Berkat Fans, Slank Jauhi Narkoba dan Bertahan di Industri

Hinggat saat ini, Slank masih dipandang sebagai salah satu band dengan penggemar hingga jutaan orang. Mereka dikenal dengan sebutan Slankers.
Jauh sebelum terkenal dan mempunyai basis penggemar yang tersebar di Indonesia, Slank telah bergonta-ganti personel hingga 14 kali. Band yang berdiri pada 26 Desember 1983 tersebut saat ini terdiri dari lima personel tetap, yakni Bimo Setiawan (Bimbim) sebagai drummer, Akhadi Wira Satriaji (Kaka) sebagai vokalis, Ivanka sebagai bassist, Abdi Negara Nurdin (Abdee) sebagai gitaris dan Mohammad Ridwan Hafiedz (Ridho) sebagai gitaris.
Sebagai salah satu band dengan bayaran tertinggi di Indonesia, Slank pada awalnya hanyalah kumpulan anak-anak muda yang menyanyikan lagunya di pinggir jalan. Liriknya pun banyak membahas tentang kehidupan di jalanan. Bahkan, nama Slank diambil dari cemoohan orang yang menyebut mereka sebagai cowok selenge'an atau cowok urakan.

Lirik lagu Slank yang sesuai dengan kalangan masyarakat bawah membuat beberapa personel jatuh ke lubang penyalahgunaan narkotika. Bimbim dan Kaka begitu kecanduan dengan barang haram tersebut. Resah, bimbang, dan tak punya harapan membuat band tersebut seolah mengalami masa kelamnya.
Puncak titik nadirnya, ketika Slank mengalami perpecahan akibat beberapa personelnya tak kuasa melihat kelakuan Bimbim dan Kaka yang sudah benar-benar kecanduan narkoba. Bahkan, Bimbim yang kala itu sedang sakau, diteror oleh fans beratnya untuk tidak membubarkan Slank.
"Lo jangan kurang ajar ya, Bim! Kalau Slank sampai bubar, berarti itu salah lo! Gue tulis surat ini pake darah. Jangan sampai gue tulis surat berikutnya pakai darah lo!" begitu bunyi surat ancaman yang diberikan oleh penggemar Slank kepada Bimbim seperti dikutip dari cuplikan film 'Slank Nggak Ada Matinya' di tahun 2013.

Akhirnya, Bimbim mengurungkan niatnya untuk membubarkan Slank. Bimbim dan Kaka juga berusaha untuk memperbaiki dirinya dari jeratan candu narkoba.
Adanya personel baru seperti Ridho dan Abdee yang bersih dari narkoba turut membantu Bimbim, Kaka, dan Ivanka untuk terus hidup sehat. Beberapa road show konser keliling kota yang sempat tertunda akhirnya bisa terselesaikan.
Kini para personel Slank seakan membuktikan bahwa masa kelam dan masa suram akan selalu bisa dilewati dengan proses yang sungguh-sungguh dan takkan pernah mengeluh.
Hingga akhirnya, selama berkarier di industri musik, tak kurang dari 24 album musik telah Slank keluarkan. Tak hanya sukses di jagad musik Indonesia, mereka juga sukses menggelar konser di luar negeri, seperti di Jepang.
Puncak kesuksesan dari band ini ketika Joko Widodo yang saat itu mencalonkan diri sebagai Presiden mengajak Slank sebagai salah satu alat kampanyenya.
Hingga kini, di manapun ada konser musik, bendera Slank selalu berkibar di antaranya riuhnya dan pecahnya para penonton. Padahal, Slank tak ada dalam konser tersebut.
