Kumparan Logo

Biasa Pola Hidup Bersih, Anak Ayu Dewi Sempat Jijik Main Pasir Pantai

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ayu Dewi di acara ‘Vixal Menyambut Hari Toilet Sedunia 2019’. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ayu Dewi di acara ‘Vixal Menyambut Hari Toilet Sedunia 2019’. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan

Presenter Ayu Dewi bersama suami dan anak-anaknya sempat menikmati liburan di Bali. Selain untuk menghirup udara segar, Ayu ingin mengenalkan buah hatinya dengan ombak dan pasir.

Namun rupanya anak pertama dan kedua Ayu Dewi, Aqilah Dewi Humairah dan Mohammad Aqlan Ukasyah, kurang suka dengan pasir. Hal ini lantaran istri Regi Datau itu menerapkan pola hidup yang bersih kepada anak-anaknya.

“Awalnya (anak bilang) jijik. Kalau masalah anak jadi jijik karena biasa di rumah bersih, jadi dia kaget,” kata Ayu Dewi saat ditemui di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Senin (18/11).

Presenter Ayu Dewi bersama suaminya Regi Datau saat konferensi pers terkait kelahiran anak ke tiga di RS Medistra, Jakarta, Jumat, (4/10/2019). Foto: Ronny

Perempuan 35 tahun ini menjelaskan kepada buah hatinya bahwa tidak masalah jika memegang pasir. Sebab, pasir bukanlah kotoran maupun kuman.

“Kita jelasin, ‘Ini bukan kotoran, ini pasir, enak dipegang.’ Kita kasih lihat bakteri, kuman, (menjelaskan ke mereka) ini (bakteri) jadi masalah kalau enggak cuci tangan,” tutur Ayu.

Presenter Ayu Dewi bersama suaminya Regi Datau saat konferensi pers terkait kelahiran anak ke tiga di RS Medistra, Jakarta, Jumat, (4/10/2019). Foto: Ronny

Setelah mendengarkan penjelasan dari Ayu, anak-anaknya menjadi tidak khawatir untuk memegang pasir. Bahkan, mereka tampak menikmati main di pantai.

“Anak-anak kalau lihat air bawaannya mau nyemplung saja. Nah, itu yang kita harus ajarin, kalau habis berenang harus bilas, harus mandi yang bersih supaya kuman enggak nempel,” ujar Ayu.

instagram embed

Pemain film ‘Trinity, The Nekad Traveler’ itu mengatakan, anak lelakinya kini sudah bisa mengurangi rasa jijik terhadap sesuatu. Hal ini karena aktivitasnya di sekolah.

“Karena dia di sekolahnya sudah banyak beraktivitas sama banyak hal yang bertekstur, jadi dia sudah enggak terlalu (jijik terhadap sesuatu), udah mengerti,” tutup Ayu.