Kumparan Logo

Bilal Indrajaya: Kalau Gak Ada Koes Plus, Saya Enggak Jadi Musisi

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bilal Indrajaya tampil di The Papandayan Jazz Fest 2026, Bandung, Sabtu (3/10/2026). Foto: Dzaki Fadilah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bilal Indrajaya tampil di The Papandayan Jazz Fest 2026, Bandung, Sabtu (3/10/2026). Foto: Dzaki Fadilah/kumparan

Penyanyi Bilal Indrajaya mengungkap sosok yang paling berpengaruh dalam perjalanan musiknya. Ia menyebut Koes Plus sebagai salah satu alasan dirinya terjun menjadi musisi, penulis lagu, hingga penyanyi.

Hal itu disampaikan Bilal saat membawakan lagu-lagu Koes Plus dalam panggung The Papandayan Jazz Festival 2026 Day 1. Ia bahkan mengaku sudah mendengarkan karya grup musik tersebut sejak masih kecil.

“Saya kalau ditanya band idola saya apa, pasti saya bilang Koes Plus. Dan Koes Bersaudara,” ujar Bilal Indrajaya.

Bilal Indrajaya tampil di The Papandayan Jazz Fest 2026, Bandung, Sabtu (3/10/2026). Foto: Dzaki Fadilah/kumparan

Bilal juga mengagumi karya-karya yang diciptakan Tonny Koeswoyo. Menurutnya, lagu-lagu Koes Plus memiliki daya tarik tersendiri dan tetap enak didengarkan hingga kini.

“Saking karya-karyanya Koes Plus, gubahannya Tonny Koeswoyo tuh nggak ada yang nggak asik ya, nggak ada yang nggak manis,” ucapnya.

Bilal bahkan berani menyebut bahwa perjalanan grup musik tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah musik yang turut membentuk dirinya sekarang.

“Kalau nggak ada Koes Plus, saya nggak jadi musisi, saya nggak jadi penulis lagu, saya nggak jadi penyanyi. True story,” tutur Bilal.

instagram embed

Berkat lagu-lagu Koes Plus juga, kata Bilal, dirinya ketika beranjak remaja mulai memberanikan diri untuk menciptakan lagu karyanya sendiri.

“Akhirnya, berkat lagu-lagu Koes Plus yang saya dengarkan dari kecil, saya akhirnya memberanikan diri juga waktu remaja bikin lagu sendiri,” kata Bilal.

Dalam kesempatan tersebut, Bilal membawakan lagu Koes Plus berjudul Andaikan Kau Datang, Kisah Sedih di Hari Minggu, hingga Dheg-dheg Plas.

The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026 tahun ini memasuki tahun ke-11 penyelenggaraannya. TPJF kembali hadir sebagai salah satu festival musik yang secara konsisten mengembangkan ekosistem jazz di Indonesia.

Mengusung tema 'Sound to the Soul', TPJF 2026 berlangsung di The Papandayan Hotel Bandung pada 3–4 Oktober 2026 dengan menghadirkan lebih banyak program berbasis jazz, berbagai kolaborasi eksklusif, serta pengalaman festival yang semakin beragam bagi para penikmat musik Jazz.

Selama dua hari penyelenggaraan, TPJF 2026 akan menghadirkan puluhan musisi dan kolaborasi spesial, di antaranya Mahalini, Ruth Sahanaya, Diskoria feat. Andien, SimakDialog, Andre Dinuth Group feat. Matthew Sayersz, Batavia Collective, Rafi Sudirman, T-Five x Melly Mono, Reyharp feat. Balawan Project, Arumtala, Ambon Jazz Rock by Barry Likumahuwa, serta berbagai musisi dan komunitas lainnya yang akan tampil di enam area festival.

TPJF 2026 menghadirkan pengalaman festival yang tersebar di enam area berbeda di The Papandayan Bandung, masing-masing dengan karakter dan kurasi program yang unik.