Kumparan Logo

Beijing Connection Angkat Kisah Masa Lalu Lewat Karyanya

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
more-vertical
Aksi dari band Beijing Connection. Foto: kumparan/Andrian Gilang
zoom-in-whitePerbesar
Aksi dari band Beijing Connection. Foto: kumparan/Andrian Gilang

Band Midwest Emo asal Makassar, Beijing Connection, mengungkapkan keresahan yang diusung dalam karya mereka.

Beijing Connection yang beranggotakan Rudy Rubiandini (bass & vokal) dan Adhewans (gitar) mengangkat kisah masa lalu.

"Keresahan yang kita usung di Beijing sebenarnya banyak kisah-kisah masa lampau ya," kata Rudy kepada kumparan, belum lama ini.

Keseruan aksi dari band Beijing Connection. Foto: kumparan/Andrian Gilang

Alasan Beijing Connection Angkat Kisah Masa Lalu dalam Lagu Mereka

Rudy mengungkapkan kisah-kisah masa lalu yang menjadi keresahan Beijing Connection dalam karya mereka.

"Jadi hal-hal yang tidak selesai di masa lalu, entah itu soal percintaan, keluarga, pertemanan, itu coba kita angkat di Beijing Connection," tutur Rudy.

Rudy kemudian menjelaskan alasan Beijing Connection mengangkat tema tersebut dalam karya mereka.

"Tujuannya apa? Emang kita mau relate aja dengan keresahan orang zaman sekarang," ucapnya.

Personel band Beijing Connection. Foto: kumparan/Andrian Gilang

Di sisi lain Beijing Connection mengungkapkan single yang menjadi jagoan mereka. Rudy dan Adhewans memilih We Should've Left Our Hearts in The South Where They First Met.

"Karena itu jadi lagu pertama kita," kata Adhewans.

Sementara itu, Rudy mengatakan We Should've Left Our Hearts in The South Where They First Met tidak hanya menjadi single jagoan mereka.

"Itu lagu jagoan kita dan jagoan pendengar Beijing Connection," ucap Rudy.