Kumparan Logo

Berawal dari Iseng, Klub Kamis Klimbing Kini Jadi Komunitas untuk Pemula

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komunitas wall climbing, Klub Kamis Klimbing yang berkegiatan di Nusa Climb, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Komunitas wall climbing, Klub Kamis Klimbing yang berkegiatan di Nusa Climb, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Wall climbing biasanya identik dengan olahraga yang menantang dan membutuhkan skill. Namun, Klub Kamis Klimbing justru berawal dari tiga pekerja kantoran yang masih amatir dan ingin punya kegiatan olahraga rutin.

Dirga, Sydney, dan John awalnya memang hanya suka melakukan climbing bersama. Mereka kemudian kepikiran untuk membuat akun Instagram sebagai tempat mengarsipkan kegiatan manjat mereka, tanpa harus terus mengunggahnya lewat akun pribadi.

“Kalau misalkan nanya gimana caranya terbangun, jujur iseng. Pengin deh bikin arsip kita manjat,” kata Dirga, Founder Klub Kamis Klimbing kepada kumparan.

Bahkan, akun tersebut dibuat secara spontan saat mereka sedang berada di TransJakarta. Dari sana, mereka mulai memikirkan konsep kegiatan yang bisa dilakukan secara rutin. Mereka akhirnya memilih hari Kamis sebagai jadwal untuk climbing bersama. Bagi John, adanya jadwal tersebut juga menjadi motivasi agar mereka tidak terus menunda olahraga.

Founder Klub Kamis Klimbing, Dirga, Sydney, dan John saat ditemui kumparan di kawasan Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Dari akun yang awalnya hanya dibuat untuk arsip pribadi, orang-orang kemudian mulai tertarik untuk ikut. Mereka mengirim DM dan bertanya mengenai kegiatan climbing yang dilakukan Klub Kamis Klimbing.

Menurut Sydney, beberapa teman yang sebelumnya tidak rutin climbing juga akhirnya memiliki jadwal untuk manjat setiap Kamis. Orang-orang yang memang biasa climbing di tempat tersebut pun mulai mengenal dan berteman dengan mereka.

“Awalnya iseng buat arsip sendiri, terus habis itu baru orang-orang merasa juga jadi pada DM-DM. Mereka yang biasa tuh kayak nggak rutin, malah jadi rutin,” kata Sydney, Founder Klub Kamis Klimbing.

Buat para founder, climbing juga bukan sekadar aktivitas fisik. Di tengah rutinitas sebagai pekerja di Jakarta, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk melepas stres dan mengisi kembali energi.

“Ini satu-satunya olahraga yang aku lakukan. Dan stress relief-nya itu berasa banget. Jadi walaupun capek, tapi ada happiness yang keisi pas udah selesai,” kata Sydney.

Komunitas wall climbing, Klub Kamis Klimbing yang berkegiatan di Nusa Climb, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Pengalaman serupa dirasakan Vania, salah satu peserta Klub Kamis Klimbing. Ia mengetahui komunitas tersebut lewat Instagram Story temannya dan tertarik ikut untuk mengisi waktu setelah pulang kerja sekaligus melepas stres.

Padahal, Vania belum pernah mencoba climbing sebelumnya. Saat pertama kali mencoba, ia bahkan sempat takut dan kakinya gemetar. Dukungan dari teman-teman di sana kemudian membuatnya berani mencoba lagi.

“Awalnya cuma tiga langkah, tapi kaki aku udah gemetar. Terus teman-teman bilang, ‘Bisa, habis ini bisa. Nanti coba lagi, take it easy,’” ujar Vania.

Komunitas wall climbing, Klub Kamis Klimbing yang berkegiatan di Nusa Climb, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Kini, Klub Kamis Klimbing terbuka untuk siapa saja, termasuk pemula yang belum pernah mencoba wall climbing. Komunitas ini juga tidak memungut biaya keanggotaan. Peserta cukup membayar tiket masuk tempat climbing dan bisa ikut manjat bersama setiap Kamis.

Biasanya, komunitas ini manjat di Nusa Climb, Jakarta Selatan, mulai pukul 7 malam. Tiket masuk di tempat masuk tersebut dibanderol mulai dari Rp 150 ribu, sudah termasuk sewa alat.

Gimana, jadi tertarik manjat bareng juga?