kumparan
5 Sep 2019 16:30 WIB

Baskara Mahendra Bantah Jadi Cowok Feminin di Film 'Bebas'

Baskara Mahendra saat di kumparan. Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan
Baskara Mahendra terlibat dalam film berjudul 'Bebas'. Ia memerankan karakter bernama Jojo di film besutan sutradara Riri Riza tersebut.
ADVERTISEMENT
Jojo merupakan salah satu anggota dari geng Bebas. Ia menjadi satu-satunya anggota laki-laki di geng tersebut.
Banyak yang menduga jika karakter Baskara Mahendra di film tersebut adalah laki-laki feminin alias melambai. Akan tetapi, pria berusia 26 tahun ini membantah dugaan itu.
"Emang kayak gitu? Enggak padahal. Nonton saja filmnya," ujar Baskara Mahendra saat dijumpai di Indofood Tower, Jakarta Pusat, Kamis (5/9).
Selama ini, jika hanya ada satu laki-laki dalam anggota geng pertemanan, biasanya orang itu menjadi cowok yang feminin. Akan tetapi, menurut Baskara, di film 'Bebas' perannya tidak seperti itu.
"Soalnya kalau lihat trailer, geng cewek, cowok itu anggepannya pasti begitu (feminin). Padahal geng cewek cowok itu sama," jelas Baskara.
ADVERTISEMENT
"Gender itu enggak dibeda-bedakan. Itu biasa. Nanti nonton saja. Karakternya nyinyir sebenarnya," lanjutnya.
Baskara Mahendra saat di kumparan. Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan
'Bebas' merupakan film yang diadaptasi dari film Korea berjudul 'Sunny'. Nah, di film 'Sunny' sebenarnya tidak ada karakter Jojo, karena semua anggota gengnya adalah perempuan.
Baskara bersyukur terkait hal itu. Sebab, ia menjadi lebih leluasa untuk mengeksplor karakter Jojo tersebut.
"Aku paling gampang sih. Soalnya enggak ada perbandingannya. Lebih bebas buat eksplor sendiri. Buat discuss sama Mas Riri yang ciptain karakternya juga lebih seru," pungkas Baskara Mahendra.
Konferensi pers film 'Bebas' di Indofood Tower, Jakarta Pusat, Kamis (5/9). Foto: DN. Mustika Sari/kumparan
Sementara itu, dalam konferensi pers, Mira Lesmana menjelaskan mengapa pihaknya menampilkan satu tokoh laki-laki dalam anggota geng Bebas. Ia sudah memikirkan tentang hal ini ketika pertama kali berencana mengadaptasi film 'Sunny'.
ADVERTISEMENT
"Saya menyadari sekolah perempuan di masa itu enggak banyak. Makanya saya lihat relevansi akan berkurang di Indonesia. Saya pikir ambil sekolah negeri yang campur laki-laki dan perempuan," terang Mira Lesmana.
"Kalau semua perempuan dan di sekolah negeri kayak geng Cinta juga (film Ada Apa dengan Cinta?). Saya butuh ubah satu karakter untuk mensahkan ini persahabatan. Di saat sama ada satu laki-laki yang kita bisa mikir, perempuan bisa menghargai laki-laki dan sebaliknya," sambungnya.
Film 'Bebas' bisa kamu saksikan di bioskop mulai 3 Oktober 2019.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan