Bimbo Pilih Tak Asal Bikin Lagu Ramadan: Harus Indah dan Bisa Langgeng

Grup musik legendaris, Bimbo, dikenal lewat sejumlah lagu bernuansa religi yang kerap terdengar setiap bulan Ramadan. Meski demikian, Bimbo mengaku tidak ingin memaksakan diri untuk selalu menciptakan lagu baru pada setiap Ramadan.
Hal itu disampaikan Sam Bimbo saat ditemui usai menerima penghargaan Lifetime Achievement dari The Papandayan Jazz Festival 2026. Ia mengatakan, proses menciptakan lagu sebaiknya dilakukan dengan santai agar karya yang dihasilkan tetap berkualitas.
“Hari ini belum, mudah-mudahan besok lusa. Karena bukan apa-apa, kita sering dipepet keadaan. Ngagugudug lagu teh kalau dipepet keadaan, tapi kan santai, santai aja,” ujar Sam Bimbo saat ditemui di Bandung, Jawa Barat.
Sam menyadari bahwa momentum Ramadan kerap membuat musisi terdorong untuk menghasilkan karya baru. Namun, ia tidak ingin Bimbo sekadar membuat lagu karena tuntutan momen.
“Kita tidak seperti bikin kacang goreng, asal-asalan, kita nggak mau. Jadi kita kalau sudah masuk lagu qasidah, itu harus indah. Harus,” tuturnya.
Menurut Sam, Bimbo juga tidak ingin setiap Ramadan selalu menghasilkan lagu baru jika kualitasnya justru tidak terjaga. Baginya, sebuah karya harus dibuat dengan pertimbangan matang agar dapat bertahan lama.
“Jadi kita tidak, tidak rakus. Tiap Ramadan bikin terus jelek, jangan dong. Ini udah jadi, kita mikir bagus insyaallah,” ucap Sam.
Pemilik nama asli Samsudin Hardjakusumah itu, menuturkan jika nantinya ada lagu baru yang selesai dibuat, Bimbo terbuka untuk merilisnya pada Ramadan mendatang.
Namun, ia tidak ingin menetapkan target secara berlebihan.
“Kalau ada yang baru, insyaallah,” beber Sam.
Bagi Sam, berkarya memang akan terus dilakukan Bimbo. Ia menilai berbagai persoalan dan kehidupan masyarakat Indonesia bisa menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan lagu.
“Kalau ini berkarya mah terus. Karena kita kerjanya… kerjaan kita kan bukan koruptor, bukan penjahat, kita kan suka nyanyi. Ya nyanyi mah terus,” katanya.
