Kumparan Logo

BPI Usai Festival Film Indonesia Tiadakan Logonya: Bentuk Pengkhianatan

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
FFI meluncurkan logo baru. Foto: Instagram/ @festivalfilmid
zoom-in-whitePerbesar
FFI meluncurkan logo baru. Foto: Instagram/ @festivalfilmid

Festival Film Indonesia (FFI) 2025 kembali diselenggarakan tahun ini dengan tema Puspawarna Film Indonesia. Perayaan tahunan itu resmi diumumkan lewat unggahan Instagram @festivalfilmid.

"Menyambut kembali Festival Film Indonesia 2025," tulis akun tersebut.

Banyak pecinta film Tanah Air yang menyambut antusias ajang penghargaan film paling prestisius itu. Mereka menyebut beberapa nama film yang dijagokan, seperti Pengepungan di Bukit Duri, JUMBO, dan 1 Kakak 7 Ponakan.

BPI soal unggahan FFI 2025. Foto: Instagram/@badan_perfilman_indonesia

Badan Perfilman Indonesia (BPI) merespons unggahan mengenai Festival Film Indonesia 2025. BPI me-repost unggahan FFI tersebut dengan menyampaikan sindiran karena logo BPI sudah tidak ada lagi di poster pembuka FFI 2025.

"Terima kasih, logo BPI sudah ditiadakan. Dengan ini kami mencabut SK Komite FFI. Dan terhitung sejak logo FFI 2025 diluncurkan, BPI tidak lagi bertanggung jawab atas penyelenggaraan FFI," tulis BPI.

BPI Sebut Langkah FFI Tiadakan Logo Mereka Adalah Bentuk Pengkhianatan

BPI mengungkapkan bahwa langkah FFI merupakan sebuah pengkhianatan yang telah mencederai kolaborasi mereka selama ini.

"Ini adalah bentuk pengkhianatan. Salam sinema," tulis BPI.

kumparan telah berusaha menghubungi Ketua BPI, Gunawan Paggaru, dan Rully Sofyan selaku Ketua Bidang Kebijakan dan Advokasi BPI. Namun hingga berita ini ditulis, mereka belum merespons.