kumparan
22 Nov 2018 16:22 WIB

Bertemu Robin Wright dan Ngobrol ‘House of Cards’ Musim Terakhir

Robin Wright sebagai Claire Underwood (Foto: dok.Netflix)
Robin Wright masih ingat respons yang dia dapatkan ketika serial drama politik ‘House of Cards’ pertama kali mengudara pada 2013. Bukan dari penonton biasa, melainkan bersama politikus, karakter-karakter dari dunia nyata yang mereka gambarkan di serial tersebut.
ADVERTISEMENT
Robin, dan beberapa aktor yang membintangi serial produksi Netflix itu, duduk di sebuah acara makan malam saat konvensi Partai Demokrat di Amerika Serikat.
“Aku duduk bersama salah satu Senator, dia bilang, ‘Aku suka sekali show-nya. Sangat nyata dan akurat.’”
“Lalu aku tanya balik, ‘Seberapa akurat?’ Dan dijawab ‘Sekitar 99 persen akurat’.”
“Lalu apa yang 1 persen tidak akurat?” tanya Robin lagi kepada sang Senator.
“Setelah berpikir sebentar, dia bilang—Tadinya aku mengira dia akan mengatakan—, ‘Well, kami tidak saling membunuh satu sama lain.’”
“Tapi dia berkata, ‘Satu persennya yang tidak akurat adalah kamu tidak mungkin mengesahkan UU Pendidikan secepat itu.”
Dan satu ruangan yang berisi jurnalis dari berbagai negara tertawa miris.
Robin Wright di acara What's Next Asia di Singapura (Foto: dok.Netflix)
kumparan menjadi salah satu media dari Asia yang mendapat kesempatan untuk bertemu dan ikut berbincang dengan pemeran tokoh Claire Underwood itu dalam acara What’s Next Asia di Marina Bay Sands, Singapura, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Jika di hari sebelumnya kami bertemu Robin yang tampil dengan busana ala karpet merah di panggung resmi, di pertemuan berikutnya Robin tampil lebih casual; kaus putih dibalut jaket bermotif kotak dan jeans hitam, serta sepatu Vans yang terlihat sudah sering dipakai. Penampilannya sangat berbeda dengan karakter Claire Underwood yang konservatif.
Di musim ke-6 sekaligus yang terakhir untuk ‘House of Cards’, Claire Underwood tak lagi menjadi bayang-bayang Presiden Amerika Serikat, Francis Underwood. Dia bukan lagi ‘hanya’ sebagai istri seorang Presiden ambisius yang kejam, pelobi ulung dan penuh strategi. Dia bukan lagi Wakil Presiden yang hanya bisa memberi dukungan pada sebuah kebijakan, atau menghadiri peresmian acara-acara sebagai pengganti Francis.
“#MYTURN,” demikian tagline promosi serial ‘House of Cards’ musim terbaru.
Claire Underwood tak lagi jadi bayang-bayang Francis Underwood (Foto: dok.Netflix)
Francis Underwood diceritakan sudah tewas—menyesuaikan realita bahwa pemerannya, Kevin Spacey, dipecat karena skandal pelecehan seksual di masa lalu yang kembali muncul ke permukaan. Claire mengambil alih kepemimpian sesuai dengan konstitusi. Banyak orang-orang powerful yang tak senang. Bahkan ada tentara perempuan AS yang berani melecehkan secara verbal. Belum lagi adanya upaya pembunuhan yang membuat Claire kaget, tetapi itu sama sekali tak membuatnya mundur selangkahpun.
ADVERTISEMENT
“Dia adalah karakter yang kejam, tak sekadar setara, atau bahkan bisa lebih kejam dari Francis,” kata aktris yang masih begitu menawan di usia 52 tahun itu.
“Dia karakter fiksi yang menarik. Gagasan di balik karakternya, selalu menjadi yang terbaik dalam (sudut pandang) dua gender. Untuk menjadi seorang pemimpin di dalam tubuh perempuan. Dia mengoperasikan (pemerintahan) dari sudut pandang sebagai pria dan wanita.”
Tokoh Claire Underwood memberikan banyak kesempatan baru bagi Robin Wright sebagai aktor. Tokoh Claire sebagai wanita berkarakter yang ambisius, juga membuka mata para produser di Hollywood tentang bakat Robin yang selama ini tak terlihat. Ia pun mendapat kesempatan memainkan tokoh Lieutenant Joshi di film ‘Blade Runner 2049’ dan juga General Antiope di film ‘Wonder Woman’ dan ‘Justice League’, tipe karakter perempuan perkasa yang mampu berdiri di kaki sendiri.
ADVERTISEMENT
“Bertahun-tahun aku ikut casting dalam industri ini untuk memerankan ‘istri yang penurut dan pengertian’,” katanya mengenang masa lalu seraya tertawa.
Robin mengenang momen saat pertama kalinya ia didekati oleh sutradara David Fincher (‘Fight Club’, ‘Se7en’, ‘The Girl with the Dragon Tattoo’) untuk bergabung dalam pembuatan serial ‘House of Cards’. Hanya butuh waktu satu detik baginya untuk bilang ‘Tidak.’ Bagi Robin, film dan serial televisi adalah entitas yang berbeda.
Tapi David bisa meyakinkan Robin bahwa jika ia bergabung dengan serial House of Cards, ia akan menjadi bagian dari revolusi di industri hiburan. Ucapan David terbukti, dan setelah enam tahun berlalu, Robin menjadi bagian dari ide besar tersebut. Selain sebagai aktor, dia juga duduk di kursi Eksekutif Produser. Netflix juga memberinya kesempatan menyutradarai episode final ‘House of Cards’.
ADVERTISEMENT
“Satu hal yang aku pelajari sebagai sutradara, jangan pernah bilang kepada seorang aktor, ‘Jangan taruh tanganmu seperti itu’. Kata ‘Jangan’, pertama-tama, adalah kata paling destruktif untuk seorang aktor,” ucap mantan istri Sean Penn itu.
Poster House of Cards musim ke-6 (Foto: dok.Netflix)
Robin juga banyak belajar hal teknis selama memproduksi serial televisi, khususnya ‘House of Cards’. Mulai dari pemilihan kamera dan lensa yang spesifik, penggunaan wardrobe, hingga peraturan bahwa ia tak bisa memakai busana berwarna merah demi kepentingan gambar.
Saat ini Robin ingin serius berkarya dari balik layar. Dia juga sedang menyiapkan proyek film terbaru yang mengambil sudut pandang cerita dari karakter perempuan.
“Bercerita tentang seorang ibu yang kehilangan anaknya karena serangan bom teroris. Dia berkutat dengan kesedihan dan hubungannya dengan masyarakat. Kemudian dia ketemu seorang pria keturunan Amerika-India, lalu dia diajari untuk mencintai hidup lagi. Ini cerita cinta yang indah tentang bagaimana bertahan dan belajar mencintai lagi.”
ADVERTISEMENT
‘House of Cards’ memberikan kesempatan, pengalaman, dan peluang bagi karier Robin Wright sebagai seniman. Kini waktunya mengucapkan selamat tinggal pada Claire Underwood.
“Aku akan kangen baju-baju dan sepatunya,” kata Robin.
'House of Cards' musim terakhir sudah mulai tayang di Netflix.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan