Kumparan Logo

Banyak Dipuji, Ari Lesmana Ngaku Sempat Tak Pede saat Kumandangkan Azan

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Vokalis Fourtwnty, Ari Lesmana, saat berbincang dengan Vincent dan Desta. Foto: YouTube/Vindes
zoom-in-whitePerbesar
Vokalis Fourtwnty, Ari Lesmana, saat berbincang dengan Vincent dan Desta. Foto: YouTube/Vindes

Vokalis band Fourtwnty, Ari Lesmana, sempat viral usai dirinya menjadi muazin azan subuh dalam salah satu program di kanal YouTube Vindes.

Pujian diberikan oleh sejumlah netizen kepada Ari Lesmana. Salah satunya ada yang merinding ketika mendengarnya mengumandangkan azan.

“Sumpah merinding banget, yang jadi muadzinnya Ari Lesmana. Keren. Rispek juga buat @vindestwitt yang udah ngadain acara Sahur Nih Ye & Bukber Nih Yee. Mantapp,” tulis seorang netizen.

Ari Lesmana Sempat Tak Percaya Diri saat Harus Kumandangkan Azan

Vokalis Fourtwnty, Ari Lesmana. Foto: Dok. Fruit Tea

Meski akhirnya banyak yang memuji, Ari Lesmana mengungkapkan bahwa dirinya sempat tidak percaya diri saat harus kumandangkan azan.

“Iya (enggak pede). Aku ngerasa mungkin banyak yang lebih baik, mendingan dengerin yang lebih baik saja deh,” kata Ari seraya tertawa saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Ari mengatakan salah satu hal yang membuatnya tidak percaya diri karena kualitas ibadahnya masih jauh dari kata sempurna.

“Iya saya manusia enggak sempurna, ya, masih belajar terus. Antara nyesel dengan enggak nyesel, ya, karena secara beribadah aku masih belum baik, masih banyak kurangnya masih jauh banget,” tutur Ari.

Fourtwnty di Tamagochill. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan

Di sisi lain, Ari menceritakan mengenai proses perekaman azan. Ternyata itu tidak semudah yang ia bayangkan. Sebelum menjalani rekaman, Ari amat serius mendengarkan suara azan.

“Biasanya aku kalau naik pesawat dengerinnya apa gitu musik, tapi ini dengerin azan, sampe berapa hari, tuh, tiga hari,” ucap Ari.

“Soalnya, kan, ada ustaz juga di situ, bener engga panjang pendeknya, lafalnya, karena itu, kan, enggak gampang, ya, banyak detailnya, itu aja masih banyak kurang di sininya,” lanjutnya.

Meski merasa belum baik, Ari mengaku sudah berusaha memberikan yang terbaik saat melantunkan azan.

Ari berharap apa yang dia lakukan bisa menjadi penyelamatnya di akhirat kelak.

“Senang, sih. Mudah-mudahan pas masuk neraka kata Tuhan, ‘Oh, sempet azan, nih, masuk surga aja,’ siapa tau,” ujar Ari.