rindu

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyanyi Ello bawakan lagu mendiang ibunya, Diana Nasution, saat tampil di suatu acara. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Penyanyi Ello bawakan lagu mendiang ibunya, Diana Nasution, saat tampil di suatu acara. Foto: Dok. Istimewa

Penyanyi Marcello Tahitoe atau yang akrab disapa Ello tampil dalam acara Collab Generation di De Concert Room, Deheng House, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (26/9).

Dalam penampilannya, Ello membawakan dua lagu yang dipopulerkan oleh mendiang ibunya, Diana Nasution, berjudul Benci Tapi Rindu.

“Habis ini nyanyiin lagu ibu gue kali ya,” kata Ello kepada penonton.

Begitu intro lagu dimainkan, penonton pun langsung bersorak riuh.

Penyanyi Ello bawakan lagu mendiang ibunya, Diana Nasution, saat tampil di suatu acara. Foto: Dok. Istimewa

Ello Bawakan Lagu Ciptaan Ayahnya

Selain itu, Ello sempat membawakan lagu ciptaan ayahnya, Minggus Tahitoe, berjudul Pergi Untuk Kembali.

Di sela penampilannya, Ello menyinggung pentingnya keberadaan function hall yang representatif bagi musisi untuk berekspresi.

“Saya senang sekali bisa ada di Deheng House malam hari ini. Jakarta itu selalu membutuhkan function hall yang memang proper,” tutur Ello.

Ia berharap tempat tersebut bisa menjadi rumah bagi para musisi ibu kota sekaligus melahirkan pertunjukan-pertunjukan legendaris.

“Saya berdoa semoga di sini bisa jadi rumahnya para musisi yang ada di Jakarta. Dan semoga bisa menjadi tempat legendaris untuk mempromosikan atau mempresentasikan karya seni,” tambah Ello.

Ello juga membawakan lagu lain seperti Masih Ada, Creep, dan Highway to Hell.

Penyanyi Ello bawakan lagu mendiang ibunya, Diana Nasution, saat tampil di suatu acara. Foto: Dok. Istimewa

Selain Ello, acara ini juga menghadirkan penampilan Band Sat! dan Kawan Dansa.

Direktur Utama Deheng House, Amelia Mailowa, mengatakan pihaknya mengundang tiga penampil yang berbeda generasi dan jenis musiknya.

"Sesuai dengan konsep atau tema acara, kami mengundang tiga performers yang berbeda generasi dan jenis musiknya, sekaligus menggambarkan bahwa Deheng House terbuka untuk semua kalangan," ucap Amelia.

Amelia mengatakan, Deheng House merupakan tempat bagi musisi untuk berkumpul dan bermusik.

"Selain itu, tempat kami memang dijadikan wadah musisi berkumpul dan bermusik. Jadi setiap harinya nanti akan ada banyak program musik yang bisa dinikmati," ungkap Amelia.