Kumparan Logo

Bisnis Bioskopnya Rugi, Stephen Chow Akhirnya Jual Perusahaan Cuma Rp 2 Ribu

kumparanHITSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aktor asal Hong Kong, Stephen Chiau, berbicara dalam konferensi pers untuk mempromosikan merek bir lokal Hong Kong di Hong Kong, Senin (8/7/2002). Foto: Kin Cheung/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Aktor asal Hong Kong, Stephen Chiau, berbicara dalam konferensi pers untuk mempromosikan merek bir lokal Hong Kong di Hong Kong, Senin (8/7/2002). Foto: Kin Cheung/REUTERS

Aktor sekaligus sutradara Stephen Chow memutuskan melepas bisnis bioskopnya di China setelah terus mengalami kerugian. Bisnis yang berada di bawah perusahaannya itu juga dibebani utang dalam jumlah besar.

Dikutip dari Mirror Daily, bisnis tersebut pun dilepas dengan harga yang sangat murah, yakni hanya 1 dolar Hong Kong atau sekitar Rp 2.300.

Padahal, Stephen Chow dikenal sukses di industri perfilman. Salah satu filmnya, Kung Fu Hustle, bahkan berhasil meraih pendapatan box office sekitar 2,322 miliar yuan atau setara Rp 6,2 triliun di China. Film tersebut juga mencatatkan pendapatan lebih dari 13,65 juta dolar Hong Kong atau sekitar Rp 31 miliar di Hong Kong.

Namun, kesuksesan di dunia film ternyata tak menjamin bisnis bioskop yang dikelolanya ikut berjalan mulus. Melalui pengumuman resmi, Bingo Group (08220), perusahaan yang saham utamanya dimiliki Stephen Chow, menyatakan akan menjual seluruh saham anak usahanya, B8 Cinema Investment Limited.

Perusahaan tersebut bergerak di bidang pengelolaan bioskop fisik di China. Dengan penjualan ini, Stephen Chow pun resmi melepas bisnis bioskopnya di negara tersebut.

Stephen Chow Foto: JUNG YEON-JE/AFP

Bingo Group sendiri merupakan perusahaan investasi yang didirikan di Kepulauan Cayman. Stephen Chow bergabung dengan perusahaan tersebut pada Juni 2010. Kakak perempuannya, Chow Man Kei, juga menjabat sebagai anggota dewan direksi sekaligus direktur eksekutif.

Berdasarkan laporan keuangan Bingo Group selama dua tahun terakhir, bisnis bioskop perusahaan terus mencatatkan kerugian. Nilainya masing-masing mencapai 2,54 juta dolar Hong Kong atau sekitar Rp 5,8 miliar dan dan 1,2 juta dolar Hong Kong atau sekitar Rp 2,7 miliar. Hingga akhir Agustus 2026, akumulasi liabilitas bersih bisnis bioskop tersebut mencapai sekitar 8,6 juta dolar Hong Kong atau setara Rp 19 miliar.

Kondisi keuangan yang terus memburuk membuat perusahaan akhirnya memilih untuk melepas bisnis tersebut. Dewan direksi menilai penjualan dengan harga simbolis 1 dolar Hong Kong menjadi langkah yang tepat untuk mengurangi beban keuangan.

Setelah transaksi selesai, Bingo Group memperkirakan akan membukukan keuntungan sekitar 5,4 juta dolar Hong Kong atau sekitar Rp 12 miliar. Langkah ini diharapkan bisa memperbaiki arus kas dan memberi perusahaan ruang lebih besar untuk menjalankan bisnisnya.

Stephen Chow Pernah Gadai Rumah Mewah

Aktor sekaligus sutradara komedi asal Hong Kong, Stephen Chiau (Stephen Chow), menghadiri konferensi pers di Taipei pada Jumat (17/8/2001) untuk film barunya yang berjudul "Shaolin Soccer". Foto: Simon Kwong/REUTERS

Keputusan melepas bisnis bioskop ini sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tandanya sejak beberapa waktu lalu.

Pada 24 Agustus 2026, Bingo Cinema cabang Dahe di Hangzhou mengumumkan akan berhenti beroperasi mulai 25 September. Penutupan tersebut dilakukan karena masa sewa tempat telah berakhir. Pihak bioskop juga membuka pendaftaran pengembalian dana bagi para pemegang kartu anggota.

Sebelumnya, Bingo Group juga sempat mengakuisisi saham sejumlah bioskop di kota-kota lapis kedua dan ketiga di China. Meski begitu, perusahaan hanya mengoperasikan tiga bioskop secara langsung.

Bioskop Dahe di Hangzhou yang telah beroperasi selama 15 tahun pun menjadi bioskop terakhir milik Bingo Group yang ditutup di China.

Perjuangan Stephen Chow mempertahankan bisnisnya juga bukan hal baru. Saat pandemi menghantam industri hiburan dan membuat bisnisnya terpuruk, ia pernah menggadaikan properti mewahnya untuk mendapatkan pinjaman demi menyelamatkan bisnis yang dikelolanya.

Kini, Stephen Chow memilih melepas bisnis bioskop yang terus merugi daripada mempertahankannya di tengah tekanan keuangan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Bingo Group untuk mengurangi beban keuangan dan mengalihkan sumber daya ke bidang lain yang lebih sesuai dengan keahlian Stephen Chow, yakni pengembangan konten film dan produksi audiovisual.